p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ZOOTEC
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis margin of safety usaha ayam petelur di Desa Tetey Kabupaten Minahasa Utara N.M Santa; M. A.V Manese; B Rorimpandey; F.P Rorimpandey
ZOOTEC Vol. 43 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.018 KB)

Abstract

Usaha peternakan ayam ras petelur “UD. Tetey Permai” di Desa Tetey Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara telah melakukan ekspansi 32.000 ekor pada tahun 2021 dari sebelumnya 10.000 ekor tahun 2019. Agar tidak mengalami kerugian, berapakah jumlah penurunan penjualan telur yang dapat terjadi pada usaha peternakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis break even point dan margin of safety (MOS) usaha peternakan ayam ras petelur “UD. Tetey Permai” Desa Tetey Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Tahun 2019 populasi sebanyak 10.000 ekor dan tahun 2021 melakukan ekspansi dengan jumlah 32.000 ekor. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa titik impas diperoleh nilai sebesar Rp561.049.580, sedangkan titik impas dalam satuan unit jumlah telur diperoleh 3.392.579 butir dengan tingkat keuntungan yang diperoleh sebesar Rp10.493.942.846 per periode produksi. Hasil analisis MOS sebesar 41,57%, artinya penurun jumlah penjualan telur yang dapat ditolerir agar peternak tidak mengalami kerugian yaitu 41,57% dari total penjualan, apabila penurunan terhadap penjualan lebih dari 41,57%, maka perusahaan akan mengalami kerugian.
Analisis keuntungan usaha ayam broiler dengan pola kemitraan di Desa Moncongloe Bulu Kabupaten Maros (Studi Kasus) H.C Paat; E. Wantasen; N.M Santa
ZOOTEC Vol. 46 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/zot.46.2.2026.67827

Abstract

Usaha peternakan ayam broiler milik Ibu Hariani Gali terletak di Desa Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncong Loe, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Usaha peternakan ini dijalankan dengan pola kemitraan bersama PT Bintang Sejahtera Bersama (PT BSB) sebagai perusahaan inti. Ayam broiler merupakan salah satu komoditas peternakan yang memiliki pertumbuhan cepat, masa pemeliharaan singkat, dan permintaan pasar yang tinggi sehingga berpotensi memberikan keuntungan bagi peternak. Dalam pola kemitraan, perusahaan inti menyediakan sarana produksi seperti DOC, pakan, vaksin, obat-obatan, serta pemasaran hasil panen, sedangkan peternak menyediakan kandang, tenaga kerja, dan melaksanakan kegiatan pemeliharaan. Meskipun pola kemitraan memberikan berbagai kemudahan, keberhasilan usaha tetap dipengaruhi oleh kemampuan peternak dalam mengelola biaya produksi dan meningkatkan hasil produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya produksi, pendapatan, dan keuntungan usaha ayam broiler milik Ibu Hariani Gali dengan pola kemitraan bersama PT BSB. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan survei. Penelitian dilaksanakan pada usaha ayam broiler milik Ibu Hariani Gali di Desa Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncong Loe, Kabupaten Maros. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara langsung dengan pemilik usaha, serta dokumentasi terkait penggunaan sarana produksi, biaya operasional, hasil produksi, dan sistem kemitraan. Data sekunder diperoleh dari catatan produksi peternakan, dokumen perusahaan, buku, jurnal, dan data pendukung lainnya. Variabel yang dijelaskan meliputi biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan usaha ayam broiler dalam satu periode produksi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung total biaya produksi, total penerimaan, dan keuntungan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi usaha ayam broiler milik Ibu Hariani Gali dalam satu periode produksi sebesar Rp1.124.579.717 yang terdiri atas biaya tetap sebesar Rp122.175.317 dan biaya variabel sebesar Rp1.002.404.400. Komponen biaya terbesar adalah biaya pakan sebesar Rp720.000.000, diikuti biaya DOC sebesar Rp198.750.000. Total penerimaan yang diperoleh peternak sebesar Rp1.232.950.560 yang berasal dari penjualan ayam broiler sebesar Rp1.215.272.160, insentif Feed Conversion Ratio (FCR) sebesar Rp11.810.900, dan insentif mortalitas sebesar Rp5.867.500. Jumlah ayam yang berhasil dipanen sebanyak 24.462 ekor dengan rata-rata bobot badan 2,4 . Kata kunci : Analisis Keuntungan, Ayam Broiler, Pola Kemitraan