Novi Mayasari
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SWOT TERHADAP PROGRAM EKSTRAKURIKULER DI MI MA’ARIF NU BANTAR JATILAWANG BANYUMAS Novi Mayasari; Syifa Syahru Ramadani; Muhammad Hananika A.Y.
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 1 (2023): Volume 09 No 01, Maret 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i1.722

Abstract

Education aims to have character to become a better person and prepare to meet their needs by developing their potential. One of the efforts made by educational institutions is to hold extracurricular activities. Extracurricular is an informal educational activity outside the standard curriculum. Extracurricular activities can act as a forum to actively foster hobbies, interests, talents, as well as improve skills, creativity, and increase students' self-confidence. As has been done by MI Ma'arif NU Bantar, located in Jatilawang District, Banyumas Regency, an institution that also focuses its students on being active in extracurricular activities. This study discusses the SWOT analysis which can be seen in terms of weaknesses, strengths, opportunities and threats of the MI Ma'arif NU Bantar Jatilawang Banyumas extracurricular program. SWOT analysis becomes an effective instrument for efforts to develop educational institutions. The research method used in this study is a qualitative descriptive method and is included in field research. The results of this study explain how the SWOT analysis of the extracurricular program at MI Ma'arif NU Bantar Jatilawang Banyumas is as follows which consists of the strengths, weaknesses, opportunities, and threats of the extracurricular programs at MI Ma'arif NU Bantar such as scouts, Marchingband, sports, and MTQ. In general, the strengths that exist in the madrasa are the competence of certified teaching human resources. Then on the weakness, madrasas still lack extracurricular trainers. In the opportunity section, extracurricular activities in madrasas are in great demand by students and get support from the surrounding community. This extracurricular obstacle is the lack of student motivation so that it becomes a sustainable threat for extracurricular activities.
IMPLEMENTASI DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 3 PURWOKERTO Nur Syahira Fauziah Kurniawan; Novi Mayasari
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu mendorong peserta didik memahami materi secara mendalam dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan deep learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di kelas XI SMA Negeri 3 Purwokerto yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan deep learning telah diterapkan secara sistematis. Pada tahap perencanaan, guru menyusun tujuan pembelajaran, modul ajar, materi kontekstual, metode pembelajaran, serta evaluasi yang berorientasi pada pemahaman mendalam peserta didik. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran berlangsung secara aktif, kolaboratif, dan reflektif melalui diskusi, presentasi, tanya jawab, serta pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari. Pada tahap evaluasi, guru tidak hanya menilai hasil belajar, tetapi juga proses pembelajaran yang meliputi keaktifan, kemampuan berpikir kritis, kerja sama, serta perubahan sikap peserta didik. Implementasi pendekatan deep learning memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman, kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, dan pembentukan karakter peserta didik