Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Resepsi Khalayak terhadap Citra Universitas Negeri Surabaya Melalui Konten Kece Media By UNESA Herma Retno Prabayanti; Milani Eka Erfianah
Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 4 (2023): November : Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jipsoshum-widyakarya.v1i4.1545

Abstract

With the increasing number of internet users, communication in educational institutions is increasing and becoming a priority. Before making a choice to one of the universities, information searches related to higher education are now also carried out. Educational institutions, especially universities, are now starting to open communication networks through social media. As Surabaya State University did, after officially holding the status of a Legal Entity University, the image of the Institution has become a priority. As of October 2022, Surabaya State University officially switched from PTN-BLU to PTN-BH through Government Regulation Number 37 of 2022, concerning State Universities with Legal Entity Surabaya State University. Therefore, there needs to be many breakthroughs in the order of public relations management in order to maintain a positive image of the Educational Institution. With a positive image of the institution, it is hoped that it will be able to increase the number of applicants, leading to an increase in university revenue. So that through the audience reception proposed by Stuart Hall in this research, it is hoped that it will be able to explain the audience's reception of the Kece Media by Unesa social media content, especially the Surabaya State University Talk program on the Unesatv Youtube channel in interpreting the messages contained in the content obtained by the audience. This research uses the Reception Analysis method using data collection techniques in the form of interviews, documentation and FGD (Focus Group Discussion). Interviews and FGDs showed that each informant gave diverse answers according to their point of view. From the interviews, it was found that the Bincang Universitas Negeri Surabaya program provides a lot of insight into what study programs are at Universitas Negeri Surabaya, what will be learned from these study programs and what graduates will become. So that audiences can find out the study program side of each Faculty at Surabaya State University. In addition, according to their views, the Bincang Universitas Negeri Surabaya program seems boring because it is presented with static viewing.
Pelatihan Social Media Marketing pada Pelaku UMKM di Desa Semanding Hapsari Shinta Citra Puspita Dewi; Herma Retno Prabayanti; Nur Shanti Retno Pembayun; Erta Erta
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i2.1325

Abstract

UMKM memiliki peran yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi negara. Tingginya jumlah UMKM di Indonesia tidak terlepas dari berbagai tantangan serta kondisi pandemi Covid-19 yang mendorong perubahan pada pola konsumsi barang dan jasa menjadi momentum untuk mengakselerasi transformasi digital. Globalisasi dan pasar bebas menjadi tantangan bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk terus bertahan. Salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan adalah potensi teknologi informasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM tentang bagaimana memasarkan produk melalui social media. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari empat tahapan yaitu persiapan, survey, pelaksanaan, dan evaluasi. Data hasil kegiatan dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil penilaian langsung oleh tim pelaksana setelah sesi pelatihan/penyampaian materi dilaksanakan pada 20 pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan ini. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan pelaku UMKM mampu membuat akun social media memasarkan produknya lebih luas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM melalui pemanfaatan e-commerce dan social media dengan memperluas akses pasar. Social Media Marketing Training for SMEs in Semanding Village Abstract SMEs play a significant role in the country's economic growth. The high number of SMEs in Indonesia is attributed to various challenges and the Covid-19 pandemic situation, which has driven changes in the consumption patterns of goods and services, becoming an opportunity to accelerate digital transformation. Globalization and free markets present challenges for Small and Medium Enterprises (SMEs) to sustain themselves. One potential aspect that can be utilized is information technology. The objective of this community service activity is to provide training to SME practitioners on marketing products through social media. The implementation method of this activity consists of four stages: preparation, survey, implementation, and evaluation. Data from the activity were analyzed descriptively based on direct assessments by the implementation team after the training/material delivery sessions, involving 20 SME practitioners participating in this activity. The results of this community service activity indicate that SME practitioners were able to create social media accounts to market their products more extensively. This community service activity is expected to enhance the knowledge and skills of SME practitioners in utilizing e-commerce and social media to expand market access.
CONTENT CREATOR YANG BERKARAKTER BERDASARKAN ANALISIS VIDEO YOUTUBE NINGSIH TINAMPI Yanuarita Kusuma; Herma Retno Prabayanti
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 21, No. 2 December 2022
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v21i2.2111

Abstract

Being a konten kreator has its own challenges because every day you must update the ideas and concepts of the content that will be presented. It's not uncommon to choose shortcuts by using sensations to get the audience's attention. Konten kreator is a profession that has emerged as a developing technology product. Anyone can become a konten kreator; the problem then is how the konten kreator can communicate messages to the public properly. There needs to be a strategy implemented so that uploaded content can have a positive impact on increasing the number of engagement or follower accounts on social media. This article will focus on examining communication strategies to become a good konten kreator using Ningsih Tinampi's Youtube content as a case study. This research was conducted using a qualitative approach with semiotic analysis methods, then to test the validity of this research. Then the research team will use data triangulation. The results of the study show that a verbal and non-verbal approach with character needs to be owned by a konten kreator. In addition, Ningsih Tinampi's communicator credibility is Terminal credibility, which is a combination of derived and initial that complement each other. This is a combination of forms of verbal and non-verbal communication messages that have been successfully shown in every YouTube content.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Kewirausahaan Erta Erta; Herma Retno Prabayanti; Hapsari Shinta Citra Puspita Dewi
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.38328

Abstract

Kemiskinan menjadi salah satu isu penting dalam pembangunan. Saat ini, kurang dari 10 persen penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Salah satu upaya menurunkan tingkat kemiskinan tersebut adalah melalui peningkatan pelayanan dasar karena kemiskinan sering kali disebabkan ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Selain itu, pemerintah berupaya untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, terutama untuk masyarakat kurang mampu. Saat ini, kurang dari 10 persen penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Potensi kaum perempuan dalam kehidupan masyarakat masih belum mendapat porsi yang wajar. Perempuan lebih banyak tertinggal dalam mengakses layanan publik, pendidikan, kesehatan, dan aspek lain, sehingga menjadi kaum yang rentan dan miskin. Metode pelaksanaannya ini meliputi 4 tahapan, yakni (1) kegiatan pemberdayaan yang diobservasi tidak mungkin dipisahkan dari konteksnya, (2) pemahaman terhadap studi ini membutuhkan perangkat kualitatif berupa observasi dan wawancara (3) laporan ini didasarkan pada asumsi dari teori kewirausahaan sosial. Hasil dari pengabdian ini para perempuan menghasilkan produk berkualitas dan dapat mengelola waktu dengan baik karena di samping mengurus rumah tangga, Perempuan juga memiliki target untuk menyelesaikan pekerjaan.
Pelatihan Keterampilan Konten Digital Bagi Pelajar di Sma Negeri 1 Menganti Herma Retno Prabayanti; Nur Salsabila Rhesa; Kolektus Oky Ristanto
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.38424

Abstract

Pelatihan keterampilan konten digital bagi siswa di SMA Negeri 1 Menganti merupakan upaya untuk meningkatkan literasi digital dan pemahaman tentang konten digital di kalangan pelajar. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep dasar, strategi, serta tren terbaru dalam industri konten digital. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung dalam menciptakan serta mempromosikan konten digital. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dan mampu memahami makna serta pentingnya keterampilan konten digital. Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan wawasan dan keterampilan baru yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan digital siswa, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap branding dan pemanfaatan media sosial di kalangan generasi muda. Dan siswa dapat mempunyai keterampilan baru baik softskill dan hardskill yaitu konten digital (content creator) untuk mengahadapi era revolusi 4.0.
Pengalaman Nano Influencer Dalam Memanfaatkan AI PROMPT Pada Produksi Konten Endorsement Di TikTok Salsabilla Liesvarastranta Tsalatsa; Herma Retno Prabayanti
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81368

Abstract

Nano influencer yang bekerja sebagai solo creator mulai memanfaatkan AI Prompt untuk membantu proses produksi konten endorsement di TikTok. Kehadiran teknologi ini memungkinkan kreator untuk menghasilkan ide, menyusun script, dan mengembangkan konsep konten lebih cepat di tengah tingginya perputaran tren dan informasi pada platform tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman nano influencer dalam memanfaatkan AI Prompt pada proses pembuatan konten endorsement di TikTok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui pendekatan fenomenologi sosial Alfred Schutz. Subjek dalam penelitian ini adalah enam nano influencer di TikTok yang pernah memanfaatkan AI Prompt dalam proses pembuatan konten endorsement. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam dan observasi. Peneliti menggunakan empat teknik analisis data, yaitu epoche, reduksi fenomenologi, variasi imajinatif, dan sintesis, dengan member check sebagai uji keabsahan data. Hasil penelitian ini menemukan bahwa nano influencer kerap memanfaatkan AI Prompt untuk membantu produksi konten endorsementmereka. AI Prompt membantu nano influencer mengatasi creative block dalam proses produksi konten, sekaligus menjadi alat bantu bagi nano influencer hingga teman untuk bertukar pendapat. Pengalaman tersebut dimaknai melalui because motive yang dilatarbelakangi pengalaman menghadapi creative block dan tuntutan pekerjaan, serta in-order-to motiveyang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam produksi konten.
Pengaruh Kualitas Konten Tiktok Bang Jago Kopi Terhadap Purchase Intention Jago Coffee Nadiva Aulia Ramadhani; Herma Retno Prabayanti
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81406

Abstract

Perkembangan TikTok menjadi sarana krusial bagi industri kuliner modern dalam membangun minat beli konsumen melalui pengelolaan konten. Penelitian ini menganalisis pengaruh Kualitas Konten TikTok @bangjagokopi terhadap Purchase Intention Jago Coffee menggunakan landasan konsep Komunikasi Pemasaran Digital. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan profil keterpaparan media dan Rumus Slovin. Data dikumpulkan via Google Form dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan kualitas konten berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchase Intention (t hitung 21,154 > 1,984; sig. 0,001 < 0,05) dengan kontribusi sebesar 82% (R Square = 0,820). Secara deskriptif, dimensi Relevansi Konten paling dominan pada variabel X karena mampu membangun kedekatan emosional, sedangkan dimensi Niat Membeli mencatat nilai tertinggi pada variabel Y yang didominasi hasrat spontan mencoba produk. Penelitian ini mengidentifikasi dua bentuk research gap. Pertama, Kesenjangan Motif Audiens menunjukkan audiens lebih menuntut informasi produk dan transparansi harga dibandingkan unsur hiburan. Kedua, Kesenjangan Waktu Respons memperlihatkan adanya perbedaan antara tingginya hasrat spontan jangka pendek untuk mencoba produk akibat penasaran visual, dengan rendahnya komitmen pembelian ulang jangka panjang akibat batasan fisik aksesibilitas armada serta kecocokan rasa. Disimpulkan bahwa komunikasi pemasaran digital efektif membangun ketertarikan awal, namun loyalitas konsumen tetap ditentukan oleh validasi fisik terhadap kualitas pelayanan riil dan produk di lapangan.
Pengaruh Kredibilitas Dokter Detektif terhadap Pemahaman Kesehatan Kulit pada Tiktok (Survey pada Followers Akun Tiktok @dokterdetektif): Dewinta Soenardi; Herma Retno Prabayanti
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.73279

Abstract

Maraknya praktik overclaim dalam pemasaran produk perawatan kulit atau skincare di media sosial, terutama Tiktok berpotensi merugikan konsumen dan beresiko membahayakankesehatan kulit. Kehadiran akun edukasi seperti Dokter Detektif menunjukkan bagaimanakredibilitas mampu mempengaruhi pemahaman dan sikap audiens dalam menentukan produkperawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kredibilitas(kepercayaan dan keahlian) seorang dokter influencer terhadap pemahaman kesehatan kulit(translasi, interpretasi dan ekstrapolasi) para pengikut. Pengumpulan data dilakukan dengankuesioner yang disebarkan langsung kepada 130 pengikut akun @dokterdetektif di Tiktok.Metode statistik menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan pengujian hipotesis UjiT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kredibilitas Dokter Detektif berpengaruhterhadap pemahaman kesehatan kulit audiens dengan nilai t hitung > t tabel (15,636 > 1,9786)dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (< 0,05) dan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar0,656 yang berarti memiliki pengaruh kuat/tinggi. Penelitian ini menghimbau audiens untuklebih kritis dalam menerima informasi di media sosial, terutama Tiktok.
Pengaruh Kredibilitas Sumber dalam Employee Generated Content terhadap Brand Image PT.RANS Kosmetika Indonesia di TikTok pada Generasi Z Nessya Aulia; Herma Retno Prabayanti
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75327

Abstract

Employee Generated Content (EGC) merupakan strategi komunikasi pemasaran digital yang memanfaatkan karyawan sebagai sumber informasi dan representasi merek di media sosial. Kredibilitas sumber menjadi faktor penting dalam mempengaruhi penerimaan pesan oleh audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kredibilitas sumber dalam Employee Generated Content (EGC) pada konten TikTok “A Day in My Life as PNS (Pegawai Nagita Slavina)” terhadap Brand Image PT RANS Kosmetika Indonesia di kalangan Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap audiens TikTok Generasi Z yang pernah menonton konten EGC melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas sumber dalam EGC berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Image (sig. 0,000 < 0,05; t hitung 19,003 > t tabel 1,965). Dimensi trustworthiness menjadi indikator paling dominan dalam variabel kredibilitas sumber, sedangkan pada variabel Brand Image indikator user image memiliki pengaruh tertinggi. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa EGC yang menekankan kredibilitas dan keaslian karyawan efektif digunakan sebagai strategi komunikasi pemasaran untuk membangun citra merek di kalangan Generasi Z pengguna TikTok.  
REPRESENTASI DIRI INFLUENCER DALAM MEMBENTUK PERSONAL BRANDING (Studi Kasus Deskriptif Kualitatif Pada Akun TikTok CEO Of Sexy Javanese Accent Natasha Keniraras) Sayyidah Fatimah Azzahra; Herma Retno Prabayanti
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75426

Abstract

Influencer merupakan individu yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi perilaku, opini, dan gaya hidup orang lain melalui media sosial. Di era digital saat ini, media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga wadah untuk membangun personal branding. TikTok menjadi salah satu platform paling populer yang memungkinkan seseorang mengekspresikan diri melalui konten video singkat. Natasha, seorang wanita asal NTB yang dikenal dengan julukan CEO of Sexy Javanese Accent, menjadi contoh nyata dari keberhasilan membangun citra diri melalui media sosial. Ia dikenal karena penggunaan aksen bahasa Jawa medok yang khas dan autentik, yang berhasil menarik perhatian masyarakat luas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi, serta pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Natasha berhasil membangun personal branding yang kuat dengan menerapkan sepuluh prinsip personal branding menurut Rampersad, yaitu keaslian, integritas, konsistensi, spesialisasi, keberbedaan, relevansi, visibilitas, kegigihan, kebaikan, dan kinerja. Keberhasilannya dalam mempertahankan karakter unik, konsistensi dalam membuat konten, serta kemampuannya berinteraksi dengan audiens menjadikannya representasi nyata dari influencer modern yang mampu mengelola citra diri secara efektif di dunia digital.