Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Kritis Perbedaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka Elfina Saely; Sukiman
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2023): March
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merupakan wadah yang menentukan arah pendidikan. Pendidikan di Indonesia telah mengalami berbagai kurikulum. Kurikulum 2013 saat ini sedang dikembangkan menjadi kurikulum dasar untuk sekolah. Pembelajaran kurikulum 2013 adalah pembelajaran kompetensi melalui penguatan pembelajaran dan penilaian autentik untuk memperoleh sikap, pengetahuan dan keterampilan. Proses pembelajaran disempurnakan melalui pendekatan saintifik, yaitu pembelajaran yang menawarkan kesempatan kepada siswa untuk mengamati, menanya, bereksperimen/mengumpulkan informasi, menghubungkan/mendekati dan mengkomunikasikan. Mewabahnya pandemi Covid-19 pada tahun 2020 mengakibatkan siswa terlambat masuk kelas dan menyebabkan kerugian belajar. Situasi ini mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek untuk mencoba memulihkan pembelajaran. Salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengatasi permasalahan yang ada adalah pengenalan kurikulum mandiri. Kurikulum Mandiri merupakan terobosan baru dalam kurikulum Indonesia yang digagas oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Makarim. Kurikulum Merdeka bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menyediakan fasilitas dan kesempatan yang paling lengkap bagi guru untuk melakukan perbaikan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Sehingga siswa dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Pelaksanaan kurikulum mandiri saat ini tidak wajib untuk semua satuan pendidikan dan juga akan dilaksanakan secara bertahap, dengan sekolah memilih salah satu dari tiga pilihan: belajar mandiri, perubahan mandiri dan berbagi mandiri. Sekolah dapat memilih sesuai dengan kesiapan masing-masing sekolah.
Peran Perangkat Pembelajaran dalam Menjamin Mutu dan Arah Pembelajaran di Perguruan Tinggi La Ode mardin; Sukiman
Al-Riwayah : Jurnal Kependidikan Vol. 17 No. 2 (2025): Al-Riwayah: Jurnal Kependidikan
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/al-riwayah.v17i2.1972

Abstract

Learning tools are strategic elements in the implementation of higher education, as they form the foundation for designing, implementing, and evaluating quality teaching and learning processes. This study aims to comprehensively examine the role of learning tools in ensuring the quality and direction of learning in universities. This research uses a literature review method by analyzing various sources, including academic journals, textbooks, national education policies, and other relevant articles. The results show that learning tools which consist of Semester Learning Plans (RPS), teaching materials, and instructional media must be developed systematically, integratively, and in alignment with graduate learning outcomes (CPL). RPS serves as the main reference in designing learning activities; teaching materials support the substantial achievement of competencies; and instructional media enhance the effectiveness of content delivery. Inconsistencies or weaknesses in any component may lead to disorganized learning processes and low-quality learning outcomes. Therefore, it is essential to improve lecturers’ capacities in preparing standardized and adaptive learning tools. In addition, institutional support through training, mentoring, and evaluation systems is necessary to ensure the sustainability of higher education quality. These findings confirm that learning tools are not merely administrative documents, but a critical factor in ensuring the direction, effectiveness, and success of the educational process in higher education institutions.
Sintesis Pendekatan Eklektik Dan Model Kontekstual Dalam Kurikulum Pendidikan Dasar Berbasis Kearifan Lokal: Kajian Literatur Widyawati; Nia Aulia Khodijatul Qubro; Lintang Daraquthni; Sukiman
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 13 No. 1 (2026): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v13i1.4631

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mensintesiskan pendekatan eklektik dan model kontekstual sebagai kerangka kerja komprehensif dalam pengembangan kurikulum pendidikan dasar berbasis kearifan lokal. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan (library research) dengan analisis isi terhadap literatur ilmiah terkait pendekatan eklektik, model kontekstual, kurikulum pendidikan dasar, dan kearifan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintesis pendekatan eklektik melalui principled eclecticism dan model kontekstual berbasis konstruktivisme mampu menjembatani dikotomi antara standar nasional dan kebutuhan kontekstual lokal. Implementasinya mencakup desain kurikulum tematik lintas disiplin, strategi pembelajaran kontekstual dengan komponen REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring), dan penilaian autentik yang mengukur kompetensi holistik. Tantangan utama meliputi keterbatasan kompetensi guru, sumber belajar, tuntutan kurikulum nasional, sistem penilaian standar, dan resistensi perubahan. Peluang pengembangan terbuka melalui fleksibilitas Kurikulum Merdeka, teknologi digital, gerakan revitalisasi budaya, dan desentralisasi pendidikan. Implikasi kebijakan mencakup penguatan otonomi kurikulum, investasi pengembangan guru, reformasi sistem penilaian, kolaborasi multi-stakeholder, penguatan muatan lokal, dan sistem insentif berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis berupa kerangka konseptual sintesis dua pendekatan dan kontribusi praktis berupa panduan implementasi kurikulum yang menyeimbangkan identitas lokal dengan kompetensi global. 
The Invisible Curriculum That Shapes Character: A PRISMA-Based Systematic Review of Hidden Curriculum in Elementary Schools Okta Vitriani; Sukiman
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 9 No. 1 (2026): VOLUME 9, NUMBER 1, 2026
Publisher : Program Studi PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/didaktika.v9i1.99520

Abstract

This study aims to analyze the role of hidden curriculum in the character education of elementary school students through the Systematic Literature Review approach based on the PRISMA protocol. Data was collected from Scopus, ERIC, and Google Scholar as of June 7, 2026 using a title-abs-key search strategy, with a total of 136 initial articles filtered into 26, then 15 at the eligibility stage, and finally 11 articles that met the inclusion criteria. The results of the study show that the hidden curriculum is implemented through habituation of religious activities, teacher examples, discipline culture, as well as social interaction and extracurricular activities that are integrated into school culture. The practice contributes to the formation of characters such as discipline, religious, responsibility, social concern, honesty, and creativity which are reflected in the changes in students' daily behavior. However, its effectiveness varies depending on contextual factors such as teacher consistency, school culture, and family support. The relationship between hidden curriculum practices and behavioral changes is implicit causal through habituation, modeling, and social reinforcement mechanisms. These findings imply that educators and policymakers need to institutionalize the hidden curriculum through strengthening school culture, teacher exemplary training, and integration in systematic character education programs.
Innovations in the Islamic Religious Education Curriculum in the Context of the Sustainable Development Goals Ahmad Abdul Rochim; Tasman Hamami; Sukiman
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 9 No. 1 (2026): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v9i1.5055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana inovasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dilakukan, salah satunya inovasi kurikulum PAI dalam konteks Sustainable Development Goals (SDGs). Dan Sustainable Development Goals (SDGs) identik dengan nilai-nilai keberlanjutan. Harapannya dengan adanya inovasi kurikulum PAI, PAI bukan lagi hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan karakter peserta didik yang beriman, peduli sosial, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan serta pembangunan berkelanjutan. Metode dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui penelusuran dan pengkajian berbagai sumber tertulis, seperti buku, artikel jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan laporan penelitian yang relevan dengan kurikulum PAI dan SDGs. Analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengkaji secara mendalam isi tulisan, sehingga menghasilkan data yang lebih tajam, mendalam, dan komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI memiliki keselarasan dengan nilai-nilai SDGs, seperti keadilan sosial, pelestarian lingkungan, kesehatan, pendidikan berkualitas, dan perdamaian. Adanya inovasi kurikulum PAI konteks SDGs berharap mampu mencetak peserta didik yang tidak terbatas unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, adaptif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan menuju agenda global 2030.