Windy Patricya Stevani Lapian
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Pascasarjana, Universitas Sam Ratulangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN KEJADIAN RABIES PADA ANAK DI DESA LOMPAD BARU KECAMATAN RANOYAPO KABUPATEN MINAHASA SELATAN Windy Patricya Stevani Lapian; Suryadi N. N. Tatura; Nurdjannah J. Niode
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.13709

Abstract

Rabies adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh infeksi virus (kelas rhabdovirus) yang menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan kelumpuhan otak serta kematian. Sebesar 98% penderita rabies di Indonesia ditularkan oleh hewan anjing yang terinfeksi virus rabies. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan pencegahan kejadian rabies pada anak di Desa Lompad Baru Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 50 Keluarga yang memiliki anak dan memelihara anjing. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang   digunakan yaitu kuisioner. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Analisis Multivariat menggunakan uji Regresi Logistik. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square pada nilai CI = 95% dan tingkat kemaknaan 5% (?= 0,05). Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tindakan pencegahan kejadian rabies pada anak (p= 0,002), terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan pencegahan kejadian rabies pada anak (p= 0,024), tidak terdapat hubungan antara kepercayaan dengan tindakan pencegahan kejadian rabies pada anak (p= 0,090) dan tidak terdapat hubungan antara peranan petugas kesehatan dengan tindakan pencegahan kejadian rabies pada anak (p= 0,098). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (p = 0,006) yang paling dominan diantara semua variabel dengan nilai Exp(B) sebesar 9.007, artinya masyarakat yang memiliki pengetahuan kurang baik memiliki resiko 9 kali lebih tinggi dibanding dengan masyarakat yang memiliki pengetahuan baik dalam tindakan penceghan kejadian rabies pada anak.