Kamilus Bato
Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero, Maumere-Flores, NTT

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RITUS PATI KA ATA MATA PADA MASYARAKAT DESA RABURIA SEBAGAI WADAH UNTUK MENGENAL DIRI SENDIRI SEBAGAI CIPTAAN TUHAN Kamilus Bato; Maria Florentina Rumba; Andreas Geleda Manuk
JISOS: JURNAL ILMU SOSIAL Vol. 2 No. 2: Maret 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan manusia tentunya tidak terlepas dari sebuah kebudayaan. Manusia merupakan makhluk berpikir dan dengan daya akal yang dimiliki, manusia boleh mencari tahu dan mengetahui siapa dirinya yang sesungguhnya. Dalam kehidupan masyarakat tentunya mempunyai banyak kebudayaan yang dianut sesuai dengan tradisi dari masing-masing kelompok masyarakat. Dalam tulisan ini, hal yang akan dibicarakan merupakan kebudayaan masyarakat Desa Raburia dalam ritus Pati Ka Ata Mata. Dalam ritus Pati Ka Ata Mata masyarakat setempat mempercayai bahwa ritus tersebut sebagai media untuk mengungkapkan kedekatan mereka dengan para leluhur yang sudah meninggal. Masyarakat Desa Raburia dengan penuh keyakinan menyampaikan permohonan, harapan dan rasa syukur kepada para leluhur atas segala hal yang telah terjadi dalam kehidupan mereka selama ini. Mereka meyakini bahwa para leluhur tetap mendukung perjuangan hidup mereka dan selalu ada bersama dengan mereka walaupun mereka adalah roh yang tak kelihatan. Masyarakat yang meyakini bahwa melalui ritus Pati Ka Ata Mata, mereka dapat menemukan jati diri serta martabat yang luhur sebagai ciptaan Tuhan yang mulia dan utuh. Selain itu, mereka menghayati atas kehadiran budaya tersebut sebagai pembawa damai dan sukacita serta memupuk rasa persaudaraan di antara kelompok masyarakat.
NILAI LUHUR MAHAR (BELIS) DALAM RITUS ADAT PERNIKAHAN DI KABUPATEN SIKKA - NUSA TENGGARA TIMUR Andreas Geleda Manuk; Kamilus Bato
JISOS: JURNAL ILMU SOSIAL Vol. 2 No. 3: April 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menggali nilai luhur belis dalam ritus penikahan adat di Sikka. Metode yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif dengan instrumen penelitian berupa wawancara lisan dengan narasumber atau tokoh adat masyarakat Sikka. Penulisan artikel ini juga dilengkapi dengan pendekatan kualitatif, yaitu dengan menggunakan literatur-literatur berupa buku dan jurnal. Data-data penelitian tentang nilai luhur belis dalam ritus pernikaan adat di Sikka kemudian dianalisis sehingga ditemukan maknanya untuk diperkuat dengan konsep yang relevan dengan masyarakat Sikka. Berdasarkan hasil penelitian, penulis dapat menyimpulkan tentang nilai luhur belis dalam ritus pernikahan adat di Sikka. Ditemukan beberapa nilai luhur ritus pernikahan di Sikka yang memiliki maknanya masing-masing. Pertama, mengungkapkan penghormatan dan penghargaan terhadap pribadi manusia (perempuan); Kedua, merupakan tanda penghargaan terhadap keluarga wanita; Ketiga, mempererat hubungan sosial; Keempat, lambang pengorbanan dan pendewasaan cinta; dan Kelima, legilisator turunan