Nisa Meisa Zarawaki
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REPRESENTASI ISU PERBEDAAN AGAMA DALAM FILM CINTA TAPI BEDA (2012): KAJIAN SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE Nisa Meisa Zarawaki; R. Myrna Nur Sakinah; Dadan Rusmana
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 10, No 1 (2022): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v10i1.56110

Abstract

Karya sastra merupakan media untuk menggambarkan atau merepresentasikan isu-isu yang ada di realitas sosial. Salah satu media sastra yang berfungsi sebagai refleksi sosial adalah film. Film memiliki tanda serta simbol yang di dalamnya seringkali terkandung makna atau maksud tertentu, dan hal tersebut dapat dianalisis menggunakan semiotika. Salah satu film yang mengandung isu-isu sosial adalah film Cinta Tapi Beda (2012). Penulis menggunakan teori semiotika Saussure untuk menganalisis tanda dan simbol yang ada dalam film ini. Dengan teori tersebut, penulis menemukan simbol-simbol terkait isu perbedaan agama, diantaranya pasangan beda Agama, diskriminasi Agama, dan pluralisme Agama. Untuk menganalisis hal tersebut, peneliti menggunakan metode kualitatif deksriptif serta analisis isi. Adapun teori yang digunakan yaitu teori Agama dan kepercayaan oleh Durkheim, teori dari Hercock mengenai diskriminasi Agama, dan teori dari Diana L. Eck mengenai pluralisme. Didapatkan 2 scene yang menyimbolkan perbedaan Agama, 3 scene diskriminasi Agama, serta 4 scene yang menyimbolkan pluralisme Agama.
MENELAAH KESUSASTRAAN DAN KARYA SASTRA DINASTI ABBASIYAH Nisa Meisa Zarawaki
Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kulturistik.6.1.3783

Abstract

Abbasiyah Dynasty encountered a fast development in several sectors, one of which is literature. Islamic literature shone brighter in the Abbasiyah era because the government and the whole society vastly appreciated Abbasiyah's literature works. Abbasiyah Literature experienced genre renewal, introducing more variety of genres. In prose and lyric works, there was an expansion in the purpose and theme of their written works. Literature characters who were popular in lyric and prose genre are Ibn Al-Muqaffa dan Abu Nuwas. The discussion of this journal is about the figurative language or language style used in Abbasiyah literature works, especially a lyric of Abu Nawas with the title of “al-I’tiraf” and prose of Ibn Al-Muqaffa with the title of “Kalilah Wa Dimnah”. The method used is a stylistic method that is a method to analyze the language style or the figurative language in a work. The majority of Abu Nuwas dan Ibn Al-Muqaffa's language style is idiom and oxymoron. The characteristics of Abbasiyah literature work visible explicitly in its purpose in which to be the forerun of new genre emergence in Abbasiyah literature, i.e., novel, legend, and biography. Keywords: Abbasiyah; Abu Nawas; Ibn Al-Muqaffa; Language style; Lyric; Prose; Stylistic