Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRATEGI PEMBINAAN KESADARAN BELA NEGARA MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG OPERASI MILITER SELAIN PERANG DI KABUPATEN BENGKAYANG Robby Lukman Leksana; Haposan Simatupang; Dwi Hartono
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v13i1.4457

Abstract

Bengkayang merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Di Kabupaten Bengkayang banyak terjadi pelanggaran tapal batas, penyelundupan, dan pelanggaran lainnya yang melibatkan masyarakat di perbatasan sehingga mengancam masalah kebangsaan serta ancaman militer dan non militer. Pelanggaran atau permasalahan-permasalahan ini akan menimbulkan efek yang bisa mengancam kestabilan negara termasuk bisa membuat kesadaran mayarakat dalam bela negara berkurang. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis strategi pembinaan kesadaran bela negara masyarakat dalam Mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP) di Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analitik eksploratif. Metode kualitatif analitik eksploratif digunakan untuk dapat memahami secara mendalam masalah yang diteliti, makna peristiwa, dan interaksi orang-orang dengan situasi tertentu serta bertujuan untuk memperdalam pengetahuan dan mencari ide-ide baru mengenai suatu gejala tertentu, juga untuk merumuskan masalah secara lebih terperinci. Data pada penelitian ini didapatkan dari 10 orang informan kunci. Pemilihan informan berdasarkan kesesuaian dengan permasalahan yang ada, dan dapat dipercaya sebagai sumber data yang kompeten, dan kredibel. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa dalam melakukan pembinaan kesadaran bela negara guna mendukung OMSP di Kabupaten Bengkayang Kodim dan Kesbangpol menggunakan tiga strategi yaitu; melakukan pembinaan kesadaran bela negara pada isu batas negara, melakukan pembinaan kesadaran bela negara melalui kegiatan sosial kemasyarakatan, serta melakukan kegiatan santunan kepada Ibu-Ibu Lansia dan anak yatim, perbaikan tempat ibadah dan sekolah-sekolah serta kegiatan kepramukaan bagi guru-siswa. Selain itu, dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat di perbatasan dan mendukung peningkatan kesadaran bela negara, Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang juga turut mengambil bagian yaitu dengan dengan membentuk desa siaga perbatasan sebagai sistem rujukan kesehatan, melakukan pembinaan kemampuan pemasaran hasil produksi pertanian dan kerajinan kawasan perbatasan, serta memperluas akses dan mutu Pendidikan.
Strategi Pertahanan TNI AD Dalam Menghadapi Ancaman Siber (Studi Kasus Perang Rusia-Ukraina Periode 2014-2023) Suwanda Suwanda; Deni Dadang; Dwi Hartono
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7769

Abstract

Ruang siber kini menjadi elemen penting dalam pertahanan modern. Perang Rusia-Ukraina periode 2014-2023 menunjukkan bahwa serangan siber dapat terintegrasi dengan operasi militer untuk merusak infrastruktur vital, mengganggu sistem komando dan komunikasi, serta menyebarkan disinformasi. Di Indonesia, berbagai anomali dan insiden siber terjadi pada instansi strategis, termasuk TNI AD, seperti kebocoran data, serangan malware, website defacement, dan serangan siber lainnya, menunjukkan bahwa ancaman terhadap pertahanan nasional semakin nyata dan perlu mendapat perhatian serius. Oleh karena itu, TNI AD perlu memperkuat pertahanan siber yang adaptif dan berlapis guna menjaga jaringan komando, sistem informasi, dan kesiapsiagaan operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan TNI AD dalam menghadapi ancaman siber, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pembangunan pertahanan siber, serta merumuskan strategi yang dapat diterapkan menggunakan kerangka Ends, Ways, dan Means. Metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi kasus Perang-Ukraina periode 2014-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TNI AD telah memiliki satuan siber dan infrastruktur teknologi dasar. Namun, masih terdapat tantangan berupa ketimpangan infrastruktur teknologi antar satuan, keterbatasan personel ahli yang tersertifikasi, implementasi regulasi yang belum konsisten, serta koordinasi lintas lembaga yang perlu diperkuat. Pembelajaran dari perang Rusia–Ukraina menekankan pentingnya struktur komando siber yang kuat, SDM profesional, pertahanan berlapis, integrasi C5ISR, serta kemandirian teknologi. Kesimpulannya, pertahanan siber TNI AD masih dalam tahap berkembang dan membutuhkan penguatan organisasi, SDM, infrastruktur teknologi, serta tata kelola. Diperlukan pemerataan kapasitas siber, peningkatan profesionalisme personel, modernisasi infrastruktur teknologi, serta kolaborasi nasional untuk mewujudkan pertahanan siber yang adaptif dan tangguh.
Model Strategi Modernisasi Alutsista dan Peningkatan Kompetensi Personel untuk Mewujudkan Efektivitas Operasi Penerbangan TNI Angkatan Laut Dani Achnisundani; Dwi Hartono; Tasdik Mustika Alam
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.318

Abstract

The modernization of main weapon systems (Alutsista) and the enhancement of personnel competence are two fundamental pillars that determine the effectiveness of Naval Aviation operations in responding to increasingly complex maritime threats and strategic environmental dynamics. This study aims to develop an integrated strategic model that connects Alutsista modernization requirements with the strengthening of personnel capabilities to achieve optimal and sustainable operational readiness. This research employs a qualitative descriptive-analytic method, utilizing literature review, policy document analysis, and thematic triangulation based on concepts of combat readiness, capability-based planning, and organizational competency theory. The findings indicate that the effectiveness of Indonesian Naval Aviation operations is influenced by three key factors: (1) accelerated modernization of technologically advanced and maritime-operation-compatible Alutsista; (2) enhancement of personnel competence through tiered training schemes, technical specialization, and competency-based human resource governance; and (3) integration of maintenance, logistics, and digital-based simulation systems. The study produces a conceptual strategic model that positions the synchronization of Alutsista modernization and personnel competence development as the foundation for improving readiness, mission reliability, and aviation safety. Recommendations include strengthening the training-ahead-of-equipment policy, developing an integrated MRO ecosystem, and accelerating digital transformation within Puspenerbal’s operational systems. This model is expected to serve as a reference for strategic decision-making and force planning within Indonesian Naval Aviation to support national sovereignty and maritime security.
Strategi Kerja Sama Operasi dan Pertukaran Informasi Antara TNI Bersama Stakeholder Maritim dalam Pengamanan Laut Natuna Utara Untuk Menjaga Kedaulatan Negara Arif Prasetyo Irbiyanto; Dwi Hartono; Tasdik Mustika Alam
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.333

Abstract

The North Natuna Sea is a strategic area facing threats of sovereignty violations, illegal fishing, and regional geopolitical dynamics that have the potential to disrupt national stability. These conditions require strengthening operational cooperation and information exchange between the Indonesian National Armed Forces (TNI) and maritime stakeholders to ensure effective maritime security. This study aims to analyze the actual conditions of operational cooperation, identify factors that influence success, and formulate information exchange strategies to support the security of the North Natuna Sea in maintaining national sovereignty. This study uses a qualitativeapproach through interviews, observations, and document studies with source triangulation. The results show that interagency coordination has been carried out through operational communication, logistical support, and the utilization of intelligence data. However, integration has not been optimal due to limitations in interoperability, the absence of continuous integrated patrols, differences in information exchange procedures, and obstacles in maritime surveillance technology. The success factors of cooperation are influenced by policy support, human resource readiness, availability of surveillance facilities, and clarity of the chain of command and control. The recommended strategies include optimizing maritime intelligence, strengthening interagency coordination forums, improving communication network security, harmonizing standard operating procedures, this strengthened synergy contributes to increased security effectiveness, state presence, and deterrence in the North Natuna Sea.