Ichsan Ansari Ibrahim
Institut Teknologi Dan Bisnis Karya Pembangunan Papua

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DEMI PENDAPATAN ASLI DAERAH MENAPAK TILAS INTERAKSI SOSIAL-EKONOMI ORANG ASLI JAYAPURA Ichsan Ansari Ibrahim; Sri Hartati; Alexander Leonard Griapon
ark:/00000/jeb.v13i2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55049/jeb.v13i2.189

Abstract

Berbagai upaya dilaksanakan melalui berbagai program dan kegiatan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian di atas pola pikir dan perilaku masyarakat yang terus berkembang. Tugas tambahan yang dijalankan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah sektoral dan kepala distrik adalah menggali Pendapatan Asli Daerah dan menggairahkan semangat untuk menciptakan kesadaran memungut dan memberikan bagi pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah dalam sektor-sektor tertentu dan di ruang-ruang distrik tertentu untuk bidang-bidang garapan yang sangat penting dan strategis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Hasil kesimpulan penelitian yang berdasarkan pada teori ekonomi pertumbuhan, pemerataan, dan teori-teori lainnya, telah memposisikan anggota klen-klen lokal pada suatu tipe tertentu yang selalu tertinggal dalam sistem ekonomi yang dibangun oleh teori-teori ciptaan para ahli yang memang berada dalam aliran-aliran ekonomi klasik dan modern dengan berbagai cabangnya, yang biasa dikembangkan dalam pendidikan di perguruan tinggi. Para penganut aliran- aliran ini, jebolan dari berbagai perguruan tinggi, kemudian membangun wacana ilmunya ke dalam praktek dari dalam organisasi manapun mereka bekerja, diikuti oleh orang-orang yang telah dipengaruhi dalam organisasi kerja, selanjutnya mempengaruhi pengambilan keputusan kerja bagi perubahan masyarakat, termasuk perubahan masyarakat tujuh belas sub suku bangsa asli di Kabupaten Jayapura
Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Kinerja Kreatif Karyawan Melalui Teamwork dan Komitmen Kerja Herman Jelatu; Ichsan Ansari Ibrahim
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 4: Mei 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i4.3698

Abstract

Kinerja kreatif merupakan suatu hal yang sangat diharapkan oleh setiap pimpinan, baik di instansi pemerintah maupun non pemerintah ataupun di bidang jenis usaha lainnya. Setiap organisasi atau perusahaan, tentunya tidak luput dari masalah operasional, maka hal ini, perlu diupayakan untuk menuntaskan masalah dengan meningkatkan kinerja kreatif dari para karyawan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja kreatif karyawan dengan teamwork dan komitmen kerja sebagai variabel mediasi. Obyek penelitian ini adalah Rumah Makan Nusantara Sentani Papua, dengan jumlah populasi 106 karyawan, penentuan sampel menggunakan sampel jenuh. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data, sedangkan analisis data menggunakan path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengoptimalkan kinerja kreatif karyawan lebih banyak dipengaruhi oleh komitmen kerja, artinya ketika karyawan memiliki komitmen kerja yang baik maka akan memberikan pengaruh yang baik dalam bekerja sehingga setiap karyawan memungkinkan dapat menghasilkan kinerka yang kreatif, ada keyakinan dan loyalitas yang dianut sehingga mendorong dirinya dalam memaksimalkan kemampuan bekerja. Disamping itu, kontribusi variabel teamwork dan pelatihan juga terlihat efektif meningkatkan kinerja kreatif karyawan, kejelasan tujuan dalam bekerja menjadi harapan karyawan bisa bekerjasama dengan baik dalam tim, dan juga pelaksanaan pelatihan yang memperhatikan metode, keterampilan instruktur dan lama waktu. Secara tidak langsung menunjukkan hasil bahwa teamwork dan komitmen kerja dapat memediasi yang cukup baik dalam hubungan pelatihan dan kinerja kreatif karyawan, meskipun kontribusinya masih lebih rendah dibandingkan dengan pengaruh langsungnya.