Hendarti Tri Setyo Mulyani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Implementasi SAK Pada Penyusunan Laporan Keuangan Pada UMKM Di Kelurahan Pasir Putih Pada Daerah Pangkalpinang Hendarti Tri Setyo Mulyani
Jurnal Media Akuntansi (Mediasi) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Media Akuntansi (MEDIASI), Maret 2023
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jmediasi.v5i2.11351

Abstract

ABSTRACT SAK EMKM is one of the simple standards issued by the Indonesian Association of Accountants and is considered easier to understand for MSME actors. It is hoped that the issuance of SAK EMKM can further encourage MSMEs in expanding access to capital or financing, from industries such as banking, which will become the basic basis for preparing, and developing, accounting guidelines that will be used for MSMEs in Indonesia. The financial reports made by MSMEs in the Pasir Putih sub-district are only limited to reports of transaction records that they make every day before their business closes during operating hours. The remainder of the transaction between income and expenses is considered a profit or income. They do not record specific transactions such as raw materials for production materials, payments for electricity used, and other equipment needs. This has finally become one of the reasons for me as a researcher to be able to find out the main reasons for MSME actors not to make a financial information report that is in accordance with established standards. This research is a form or type of research that is descriptive qualitative type research. The subject of the current research will be carried out at 5 MSMEs located in Pasir Putih Village, Pangkalpinang, Bangka Belitung Islands Province. The objects in this study were several reports of financial information on the five MSMEs spread across the Pasir Putih Village which the researchers would later analyze. Keywords: SAK, Financial Statements, UMKM ABSTRAK SAK EMKM merupakan salah satu dari standar yang sederhana yang dikeluarkan oleh lembaga Ikatan Akuntan Indonesia dan dirasa lebih mudah untuk dipahami bagi para pelaku UMKM. Terbitnya SAK EMKM diharapkan lebih dapat mendorong UMKM dalam memperluas akses pemodalan atau pembiayaan, dari industri seperti perbankan akan menjadi landasan dasar atas penyusunan, dan dasar pengembangan, pedoman akuntansi yang akan digunakan bagi UMKM di Indonesia. Laporan keuangan yang dibuat para UMKM yang berada di kelurahan Pasir Putih hanya sebatas laporan catatan transaksi yang mereka buat setiap hari sebelum usaha mereka tutup jam operasional. Sisa transaksi antara pemasukan dan pengeluaran dianggaplah sebagai keuntungan atau pendapatan. Mereka tidak mencatat transaksi secara spesifik seperti bahan baku untuk bahan produksi, pembayaran listrik yang digunakan, serta kebutuhan perlengkapan lainnya. Hal inilah yang akhirnya menjadi salah satu dari beberapa alasan saya sebagai peneliti untuk dapat mengetahui alasan utama para pelaku UMKM untuk tidak membuat sebuah laporan informasi keuangan yang sesuai sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Penelitian ini merupakan bentuk atau jenis penelitian yang berjenis penelitian deskriptif jenis kualitatif. Subjek dari penelitian saat ini akan dilakukan pada 5 UMKM yang berada di Kelurahan Pasir Putih, Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Objek dalam penelitian ini adalah beberapa laporan infomasi keuangan yang ada pada kelima UMKM yang tersebar di Kelurahan Pasir Putih yang nantinya akan dianalisis oleh peneliti. Kata Kunci: Standar akuntansi, Laporan Informasi Keuangan UMKM.
ANALISIS PENUMPUKAN PENCAIRAN ANGGARAN PADA AKHIR TAHUN 2020 DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Hendarti Tri Setyo Mulyani
Indonesian Journal of Accounting and Business Vol 3 No 1 (2021): Indonesian Journal of Accounting and Business
Publisher : Jurusan Akuntansi, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ijab.v3i1.32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya penumpukan dan pola penumpukan pencairan anggaran dan menganalisis adanya kecenderungan penumpukan pencairan anggaran pada akhir tahun di Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini berlokasi di Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan maka dapat diketahui bahwa adanya penumpukan pencairan anggaran di akhir tahun 2020 memiliki banyak dampak negatif. Salah satu diantaranya adalah terjadinya penurunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk Tahun 2021 sebesar 9.98 Triliun. Dari jumlah tersebut diberikan untuk beberapa satker (satuan kerja) instansi vertikal kantor pusat dan kantor daerah yang berjumlah 300 DIPA. Penurunan DIPA ini terjadi karena kurang maksimalnya Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam memaksimalkan penerimaan DIPA tahun sebelumnya. Pola pencairan anggaran belanja pemerintah pusat saat ini masih saja terpusat pada semester 2, terutama pada Bulan November dan Desember terakhir berlakunya anggaran. Persentase pencairan anggaran pada semester 1 lebih kecil daripada persentase pencairan anggaran pada semester 2. Rendahnya penyerapan belanja pemerintah pusat semester 1, maka untuk mengejar target penyerapan anggaran, pencairan anggaran belanja akan menumpuk pada semester 2 sampai dengan akhir tahun anggaran. Hal tersebut dapat berpotensi menimbulkan kualitas output yang kurang baik. Selain itu juga mengakibatkan beban kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) sebagai institusi yang mengelola pencairan anggaran bertambah besar pada setiap akhir tahun anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecenderungan penumpukan pencairan anggaran belanja yang ada di Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di akhir tahun anggaran dan faktor-faktor penyebabnya.
Keterkaitan Sustainability Report Dengan Kesiapan Implementasi Regulasi Pemerintah Melalui Peraturan Presiden No. 98 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon Hendarti Tri Setyo Mulyani; Caecilia Octalica
Jurnal Media Akuntansi (Mediasi) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Media Akuntansi (MEDIASI), September 2023
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jmediasi.v6i1.13175

Abstract

ABSTRACT Environmental impacts that often occur as a result of increasingly rapid economic growth are increased CO2 or carbon monoxide. Carbon emissions resulting from CO2 increase as economic growth increases. The increase in temperature and rainfall that has occurred in Indonesia includes changes in the physical condition of the atmosphere which are sometimes beyond the expectations of the public. Greenhouse gases have been controlled since 1977 but have not shown significant results. All countries present have committed to reduce GHG emissions. Presidential Regulation issued through policies, regulations and drafting regulations regarding the implementation of Carbon Economic Value to achieve targets that have been set regarding the control of Green House Gases. Greenhouse gases are gases in the atmosphere that absorb and emit infrared radiation from the sun. Indonesia has committed to reducing greenhouse gas emissions by up to 41% by 2030 with international support delivered at the UNFCCC opportunity in July 2021. In 2060 Indonesia is committed to having Net-zero emissions. This is stated in the Long-Term Strategies for low Carbon and climate resilience 2050. Addressing sustainable climate change requires sustainable reports in order to be able to communicate sustainable performance and impacts as well. The purpose of this sustainability report is a form of social action and responsibility that must be disclosed by all companies and reported annually. This report is very useful for all parties, whether management, stakeholders, or government. Almost all countries outside Indonesia have started implementing sustainability reporting. This sustainability report refers to the Global Reporting Initiative. The most basic thing to achieve a sustainable economy is to build the government's trust. The sustainability report contains all environmental impacts resulting from the functions and operations carried out by each company. This research will use literature study, documentation, and Focus Group Discussion. Keywords: Sustainability Reporting, Regulation, Economic Value of Carbon. ABSTRAK Dampak lingkungan yang sering terjadi akibat pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat yaitu meningkatnya CO2 atau karbon monoksida. Emisi karbon yang dihasilkan dari CO2 naik seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Meningkatnya suhu dan curah hujan yang terjadi di Indonesia termasuk perubahan kondisi fisik atmosfer yang terkadang diluar dugaan masyarakat. Gas rumah kaca dikendalikan sejak Tahun 1977 namun belum menunjukkan hasil yang signifikan. Seluruh negara yang hadir sudah berkomitmen untuk dapat menurunkan emisi GRK. Peraturan Presiden yang diturunkan melalui kebijakan, regulasi serta penyusunan peraturan mengenai penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk pencapaian target yang sudah ditetapkan mengenai pengendalian Gas Rumah Kaca. Gas rumah kaca merupakan gas yang ada di atmosfer yang mempunyai daya serap dan memancarkan radiasi infra merah yang berasal dari matahari. Indonesia sudah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sampai dengan 41% sampai tahun 2030 dengan dukungan internasional yang disampaikan pada kesempatan UNFCCC Bulan Juli Tahun 2021. Tahun 2060 Indonesia berkomitmen sudah Net- zero emmision. Hal ini tercantum dalam Long-Term Strategies for low Carbon and climate resilience 2050. Untuk mengatasi perubahan iklim yang berkelanjutan memerlukan laporan berkelanjutan agar dapat mengkomunikasikan kinerja serta dampak yang berkelanjutan pula. Adapun tujuan dari laporan berkelanjutan ini adalah bentuk tindakan dan tanggungjawab sosial yang wajib diungkapkan semua perusahaan dan dilaporkan setiap tahunnya. Laporan ini sangat berguna bagi seluruh pihak, baik manajemen, stakeholders, ataupun pemerintahan. Hampir seluruh negara diluar Indonesia sudah mulai menerapkan Sustainability reporting. Laporan keberlanjutan ini mengacu pada Global Reporting Initiative. Hal yang paling mendasar untuk mencapai ekonomi yang berkelanjtan adalah membangun kepercayaan pemerintah. Dalam laporan berkelanjutan sudah tertuang seluruh dampak lingkungan akibat dari fungsi dan operasional yang dilakukan setiap perusahaan. Penelitian ini akan menggunakan studi literatur, dokumentasi, dan Focus Group Discussion. Kata kunci: Sustainability Reporting, Regulasi, Nilai Ekonomi Karbon.