Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMBELAJARAN DARING MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM DAN GOOGLE FORMULIR MELALUI BIMLAT ANWAR ZARKASI
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i1.2132

Abstract

This research is a school action research, which consists of 2 cycles and each cycle consists of 4 stages, namely: the planning stage of the action program, the implementation of the action program, program observation, and reflection. This research was conducted by making direct observations of the activities of all teachers, as well as monitoring teachers in online learning at MAN Banjarbaru City. Then document the results of these observations. In the pre-cycle the researcher observed how much teacher competency was in online learning using Google Classroom and Google Forms and the results were very low, with an average score of only 1 or 16.66% of the maximum target score of 6. The research was continued to cycle I and the authors started holding teacher training to improve teacher competence in online learning using google classroom and google forms. The results show that there is an increase in the average score of cycle I to 2.6 or 43.33% of the maximum target score of 6. This means that there is an increase of 26.67% from the pre-cycle score. Furthermore, in cycle II the score increased again to 5.6 or 93.33% of the maximum target score of 6, which means there was a 50% increase from the score in cycle I. Based on the results of this study it was concluded that bimlat can improve teachers' abilities to use Google Classroom learning media and Google Forms at MAN Banjarbaru City. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah, yang terdiri dari 2 siklus dan masing- masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: tahap perencanaan program tindakan, pelaksanaan program tindakan, pengamatan program, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap aktivitas semua guru, disamping juga memantau guru dalam pembelajaran daring di MAN Kota Banjarbaru. Kemudian mendokumentasikan hasil pengamatan tersebut.Pada pra siklus peneliti mengamati seberapa besar kompetensi guru dalam pembelajaran daring menggunakan google classroom dan google formulir dan hasilnya sangat rendah yakni dengan skor rata-rata cuma 1 atau 16,66% dari target skor maksimal yakni 6. Penelitian dilanjutkan ke siklus I dan penulis mulai mengadakan bimlat guru untuk memperbaiki kompetensi guru dalam pembelajaran daring menggunakan google classroom dan google formulir. Hasilnya memperlihatkan ada peningkatan skor rata-rata siklus I hingga mencapai 2,6 atau 43,33% dari target skor maksimal yakni 6, Hal ini berarti ada kenaikan 26,67% dari skor pra siklus. Selanjutnya pada siklus II skor meningkat lagi sampai 5,6 atau 93,33% dari target skor maksimal yakni 6, yang berarti ada kenaikan 50% dari skor siklus I. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa bimlat dapat meningkatkan kemampuan guru menggunakan media pembelajaran Google Classroom dan Google Formulir di MAN Kota Banjarbaru.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGHAFAL JUZ 30 MELALUI METODE DRILL PADA PROGRAM HAFALAN AL QURAN SISWA MAN KOTA BANJARBARU ANWAR ZARKASI
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v3i2.2263

Abstract

Against the background of the unsatisfactory results of the Al-Quran memorization program for class XI IIK MAN Banjarbaru City students, which was caused by an ineffective learning process, this research was made with the aim of increasing student motivation in memorizing; improve students' ability to memorize; and improve students' ability to maintain memorization of verses of the Koran, especially verses that have been determined as graduation requirements. This research is a Classroom Action Research (CAR). Efforts to collect data in this study using test and non-test techniques. For test techniques, the data collection tool is in the form of an assessment when the teacher gives questions to students during the research cycle. For the non-test technique, the data collection tool is in the form of an observation sheet which is carried out to determine the condition of students in memorizing learning. Observations were also made of the teacher in carrying out the learning process. Data on student learning outcomes are obtained from the evaluation results at the end of each cycle. The results of the study prove that the drill model can improve students' ability to memorize surah an-Naba' verses 1 to 10 students of Class XI IIK MAN Banjarbaru City which can be seen from the increase in several aspects related to the activity of students memorizing verses of the Koran which includes the average score of the activity students who are relevant to learning experience an increase in cycle II of 6.52%. On the other hand, the average score of student activities that were less relevant to learning decreased from cycle I to cycle II by -13.04%. and the average score of students' ability to memorize surah an-Naba 'verse 1 to 10 has increased by 13.04, as well as about the completeness of student learning which has increased in cycles of 26.08%. ABSTRAKDilatarbelakangi oleh hasil program menghafal al Quran siswa kelas XI IIK MAN Kota Banjarbaru yang tidak memuaskan, yang disebabkan oleh proses pembelajaran yang tidak efektif maka dibuatlah penelitian ini dengan tujuan sebagai upaya meningkatkan motivasi siswa dalam menghafal; meningkatkan kemampuan siswa dalam menghafal; dan meningkatkan kemampuan siswa dalam mempertahankan hafalan ayat al-Qur’an, terutama ayat ayat yang sudah ditentukan sebagai syarat kelulusan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Upaya pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes dan nontes. Untuk teknik tes, alat pengumpul data berupa penilaian saat guru memberi pertanyaan pada siswa saat siklus penelitian berlangsung. Untuk teknik nontes, alat pengumpul data berupa lembar observasi yang dilakukan untuk mengetahui kondisi siswa di dalam belajar menghafal. Observasi juga dilakukan terhadap guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Data hasil belajar siswa diperoleh dari hasil evaluasi disetiap akhir siklus. Hasil penelitian membuktikan bahwa model drill dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menghafal surah an-Naba’ ayat 1 sd 10 siswa Kelas XI IIK MAN Kota Banjarbaru yang terlihat dari adanya peningkatan beberapa aspek berkaitan dengan aktivitas siswa menghafal ayat al Quran yang meliputi skor rata-rata aktivitas siswa yang relevan dengan pembelajaran mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 6.52%. Sebaliknya skor rata-rata aktivitas siswa yang kurang relevan dengan pembelajaran mengalami penurunan dari siklus I sampai siklus II sebesar -13.04%. dan skor rata-rata kemampuan siswa menghafal surah an-Naba’ ayat 1 sd 10 mengalami peningkatan sebesar 13.04, begitu juga tentang kenuntasan belajar siswa yang mengalami kenaikan pada siklus sebesar 26.08%.
PENGEMBANGAN BUDAYA MUTU MADRASAH ALIYAH MELALUI KELOMPOK KERJA MADRASAH ALIYAH KOTA BANJARBARU ANWAR ZARKASI
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i2.2345

Abstract

This research is motivated by the fact that there are heads of madrasa aliyah in Banjarbaru City who have not yet made a quality culture development program in the madrasa they lead. They haven't even made a vision and mission, as well as the goals for developing madrasas properly, which are the basis for other programs, so that the head of the madrasa has no direction and will be difficult to measure. As active administrators of the Banjarbaru City KKMA researchers seek to provide assistance through a School Action Research which was carried out for 5 months, namely from January to May 2023. This research was carried out in two cycles, where each cycle consisted of four stages, namely planning, implementing, observing and reflection. Research data was collected using interviews, observation, and documentation. The results showed that there was an increase in the achievement of values in each dimension of quality culture between cycle I and cycle II, as well as the average achievement of the value of developing quality culture in madrasah aliyah in Banjarbaru City in cycle I, which was 72.35 and cycle II, namely of 82.52. So it can be concluded that the development of a quality culture of madrasah aliyah in Banjarbaru City can be improved through effective KKMA activities. ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh suatu kenyataan bahwa kepala madrasah aliyah di Kota Banjarbaru ada yang masih belum membuat program pengembangan budaya mutu di madrasah yang dipimpinnya. Bahkan belum membuat visi dan misi, serta tujuan pengembangan madrasah dengan baik, yang merupakan dasar dari program yang lainnya, sehingga kepala madrasah bekerja tidak memiliki arah dan akan sulit untuk diukur. Sebagai pengurus aktif KKMA Kota Banjarbaru peneliti berupaya memberikan bantuan melalui sebuah Penelitian Tindakan Sekolah yang dilaksanakan selama 5 bulan, yaitu dari bulan Januari hingga Mei 2023. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklusnya terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan capaian nilai pada setiap dimensi budaya mutu antara siklus I dan siklus II, demikian juga terjadi pada rata-rata capaian nilai pengembangan budaya mutu di madrasah aliyah Kota Banjarbaru pada siklus I, yaitu sebesar 72,35 dan siklus II yaitu sebesar 82,52. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan budaya mutu madrasah aliyah di Kota Banjarbaru dapat ditingkatkan melalui Kegiatan KKMA yang efektif.