Reno Nurdiyanto
Universitas Negeri Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Masalah-Masalah dalam Paradigma Pembelajaran Sains Modern Zahid Zufar At Thaariq; Reno Nurdiyanto; Devi mariya Sulfa
Jounal Nyanadassana Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : STAB Kertarajasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59291/jnd.v2i2.38

Abstract

Modern science learning paradigms emphasize inquiry-based and experiential learning, replacing traditional approaches. Constructivist approaches become the theoretical foundation, recognizing the importance of students' active involvement in the learning process. Metaphors of acquisition and participation are proposed as the basis for understanding science learning. The research method uses narrative techniques to synthesize information from multiple sources, providing a comprehensive overview of problems and solutions in the contemporary science learning paradigm. The author highlights a number of issues that need to be addressed. Key challenges include a lack of hands-on experimentation, an overemphasis on rote learning, a lack of inclusivity, and suboptimal integration of technology. While technology integration has the potential to enrich the student experience, there are still shortcomings in its implementation. By highlighting these issues, the authors promote the importance of hands-on experiences, concept-based assessments, inclusive curricula, and effective technology integration in improving science education. Recommendations include a collaborative approach among educators, policymakers, and stakeholders to address these issues and create a better future for science education. The conclusions emphasize the need to implement these solutions in the classroom and in education policy. By improving the student experience, supporting student-centered learning, and addressing the challenges of technology integration, science education can evolve to meet the demands of today's society and science.
Construction of an Adaptive Blended Curriculum (ABC) model in implementing local content curriculum Zahid Zufar At Thaariq; Muhamad Fahmi Yulianto; Reno Nurdiyanto
Inovasi Kurikulum Vol. 20 No. 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.55882

Abstract

Indonesia terkenal dengan kearifan lokal yang sangat kaya dan beragam. Keberagaman ini menjadikan kekayaan sumber daya manusia memiliki potensi yang bisa dikembangkan dalam ranah kurikulum muatan lokal. Ini secara jelas bertujuan untuk mempertahankan keanekaragaman budaya dan alam Indonesia, serta dapat menjadi sumber pengembangan ekonomi lokal dan keberlanjutan lingkungan. Melalui pertimbangan tersebut, maka artikel ini meninjau konstruksi model adaptive blended curriculum (ABC) yang bertujuan untuk memanifestasikan potensi muatan lokal dengan menggunakan pendekatan naratif. Ini berarti penulis memaparkan hasil tinjauan berdasarkan literatur-literatur yang ada. Hasil tinjauan mengungkapkan Model ABC sebagai konstruk kurikulum yang berorientasi pada gabungan konsep adaptive learning, adaptive curriculum dan blended learning yang bisa diadaptasikan dengan potensi lokal yang ada. Maka, pengajuan model ini dirasa penting untuk mengoptimalkan potensi daerah melalui penerapan kurikulum muatan lokal. Dengan demikian, artikel ini bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan model kurikulum tepat guna (appropriate) yang mengoptimasi potensi kearifan lokal di Indonesia.
Augmented reality integrated chatbot to improve learning outcomes in secondary school students Reno Nurdiyanto; Henry Praherdhiono; Made Duananda Kartika Degeng
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.69108

Abstract

The major challenge in learning science is that it is abstract and complex for some students to understand. For example, elements and compounds cannot be seen directly in very micro-sized objects; therefore, visualizing this concept can be challenging. Another challenge is the limited time for teachers to answer questions, provide explanations, and provide feedback during the learning process. This study aims to develop augmented reality learning tools integrated with large language models in the format of a chatterbot text-to-text that can be utilized on the topic of elements and compounds. The development model that has been implemented is adapted from the Lee and Owen model, which includes need analysis, front-end analysis, design, development, implementation, and assessment. Media and content experts have assessed the technology's suitability for classroom learning for 8th-grade students of Salafiyah Junior High School in Pekalongan. Based on field implementation, this technology obtained a positive perspective and indicated an improvement in learning outcomes on element and compound topics. The integration of AR and ChatBot contributes significantly to the innovative classroom learning process and creates a learning experience that suits the needs of students in this digital era.   Abstrak Kendala utama dalam pembelajaran IPA yaitu abstrak dan sulit untuk dipahami oleh beberapa siswa. Contohnya konsep mengenai unsur dan senyawa yang tidak bisa dilihat dalam bentuk secara langsung dalam objek yang berukuran sangat kecil, sehingga memvisualisasikan konsep ini bisa menjadi tantangan. Tantangan lain berupa waktu yang terbatas untuk guru dalam siswa dalam menjawab pertanyaan, memberikan penjelasan, dan memberikan umpan balik selama proses pembelajaran. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa augmented reality terintegrasi large language models dalam bentuk chatterbot teks ke teks sehingga dapat digunakan pada topik tentang unsur dan senyawa. Model pengembangan yang telah dilakukan diadaptasi model Lee dan Owen, yang meliputi analisis kebutuhan, analisis awal akhir, desain, pengembangan, implementasi, dan penilaian. Ahli media dan ahli materi telah menyatakan kelayakan untuk digunakan dalam pembelajaran kelas pada siswa kelas 8 SMP Salafiyah Pekalongan. Berdasarkan implementasi lapangan, teknologi ini memperoleh perspektif yang positif dan menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada materi unsur dan senyawa. Integrasi dari AR dan Chatbot memberikan kontribusi signifikan bagi sebagai media pembelajaran dalam proses pembelajaran kelas yang inovatif dan menciptakan pengalaman pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa di era digital saat ini. Kata Kunci: artificial intelligence; large language models; pembelajaran IPA; realitas berimbuh