Ida Hayati
Program Studi Sarjana Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN POSYANDU REMAJA DALAM PENCEGAHAN ANEMIA BAGI REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABANAN Novarica Novarica; Ida Hayati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.13019

Abstract

Permasalahan terkait dengan anemia yang dialami oleh remaja putri akan berdampak pada aspek penurunan imunitas, gangguan konsentrasi, penurunan prestasi belajar mengganggu kebugaran, produktivitas, memperbesar risiko kematian saat melahirkan, bayi lahir prematur serta berat bayi cenderung rendah. Anemia ini dapat dicegah melalui konsumsi tablet tambah darah. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya peran Posyandu Remaja dalam pencegahan anemia bagi remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Labanan pada tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yaitu sumber datanya berasal dari wawancara, pengamatan dan juga dokumentasi. Jumlah informan sebanyak 13 orang yang terdiri dari tenaga kesehatan, ketua kader, kader remaja dan remaja putri. Peran posyandu remaja dalam pencegahan anemia bagi remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Labanan, diantaranya ialah peran sebagai pemberi pelayanan kesehatan (motivator, educator, fasilitator, konselor), peran remaja dalam keikutsertaan konsumsi tablet tambah darah, peran sebagai penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan dan peran sebagai mengkondisikan lokasi posyandu dalam untuk intervensi program serta peran sebagai penggerak remaja untuk datang ke posyandu. Peran serta posyandu dapat memberikan perubahan positif pada remaja putri khususnya dalam mengkonsumsi tablet tambah darah, sehingga kasus anemia pada remaja bisa berkurang. Diharapkan UPT Puskesmas Labanan memfasilitasi sarana dan prasarana, peningkatan pengetahuan kader, pemberian penghargaan, koordinasi tim serta perlu peningkatan kualitas peran posyandu remaja.
Karakteristik Ibu dan Kehamilan Risiko Tinggi Berhubungan dengan Anemia pada Ibu Hamil di wilayah kerja Puskesmas Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur Tahun 2025 Sumiarti; Eka Frenty Hadiningsih; Hestri Norhapifah; Ida Hayati
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 11 No 1 (2026): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v11i1.2514

Abstract

Background: Anemia in pregnant women remains an important public health problem because it contributes to an increased risk of pregnancy complications, hemorrhage, low birth weight, prematurity, and maternal and infant mortality. World Health Organization reported that the global prevalence of anemia among pregnant women is still around 36.5%, while in Indonesia the prevalence of anemia among pregnant women remains high based on national data and continues to be one of the priorities in maternal health problems. This condition is also still found in the working area of Puskesmas Sangkulirang. Objectives: This study aimed to analyze the relationship between maternal characteristics and high-risk pregnancy with the incidence of anemia among pregnant women. Methods: This study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 47 third-trimester pregnant women selected using an accidental sampling technique. Data were collected through questionnaires, observation sheets, and hemoglobin level examinations, then analyzed using Fisher’s Exact Test with a significance level of 5%. Results: The results showed that most respondents were not anemic, totaling 30 respondents (63.8%). The majority were aged 20–35 years, totaling 25 respondents (53.2%), multiparous, totaling 20 respondents (42.6%), and unemployed, totaling 30 respondents (63.8%). In addition, most respondents were categorized as having low-risk pregnancies, totaling 19 respondents (40.4%). Bivariate analysis showed significant relationships between maternal age and anemia incidence (p=0.001), parity and anemia incidence (p=0.017), employment status and anemia incidence (p=0.026), as well as high-risk pregnancy and anemia incidence (p=0.013). Conclusion: These findings indicate that maternal characteristics and pregnancy risk factors play important roles in the incidence of anemia among pregnant women. Therefore, efforts to improve early detection and prevention through nutritional education and continuous monitoring of risk factors are necessary.