Nurhaliza Nurhaliza
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEJARAH TUAN GURU BASSALAM: Syekh Abdul Wahab Rokan Ricu Sidiq; Dwi Ryzki Adyanti; Miftahul Jannah; Masroito Siregar; Nurhaliza Nurhaliza
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2023): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v8i1.44518

Abstract

Sheikh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsyabandi is a prominent scholar, Wali Allah, leader of Tariqat Naqsaybandiah, Freedom Fighter and known as Tuan Guru Babussalam. He was born in the village of Danau Runda, Rantau Binuang Sakti Village, Negeri Tinggi, Kecepatan District, Rokan Hulu Regency, Riau. Tuan Guru was born on the 10th of Rabi'ul Akhir 1230 H (28 September 1811). He has a good morals, diligent worship, and always implement God's command. At the moment his mother had died at the time he was 2 years old he was then sorted by his father and his father became the first madrasah he knew and studied religious science. He stayed on the langkat at the offer of the sultan of Moses, and he gave up the area above the bug sei to be the home of sheikh abdul wahab and his followers and a village called "babussalamā€.He herself indicate the science of religion and other ones never left behind his education. This study aims to find out how the journey of the story of a Sheikh Abdul Wahab Rokan in North Sumatra. This study uses a research method used is a historical research method consisting of Heuristics, Source Criticism, Interpretation and Historiography.
Pemahaman dan Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Ika Purnamasari; Erika Togito Siahaan; M Fajar Sahendra Chan; Nurhaliza Nurhaliza; Joko Hendratmo; Alvin Efraim Situmorang
AR-RUMMAN: Journal of Education and LearningĀ Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.4088

Abstract

Pendidikan Pancasila sebagai sistem filsafat memainkan peran kunci dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila tidak hanya menjadi panduan dalam kehidupan bernegara, tetapi juga menjadi landasan etis dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila secara mendalam, sehingga mampu membentuk individu yang memiliki integritas, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan yang tinggi. Artikel ini membahas konsep, implementasi, dan tantangan pendidikan Pancasila dalam konteks filsafat, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter dan pembangunan bangsa. Melalui pendekatan filosofis, pendidikan Pancasila diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan beradab sesuai dengan cita-cita luhur bangsa Indonesia