Treesia Sujana
Institut Kesehatan Immanuel

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERAN POSYANDU DALAM PEMBERIAN PROMOSI KESEHATAN DENGAN KECUKUPAN GIZI PADA BALITA DI KECAMATAN TOBELO HALMAHERA UTARA Treesia Sujana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.453

Abstract

Status gizi merupakan keadaan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh untuk tumbuh kembang terutama untuk balita. Prevalensi gizi buruk di Provinsi Maluku Utara pada tahun 2009 masih tinggi yaitu 22,8 % untuk itu dibutuhkan peran Posyandu untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan di Desa. Salah satu program Posyandu yang perlu dilaksanakan adalah promosi kesehatan guna mencegah terjadinya gizi buruk dan meningkatkan derajat kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran posyandu dalam pemberian promosi kesehatan terkait kecukupan nutrisi pada balita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan tipe survei korelasional. Responden  dalam penelitian ini adalah ibu/orang tua yang ditentukan menggunakan purposive sampling. Teknik pengambilan data menggunakan observasi dan pengisian kuesioner. Metode pengolahan data yang digunakan adalah editing, coding dan entry data. Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariat untuk karakteristik responden dan analisis bivariat dengan uji korelasional. Hasil penelitian didapatkan tiga tema yaitu (1) promosi kesehatan, (2) status kecukupan gizi balita dan (3) hubungan promosi kesehatan dengan kecukupan gizi pada balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara promosi kesehatan dengan kecukupan gizi pada balita berdasarkan hasil uji chi square sebesar 0,002. Promosi kesehatan yang berupa pemberdayaan dengan presentasi 71%, bina suasana 72%, advokasi 83%, dan komunikasi 82% semua ini menunjukkan bahwa ibu berespon baik terhadap promosi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan sehingga terdapat hubungan dengan sikap ibu dalam perbaikan status gizi pada balita yang memiliki persentasi sebesar 80%. Kata Kunci : Balita, Kecukupan Gizi, Peran Posyandu
STRATEGI PETUGAS KESEHATAN DI DALAM LAYANAN KESEHATAN ANAK TERKAIT KEARIFAN LOKAL DI AREA KERJA PUSKESMAS TUMBANG SAMBA Treesia Sujana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v18i1.305

Abstract

Kearifan lokal merupakan tradisi turun-temurun yang sebagian masyarakat masih menggunakan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun-temurun. Praktik kesehatan yang terkait kearifan lokal pada anak ditemukan di area kerja Puskesmas Tumbang Samba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  melihat gambaran strategi petugas kesehatan di dalam layanan kesehatan anak yang terkait dengan kearifan lokal masyarakat di area kerja Puskesmas Tumbang Samba. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam. Data dari hasil wawancara yang telah diperoleh dianalisa dengan mengunakan model Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2017, selama 3 bulan di 13 desa yang masuk area kerja Puskesmas Tumbang Samba. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa tenaga kesehatan  memiliki peran sebagai edukator, pelaksana program dan pemberi layanan kesehatan, untuk memfasilitasi tradisi yang ada di masyarakat petugas kesehatan melakukan pemantawan ke rumah-rumah atau kunjungan rumah, disela-sela pengobatan tenaga kesehatan memberikan edukasi kepada pasien dan memberikan penyuluhan pada kelas ibu hamil baik sebelum dan setelah melahirkan.
GAMBARAN IMPLEMENTASI RUMAH TUNGGU KELAHIRAN DI KABUPATEN SEMARANG Treesia Sujana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v18i2.397

Abstract

Rumah tunggu kelahiran adalah rumah tunggu sementara bagi ibu hamil resiko tinggi. Rumah tunggu kelahiran di Kabupaten Semarang sudah ada sejak tahun 2016. Penelitian ini  menggunakan metode secara kualitatif deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran implementasi program  rumah tunggu kelahiran di Kabupaten Semarang. Analisa data yang dapatkan bahwa rumah tunggu kelahiran di Kabupaten Semarang yaitu a) Teridentifikasi Alur Teknis Rumah Tunggu Kelahiran. b) Target utama dari Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) adalah Ibu Hamil Resiko Tinggi. c) rumah tunggu kelahiran teridentifikasi mempermudah akses bagi ibu hamil risiko tinggi yang bertujuan menurunkan angka kematian ibu d) strategi lingkungan kondusif dan penciptaan alur komunikasi bagi ibu/target rumah tunggu kelahiran maupun tenaga kesehatan. Implementasi dari rumah tunggu kelahiran di Kabupaten Semarang sudah baik karena tahun depan akan dibangun lagi dua rumah tunggu kelahiran. Kata kunci : gambaran implementasi, rumah tunggu kelahiran
PERAN PUSKESMAS DALAM IDENTIFIKASI DINI PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA LANSIA Treesia Sujana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.456

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolisme yang ditandai dengan meningkatnya glukosa darah didalam tubuh yang disebabkan karena jumlah insulin yang kurang. DM banyak terjadi pada kelompok lanjut usia (lansia) yang disebabkan faktor degeneratif. Angka kejadian DM pada lansia cukup banyak terjadi oleh karena itu dibutuhkan identifikasi dini penyakit  DM khususnya di Puskesmas. Puskesmas berperan untuk mengenali tanda dan gejala DM melalui program-program yang di jalankan Puskesmas sehingga peningkatan prevalensi DM pada lansia dapat di cegah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran tenaga kesehatan di Puskesmas dalam mengidentifikasi dini penyakit DM pada lansia di Halmahera Utara Kecamatan Tobelo. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang yang ditentukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, kemudian data diolah dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mendapatkan empat tema yaitu (1)peran tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan pada lansia, (2) program Puskesmas pada lansia dengan DM (3) kendala dalam mengidentifikasi penyakit DM pada lansia dan (4) pengalaman perawat dalam menangani penyakit DM pada lansia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peran Puskesmas dalam mengidentifikasi dini penyakit Diabetes Melitus pada lansia sudah terlaksanakan di Puskesmas Tobelo melalui perannya sebagai edukator, konsultan, dan kolabolator dalam memberikan pelayanan. Kata Kunci: DM, Lansia, Program Puskesmas
Self-efficacy and self-care among non-hemorrhagic stroke patients: A cross-sectional study Priyo Sasmito; Mugi Hartoyo; Treesia Sujana; Sudrajat Sudrajat; Sukirman Lie; Novia Dwi Astuti; Adil Setia Gulo; Ultra Madani; Fahrun Nur Rosyid
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i4.1054

Abstract

Background:  Self-care is a vital component in the recovery process of non-hemorrhagic stroke patients, who often encounter physical and psychological challenges that reduce their independence. One influential factor in self-care ability is self-efficacy. Purpose: To determine the relationship between self-efficacy and self-care in non-hemorrhagic stroke patients. Method: A descriptive correlational, specially focusing on cross-sectional method. The study took place from December 2023 – December 2024 in Dr. Kariadi General Hospital, Semarang. The independent variable was self-efficacy dependent variable is self-care in non-hemorrhagic stroke patients. Using purposive sampling and lameshow formula 55 participants were selected who met specific inclusion and exclusion criteria. The analysis proceeded with a univariate test to determine the frequency distribution of respondent’s characteristics, followed by bivariate analysis using pearson correlation. Results:  Here strong and statistically significant positive relationship r = 0.698, p = 0.000 between self-efficacy and self-care wiith a mean self-efficacy of 25.57±4.60 and self-care of 56.32±16.8, concluded that greater levels of self-efficacy are significantly correlated with greater self-care ability. Conclusion: The study a significant positive correlation between self-efficacy and self-care in non-hemorrhagic stroke patients, indicating that increased confidence in patients correlates with their ability to engage in self-care independently.