Eka Frenty Hadiningsih
Program Studi Sarjana Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN MINAT IBU DALAM MENGGUNAKAN MKJP DI UPT PUSKESMAS LABANAN Ilminatun Qoimah; Chandra Sulistyorini; Ridha Wahyuni; Eka Frenty Hadiningsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15445

Abstract

Upaya dalam rangka mewujudkan keluarga yang berkualitas, sasaran utamanya ialah Wanita Usia Subur (WUS). Meningkatnya kesejahteraan keluarga kecil berkualitas ditandai penggunaan metode kontrasepsi yang rasional, efektif serta efisien, yakni Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Pemberian informasi dan edukasi terkait dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang melalui audio visual untuk meningkatkan pengetahuan dan minat pasangan usia subur memilih alat kontrasepsi. Pengetahuan dini terkait alat kontrasepsi yang dipilih pada saat pasca persalinan sangat penting. Riset ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi audio visual terhadap pengetahuan dan minat ibu menggunakan MKJP di wilayah kerja Puskesmas Labanan tahun 2022. Metode rancangan penelitian ini ialah quasi experimental dengan desain penelitian pretest-posttest one group design. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan Wilcoxon Test dengan tingkat signifikansi (? = 0,05). Teknik pengampilan sampel dengan menggunakan probability sampling dan jumlah sampel 251 reseponden. Hasil riset  menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi audio visual terhadap pengetahuan dan minat ibu menggunakan MKJP di wilayah kerja Puskesmas Labanan Tahun 2022 berdasarkan Wilcoxon Test dengan nilai p-value = 0,000 (P<0,05). Penelitian ini menunjukkan jika edukasi audio visual mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap pengetahuan dan minat ibu menggunakan MKJP. Saran bagi tempat pelayanan kesehatan diharapkan bisa menambah media seperti media audio visual dalam pemberian informasi.
Karakteristik Ibu dan Kehamilan Risiko Tinggi Berhubungan dengan Anemia pada Ibu Hamil di wilayah kerja Puskesmas Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur Tahun 2025 Sumiarti; Eka Frenty Hadiningsih; Hestri Norhapifah; Ida Hayati
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 11 No 1 (2026): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v11i1.2514

Abstract

Background: Anemia in pregnant women remains an important public health problem because it contributes to an increased risk of pregnancy complications, hemorrhage, low birth weight, prematurity, and maternal and infant mortality. World Health Organization reported that the global prevalence of anemia among pregnant women is still around 36.5%, while in Indonesia the prevalence of anemia among pregnant women remains high based on national data and continues to be one of the priorities in maternal health problems. This condition is also still found in the working area of Puskesmas Sangkulirang. Objectives: This study aimed to analyze the relationship between maternal characteristics and high-risk pregnancy with the incidence of anemia among pregnant women. Methods: This study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 47 third-trimester pregnant women selected using an accidental sampling technique. Data were collected through questionnaires, observation sheets, and hemoglobin level examinations, then analyzed using Fisher’s Exact Test with a significance level of 5%. Results: The results showed that most respondents were not anemic, totaling 30 respondents (63.8%). The majority were aged 20–35 years, totaling 25 respondents (53.2%), multiparous, totaling 20 respondents (42.6%), and unemployed, totaling 30 respondents (63.8%). In addition, most respondents were categorized as having low-risk pregnancies, totaling 19 respondents (40.4%). Bivariate analysis showed significant relationships between maternal age and anemia incidence (p=0.001), parity and anemia incidence (p=0.017), employment status and anemia incidence (p=0.026), as well as high-risk pregnancy and anemia incidence (p=0.013). Conclusion: These findings indicate that maternal characteristics and pregnancy risk factors play important roles in the incidence of anemia among pregnant women. Therefore, efforts to improve early detection and prevention through nutritional education and continuous monitoring of risk factors are necessary.