Ika Purnamasari
Universitas Negeri Medan

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila dan Sejarah Pancasila Dalam Kajian Sejarah Bangsa Indonesia Ika Purnamasari; Diyaul Fikri; Flora Gresia Br Karo; Margaretta Judika Sianturi; Muhammad Fadhil Ardiansyah
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.4082

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mengandung nilai-nilai yang mencerminkan identitas dan jati diri bangsa. Pemahaman mendalam tentang Pancasila dan sejarah perjuangan rakyat Indonesia sangat penting untuk mempertahankan eksistensi negara. Pancasila berfungsi sebagai pandangan hidup, jiwa kepribadian bangsa, dan perjanjian bersama dalam mendirikan negara. Selain itu, Pancasila memiliki peran penting dalam menanamkan rasa patriotik dan meningkatkan semangat kebangsaan serta kesetiakawanan sosial di masyarakat. Kesadaran akan sejarah dan penghargaan terhadap jasa pahlawan juga diperkuat melalui nilai-nilai Pancasila, sehingga dapat membentuk bangsa yang lebih baik di masa depan.
Pemahaman dan Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Ika Purnamasari; Erika Togito Siahaan; M Fajar Sahendra Chan; Nurhaliza Nurhaliza; Joko Hendratmo; Alvin Efraim Situmorang
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.4088

Abstract

Pendidikan Pancasila sebagai sistem filsafat memainkan peran kunci dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila tidak hanya menjadi panduan dalam kehidupan bernegara, tetapi juga menjadi landasan etis dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila secara mendalam, sehingga mampu membentuk individu yang memiliki integritas, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan yang tinggi. Artikel ini membahas konsep, implementasi, dan tantangan pendidikan Pancasila dalam konteks filsafat, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter dan pembangunan bangsa. Melalui pendekatan filosofis, pendidikan Pancasila diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan beradab sesuai dengan cita-cita luhur bangsa Indonesia
Analisis Penerapan Nilai-Nilai Pancasila oleh Mahasiswa Dalam Kehidupan Sehari-Hari di Universitas Negeri Medan Ika Purnamasari; Muhammad Zaki Ulwi; Shadana Shadana; Destiana Fitri; Willy Oktaviano Yehezkiel
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.4113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Pancasila oleh mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari di Universitas Negeri Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survei/kuesioner. Data dikumpulkan dari 10 responden yang dipilih secara acak dari berbagai fakultas di Universitas Negeri Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari mereka, terutama dalam pendidikan dan kehidupan sosial. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam penerapan nilai-nilai tersebut, seperti kurangnya kesadaran kritis dan pengaruh budaya global. Kesimpulan dari penelitian ini adalah meskipun nilai-nilai Pancasila sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa, masih perlu usaha lebih untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai tersebut secara lebih mendalam.
Mengukur Kesadaran Siswa SMA Sederajat di Kota Medan dalam Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Ika Purnamasari; Grace Roni Anuar Lase; Muhammad Fakhri Lubis; Nurhabibah Munthe; Marchell Gabriel Manurung; Sarwedi Parhehean Tua Simatupang
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.4111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat kesadaran siswa SMA sederajat di Kota Medan terhadap penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dasar negara Indonesia. Meskipun Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang penting, penerapannya di kalangan siswa sering kali masih kurang optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei kuantitatif, dengan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari 25 pertanyaan yang mencakup berbagai aspek penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kuesioner disebarkan melalui Google Form kepada 64 siswa yang dipilih secara acak dari 10 sekolah selama dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71,9% siswa menunjukkan ketaatan beragama, namun 36,9% melaporkan adanya kurangnya penghormatan terhadap keyakinan agama. Dalam hal diskriminasi, 54,8% siswa jarang menyaksikannya, sementara 29,1% sering mengalaminya. Keterlibatan siswa dalam menciptakan keharmonisan di sekolah mencapai 75%, tetapi hanya 50% yang aktif dalam kegiatan promosi kerukunan. Selain itu, 68,8% siswa menunjukkan kepedulian terhadap masalah sosial, namun hanya 62,5% yang bersedia melaporkan ketidakadilan. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan perlunya upaya pendidikan dan pembinaan yang berkelanjutan untuk meningkatkan penerapan nilai-nilai Pancasila, agar siswa dapat berperan sebagai generasi penerus yang lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap ideologi bangsa.
PENINGGALAN-PENINGGALAN SEJARAH ISLAM DI ISTANA MAIMUN Hesty Angraini; Sahli Rahma; Sakina Bela Aqriani; Rosinta Marito Pardosi; Ika Purnamasari
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.12335

Abstract

This study aims to examine the Islamic historical heritage found in Istana Maimun and its relation to the development of Islamic civilization in Medan City during the late 19th century. The research employs a qualitative method using direct observation and documentation of artifacts, architectural elements, and ongoing traditions within the palace environment.The results indicate that Istana Maimun, built during the reign of Sultan Ma'mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah, represents the grandeur of the Deli Sultanate and embodies strong Islamic values. This is reflected in its architectural features, such as domes, geometric ornaments, and Arabic calligraphy. In addition, various artifacts—including the royal throne, traditional attire, and ceremonial equipment—demonstrate the integration of Malay culture with Islamic teachings. Furthermore, the findings reveal a close relationship between the palace and the religious life of the community, as seen in Islamic traditions and its proximity to the Al-Mashun Grand Mosque. Therefore, Istana Maimun serves not only as a historical monument but also as a center for preserving Islamic culture and civilization in North Sumatra.
PERAN ORGANISASI AL- JAMI’YATUL WASHLIYAH (AL-WASHLIYAH) DI KOTA MEDAN DALAM PENYEBARAN ISLAM DI INDONESIA Ika Purnamasari; Arzetti Silaban; Injilia Crist Yolanda; Melli Diara Br Gajah; Nayla Raysha Sarif Simanjuntak; Zulfadhli Lubis
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the role of Al-Jam’iyatul Washliyah in the spread of Islam in Indonesia, focusing on how Al-Washliyah, as an Islamic organization, contributed to the process of Islamization. The research objectives include uncovering the organization's history, its da'wah development strategies such as establishing madrasahs and adapting to local cultures in areas like Toba Batak and efforts to preserve museum buildings designated as cultural heritage in 2024. The methodology employs a descriptive qualitative approach with deductive analysis, data collection through literature studies, observation, and structured as well as open interviews with museum curator Silmi on March 11, 2026, at the Al-Washliyah Museum in Medan. The findings reveal that Al-Washliyah emerged from the initiatives of figures like Sheikh Muhammad Ya’kub and the waqf of Datuk Muhammad Ali; it managed hundreds of schools by 1941, spread da'wah to Mentawai, Karo, and abroad and implemented cultural adaptation strategies, aqidah development, and supervision to prevent apostasy. The museum faces challenges such as a lack of original artifacts but serves as an open educational center for the wider community.
PERPADUAN BUDAYA MELAYU DAN NILAI-NILAI ISLAM DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ISTANA MAIMU Ika Purnamasari; Fariza Nikalya; Indri Putri Yani; Keysyah Usri Safira; Loinel Hutapea; Elsa Rolutio
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12384

Abstract

This study aims to analyze the integration of Malay culture and Islamic values in the daily life of the community around Maimun Palace in Medan. This research uses a qualitative approach to understand social and cultural phenomena in depth. Data were collected through semi-structured interviews with local communities, traditional leaders, and individuals who understand Malay traditions, as well as literature studies from journals and related sources. The results show that Malay culture and Islamic values are closely intertwined and mutually reinforcing in various aspects of life, including communication ethics, social interactions, dress codes, and traditional practices. The principle of “adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah” is reflected in the community’s daily behavior and social norms. Furthermore, traditional ceremonies such as marriage, birth, and death rituals demonstrate that customs do not contradict Islamic teachings but instead strengthen religious values. Despite the challenges of modernization, the community continues to preserve these values as part of their cultural identity. Therefore, the environment of Maimun Palace represents a living cultural space where the integration of tradition and religion is maintained sustainably.
KEMEGAHAN MASJID RAYA AL-MASHUN SEBAGAI PENINGGALAN KEJAYAAN KESULTANAN DELI DI KOTA MEDAN Ika Purnamasari; Anissa Faten Siagian; Filza Nazura; Ita Daniati Pasaribu; Josua Palentino Tampubolon; Vellyn Gracia Aurell Nainggolan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12422

Abstract

This study aims to examine the grandeur of Masjid Raya Al-Mashun as a historitical legacy reflecting the glory of the Deli Sultanate In Medan. The research focuses on understanding the architectural uniqueness, historical value, and cultural significance of the mosque within the context of local heritage. The methodology used in this study is a qualitative apporoach through direct field research, including observation and interviews with one of the mosque administrators to obtain accurate and in-depth information. The findings reveal that Masjid Raya Al-Mashun is not only a place of worship but olso a symbol of the political power, artistic achievement, and religious influence of the Deli Sultanate. Its distinctive architectural style, which combines Middle Eastern, Indian, and European elements, demonstrates the cultural acculturation that occured during the sultanate period. Additionally, the mosque continiues to play an important role in the Medan community. Therefore, Masjid Raya Al-Mashun stands as an important historitical heritage that reflects the past glory of the Deli Sultanate and contributes to the cultural identity of the region.