Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan Manajemen Event Olahraga Bagi Siswa SMAN 1 Wonoayu Erta Erta; Hapsari Shinta Citra Puspita Dewi; Nur Shanti Retno Pembayun; Anggara Cahya Nugraha; Ela Nur Fadilah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i1.1214

Abstract

Kompetensi utama yang harus dikuasai, perlu juga kompetensi pendukung. Era digital yang terjadi saat ini mulai merubah kegiatan dalam masyarakat. Salah satunya adalah memanfaatkan platform digital untuk membuat kegiatan berbasis digital. Event Organizer atau EO adalah istilah untuk penyedia jasa professional penyelenggara acara. Tugas dari EO adalah membantu kliennya untuk dapat menyelenggarakan acara yang diinginkan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan kepada siswa tentang bagaimana memahami strategi manajemen event khususnya olahraga dan melatih keterampilan siswa dalam membuat sebuah proposal event. Metode pelaksanaannya ini meliputi 5 tahapan, yakni (1) analisis kebutuhan pelatihan, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah siswa-siswi SMAN 1 wonoayu mampu membuat proposal event Olahraga dan siswa-siswi memilki semangat yang tinggi untuk mengeksplorasi kemampuan mereka terkait peneyelenggaraan sebuah event olahraga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Siswa dalam mengelola suatu manajemen event olahraga. Sports Event Management Training for Students of SMAN 1 Wonoayu Abstract The main competencies that must be mastered, also need supporting competencies. The digital era that is happening now is starting to change activities in society. One of them is utilizing digital platforms to create digital-based activities. Event Organizer or EO is a term for professional event organizer service providers. The EO's job is to help its clients to be able to organize the desired event. The purpose of this community service activity is to provide knowledge to students about how to understand event management strategies, especially sports and to train students' skills in making an event proposal. The implementation method includes 5 stages, namely (1) training needs analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, and (5) evaluation. The results of this community service activity are that SMAN 1 Wonoayu students are able to make sports event proposals and students have high enthusiasm to explore their abilities related to organizing a sports event. This community service activity aims to increase students' knowledge and skills in managing a sports event management.
Sosialisasi Manajemen Hidup Sehat bagi Guru dan Siswa SMKN 1 Wonoayu melalui Pelatihan Olahraga Pickleball Erta Erta; Hapsari Shinta Citra Puspita Dewi; Nur Shanti Retno Pembayun
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i1.1231

Abstract

Indeks Prestasi Manusia (IPM) yang dimiliki suatu Negara menjadi salah satu alat ukur apakah negeri tersebut telah berhasil dalam upaya meningkatkan kualitas hidup manuasi di Negara tersebut. Status kesehatan menjadi salah satu indicator pengungukuran IPM. Pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk meningkatkan motivasi masyarakat dalam mempertahankan pola hidup sehat pasca pandemic Covid-19 melalui sosialisai manajemen hidup sehat bagi siswa di SMAN 1 Wonoayu. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan melakukan sosilaisasi kesehatan secara interakif, agar materi serta tujuan yang diharapkan dapat sampai secara langsung kepada masyakarat tersebut. Untuk menciptakan manajemen hidup sehat di kolaborasikan dengan pengenalan permaianan olahraga baru Pickleball supaya siswa sekolah dapat melakukan olahrga sederhana dan menyenangkan. Secara umum, hasil kegiatan menunjukkan ketercapaian target materi yang telah direncakan dinilai baik (90%). Semua materi teori dan praktek cabang olahraga pickleball yang telah di rencanakan dapat disampaikan pada mitra, meskipun karna keterbatasan waktu ada beberapa materi yang hanya disampaikan secara garis besar. Kesimpulan yang didapat dari kegiatan ini adalah sebagai berikut, secara keseluruhan baik guru dan siswa SMAN 1 wonoayu merasakan manfaat dari kegiatan edukasi pola hidup sehat yang disampaikan, meskipun masih ada sedikit hambatan terkait sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Healthy Life Management Socialization for Teachers and Students of SMKN 1 Wonoayu through Pickleball Sports Training Abstract The Human Achievement Index owned by a country is a measure of whether the country has been successful in efforts to improve the quality of human life in that country. Health status is one of the indicators for measuring HDI. This community service has the aim of increasing people's motivation in maintaining a healthy lifestyle after the Covid-19 pandemic through the socialization of healthy life management for students at SMAN 1 Wonoayu. The method used in this community service activity is to carry out interactive health outreach, so that the expected material and objectives can reach the community directly. To create healthy living management in collaboration with the introduction of the new sports game Pickleball so that school students can do simple and fun sports. In general, the results of the activity showed that the target material that had been planned was achieved, which was considered good (90%). All theoretical and practical materials for pickleball sports that have been planned can be delivered to partners, although due to time constraints some material is only presented in outline. The conclusions drawn from this activity are as follows, overall both teachers and students of SMAN 1 Wonoayu feel the benefits of the healthy lifestyle education activities delivered, although there are still some obstacles regarding the facilities and infrastructure in schools.
Efek Samping dan Reaktogenisitas Vaksin Covid-19: Survei Penerima Vaksin Nur Syahadati Retno Panenggak; Nur Shanti Retno Pembayun; Erta Erta; Hapsari Shinta Citra Puspita Dewi; Nurhasan Nurhasan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.377 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i2.5466

Abstract

Vaksin merupakan salah satu intervensi terbaik yang dikembangkan untuk pemberantasan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efek samping vaksin AstraZeneca COVID-19.Metode yang dilakukan adalah studi survei cross-sectional dilakukan antara Maret 2021 untuk mengumpulkan data tentang efek vaksin COVID-19 di antara individu setelah vaksinasi diadakan di Universitas Negeri Surabaya. Data demografi dan efek samping vaksin COVID-19 AstraZeneca dilaporkan. Hasil peneltian yaitu rentang usia 41-46 adalah usia dengan presentasi tertinggi diikuti oleh usia 29-34 dan 29-30 dengan presentasi yang sama sebesar 18,8%. Di antara responden, 132 (52%) adalah laki-laki dan 124 adalah perempuan (48%). Dalam penelitian ini, 229 (89,4%) responden mengalami efek samping sedangkan 27 (10,6%) lainnya tidak mengalami efek samping. Dari 256 orang yang divaksinasi AstraZeneca, efek samping lokal di tempat suntikan dialami oleh 69 (27%) orang dan reaksi sistemik dialami oleh 229 orang (89,4%). Gejala yang paling umum dirasakan oleh responden vaksin adalah demam yang dirasakan oleh 92 (35,9%) orang, diikuti oleh menggigil yang dilaporkan oleh 90 (35,1%) orang, sakit kepala yang dikeluhkan oleh 86 (33,6%), nyeri pada tempat suntikan. injeksi dilaporkan oleh 69 (27,0%) responden, nyeri otot dilaporkan oleh 69 (27,0%) responden, nyeri osteoartikular dilaporkan oleh 42 (16,4%) orang, mual dialami oleh 39 (15,2%), kelelahan oleh 28 (10,9). %) orang, bengkak di tempat dilaporkan oleh 22 (8,6%) orang, kemerahan di tempat suntikan dilaporkan oleh 10 (3,9%) orang, batuk dilaporkan oleh 5 (2%) orang, muntah oleh 5 (2%) orang, diare dilaporkan 4 orang (1,6%), sesak napas sebanyak 2 orang (0,8%), sakit perut dialami 3 orang (1,2%), dan pembengkakan kelenjar getah bening terakhir dialami 2 orang (0,8%).
Pelatihan Social Media Marketing pada Pelaku UMKM di Desa Semanding Hapsari Shinta Citra Puspita Dewi; Herma Retno Prabayanti; Nur Shanti Retno Pembayun; Erta Erta
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i2.1325

Abstract

UMKM memiliki peran yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi negara. Tingginya jumlah UMKM di Indonesia tidak terlepas dari berbagai tantangan serta kondisi pandemi Covid-19 yang mendorong perubahan pada pola konsumsi barang dan jasa menjadi momentum untuk mengakselerasi transformasi digital. Globalisasi dan pasar bebas menjadi tantangan bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk terus bertahan. Salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan adalah potensi teknologi informasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM tentang bagaimana memasarkan produk melalui social media. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari empat tahapan yaitu persiapan, survey, pelaksanaan, dan evaluasi. Data hasil kegiatan dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil penilaian langsung oleh tim pelaksana setelah sesi pelatihan/penyampaian materi dilaksanakan pada 20 pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan ini. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan pelaku UMKM mampu membuat akun social media memasarkan produknya lebih luas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM melalui pemanfaatan e-commerce dan social media dengan memperluas akses pasar. Social Media Marketing Training for SMEs in Semanding Village Abstract SMEs play a significant role in the country's economic growth. The high number of SMEs in Indonesia is attributed to various challenges and the Covid-19 pandemic situation, which has driven changes in the consumption patterns of goods and services, becoming an opportunity to accelerate digital transformation. Globalization and free markets present challenges for Small and Medium Enterprises (SMEs) to sustain themselves. One potential aspect that can be utilized is information technology. The objective of this community service activity is to provide training to SME practitioners on marketing products through social media. The implementation method of this activity consists of four stages: preparation, survey, implementation, and evaluation. Data from the activity were analyzed descriptively based on direct assessments by the implementation team after the training/material delivery sessions, involving 20 SME practitioners participating in this activity. The results of this community service activity indicate that SME practitioners were able to create social media accounts to market their products more extensively. This community service activity is expected to enhance the knowledge and skills of SME practitioners in utilizing e-commerce and social media to expand market access.
PERSEPSI DAN PENGETAHUAN ATLET ATLETIK PERSATUAN ATLETIK SELURUH INDONESIA (PASI) JAWA TIMUR TENTANG PENANGANAN CEDERA Pembayun, Nur Shanti Retno; Wahjuni, Endang Sri; Kumaat, Noortje Anita; Widodo, Achmad; Ayubi, Novadri; Nurhasan, Nurhasan; Al Ardha, Muchamad Arif; Ristanto, Kolektus Oky; Bikalawan, Sauqi Sawa; Panenggak, Nur Syahadati Retno; Ristiawan, Bayu
Journal of Sport and Exercise Science Vol. 6 No. 1 (2023): March
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jses.v6n1.p17-24

Abstract

Incidents of injuries that were experienced by track and field athletes in training and matches that are not handled properly. As a result, injury recovery is not always ideal, putting athletes at risk for more serious injuries. This study aims to evaluate the types and treatment of injuries that occur in athletes from the Indonesian Athletics Association (PASI) in East Java Province. This research was conducted in cross-sectional with descriptive and comparative data analysis methods. There were 141 athletic athletes aged 17.97 ± 2.314 years participated in this study. Different test analysis was carried out based on gender, age, and number of competitions that were followed. The instrument used is a questionnaire whose statement items have been tested for validity using Pearson Product Moment and show valid results (p-value <0.05). The results of the normality test showed that the data did not have a normal distribution (p-value <0.05). The non-parametric test showed no significant differences in the perception of injury management based on gender, age, and match number (p-value > 0.05). Furthermore, on the athlete's knowledge, the majority of athletes still believe in traditional handling and do not know first aid for injuries using the Rest, Ice, Compression and Elevation (RICE) method.
Pembelajaran Peluang Bisnis di Bulan Ramadhan pada Mahasiswa di Surabaya Hapsari Shinta Citra Puspita Dewi; Nur Shanti Retno Pembayun; Dwi Cahyo Kartiko
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Politeknik Pratama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v5i1.6345

Abstract

This community engagement program focuses on strengthening students’ entrepreneurial capacity by utilizing the economic momentum of the Ramadan season. As a month filled with religious traditions, cultural practices, and dynamic social activities, Ramadan creates significant shifts in consumer behavior, resulting in increased demand for iftar snacks, seasonal markets, and various short-term business opportunities. These conditions provide students with an accessible space to learn about opportunity recognition, basic business management, and practical marketing strategies tailored to the needs of the surrounding community. Through training sessions, surveys, field practice, and evaluations, students gain hands-on experience that enhances their creativity and innovation, allowing them to develop products and services relevant to the local market. Cultural values also play a central role, as local traditions help shape students’ business ideas and strengthen their understanding of consumer preferences. The collaboration between students, UMKM partners, and community members facilitates knowledge transfer, expands entrepreneurial networks, and supports local economic empowerment. The overall results demonstrate that structured guidance, cultural integration, and active participation in Ramadan activities significantly contribute to students’ entrepreneurial development. Therefore, Ramadan-based entrepreneurship learning can serve as an effective model for fostering young entrepreneurs who are adaptive, innovative, and capable of contributing to sustainable community development.
Sosialisasi Persiapan Volunteer pada Event AUG Volunteer Orientation for the AUG Event Nur Salsabila Rhesa P. P.; Hapsari Shinta Citra Puspita Dewi; Nur Shanti Retno Pembayun
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v4i1.2495

Abstract

The ASEAN University Games (AUG) 2024 is a Southeast Asian multi-sport event held in Surabaya and Malang from June 25 to July 6, 2024. The success of this international event largely depends on the readiness of human resources, particularly volunteers who serve as the frontline in providing services to athletes, officials, and international guests. However, prospective volunteers faced several challenges, including limited understanding of their roles and responsibilities, uneven technical preparedness, inadequate cross-cultural communication skills, and insufficient non-technical training to support professional service delivery. These conditions could hinder coordination and reduce service quality during the event. This community service program aimed to improve volunteer readiness and competence through structured socialization and training activities. The program was implemented using the ADDIE approach, consisting of Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. The training covered volunteer roles and responsibilities, technical skills, emergency response simulations, soft skills development, cross-cultural communication, motivation management, and participant readiness evaluation. The activity involved 40 SMCC volunteers. The evaluation results indicated an improvement in participants' understanding, as reflected by the increase in the average pre-test score from 48 to 68 in the post-test. These findings demonstrate that a structured socialization program effectively enhances volunteers' readiness, competence, and confidence in supporting the successful implementation of the ASEAN University Games 2024.
Sosialisasi Pentingnya Manajemen Resiko Pada Kegiatan Event Olahraga Erta Erta; Hapsari Shinta Citra Puspita Dewi; Nur Shanti Retno Pembayun
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.38327

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya manajemen risiko pada kegiatan event olahraga, khususnya dalam kerjasama dengan PASI Jawa Timur. Dalam konteks penyelenggaraan kejuaraan olahraga yang melibatkan banyak peserta dan stakeholder, risiko yang mungkin terjadi, seperti cedera atlet, masalah logistik, dan cuaca, menjadi perhatian utama. Metode pengabdian yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan penyusunan panduan praktis untuk penyelenggara event. Kegiatan ini dilaksanakan selama delapan bulan, dimulai dari Maret hingga November 2024, dan melibatkan tim yang terdiri dari akademisi dan praktisi di bidang manajemen olahraga. Hasil dari kegiatan ini mencakup publikasi artikel di media massa, pembuatan video kegiatan, dan penyusunan modul panduan manajemen risiko. Melalui sosialisasi ini, diharapkan penyelenggara event olahraga dapat memahami dan mengelola risiko dengan lebih efektif, sehingga dapat menciptakan acara yang lebih aman dan sukses. Pentingnya hasil pengabdian ini terletak pada peningkatan pengetahuan dan kesiapan penyelenggara dalam menghadapi berbagai potensi risiko, yang pada gilirannya dapat meminimalisir kerugian dan meningkatkan kualitas event olahraga yang diselenggarakan.
Sosialisasi Pentingnya Berbagi di Bulan Suci Ramadhan Dwi Cahyo Kartiko; Erta Erta; Nur Shanti Retno Pembayun
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.38397

Abstract

Dalam rangkaian kegiatan ini, tim membagikan 500 paket takjil kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk pemulung dan warga kurang mampu, serta mengadakan kajian keagamaan yang menekankan pentingnya berbagi dalam konteks ajaran Islam. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi dan meningkatkan kesadaran sosial di lingkungan masyarakat. Selama pelaksanaan kegiatan, lebih dari 200 peserta terlibat dalam sosialisasi, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap tema berbagi di bulan suci. Kajian keagamaan yang diadakan juga berhasil menarik perhatian sekitar 100 orang, yang merasa lebih memahami makna berbagi dan kepedulian sosial. Melalui pendekatan ini, kegiatan tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sosial yang penting dalam kehidupan bermasyarakat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap masyarakat, baik dalam hal peningkatan kesadaran sosial maupun dalam membangun hubungan yang lebih baik antar warga. Dokumentasi kegiatan dalam bentuk foto dan video yang dipublikasikan di media sosial membantu menyebarluaskan pesan positif ini ke masyarakat yang lebih luas. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi model bagi program-program sosial di masa depan, yang bertujuan untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian di masyarakat, terutama di bulan-bulan suci lainnya.
The Effect of Red Ginger (Zingiber officinale var. rubrum rhizoma) on Neutrophil Levels After Eccentric Exercise in Support of SDG 3 Rizky Patria Nevangga; Nur Shanti Retno Pembayun; Ananda Perwira Bakti; Ulya Asyrofa; Kandilia Sahani
Journal of Current Studies in SDGs Vol. 2 No. 4 (2026): December
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/jocsis.3.1.259

Abstract

Objective: Exercise-induced muscle damage (EIMD) following eccentric exercise triggers an acute inflammatory response characterized by increased neutrophil infiltration. Although non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) are commonly used to manage inflammation, their prolonged use may cause adverse effects. This study aimed to analyze the effect of red ginger (Zingiber officinale var. rubrum) extract on plasma neutrophil levels after eccentric exercise in untrained individuals as a natural anti-inflammatory strategy supporting SDG 3 (Good Health and Well-being). Method: The experimental study employed a randomized pretest–posttest control-group design involving 30 untrained medical students from Universitas Negeri Surabaya. Participants were randomly assigned to either a control group (placebo) or an experimental group receiving red ginger extract (n = 15 each). Blood samples were collected before exercise and after intervention to determine plasma neutrophil levels. Data were analyzed using normality tests followed by paired-sample t-tests with SPSS version 26. Results: The normality test confirmed that all variables were normally distributed (p > 0.05). The control group showed no significant change in plasma neutrophil levels after eccentric exercise (p = 0.820). In contrast, the experimental group demonstrated a significant reduction in neutrophil levels following red ginger supplementation (p < 0.001), indicating a decreased inflammatory response after exercise-induced muscle damage. Novelty: The study demonstrates the anti-inflammatory potential of red ginger extract using plasma neutrophil count as an early biomarker of EIMD after eccentric exercise. The findings provide evidence for a safe, affordable, and locally available natural alternative to conventional anti-inflammatory medication, contributing to healthier exercise recovery and supporting Sustainable Development Goal 3.