Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN GAWAI DENGAN NOMOPHOBIA PADA SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 4 SINGARAJA Komang Mia; Komang Yogi Triana; Ni Made Ari Sukmandari
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 1 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i1.284

Abstract

ABSTRACT Introduction: Gadgets are electronic devices and communication tools that are most popular in this era. The use of gadgets has become a habit, especially the high use of gadgets that are not limited in time limits is likely to cause dependence and symptoms of nomophobia, nomophobia which is anxiety, fear and even discomfort when someone is away from their gadgets. The purpose of this study was to determine the relationship between gadget and nomophobia in Social Science Program of Class XI Students at SMAN 4 Singaraja. Method: This study used a descriptive analytic design with a cross sectional approach with the variables measured were the use of gadget and nomophobia. The sampling technique was purposive sampling with the number of samples used amounted to 82 respondents. Data collection using device usage questionnaire and NMP-Q. Univariate analysis is displayed in the form of a frequency table and bivariate analysis is done with the spearman rank test. Result: The results of this study showed that the use of devices in the high category was 69 people (84.1%) and the low category was 13 people (15.9%). For the level of nomophobia, 5 people (6.1%) experienced low nomophobia, 34 people (41.5%) experienced moderate nomophobia and 43 people (52.4%) experienced high nomophobia. This shows that there is a relationship between the use of gadgets and nomophobia in class XI social studies students at SMA Negeri 4 Singaraja with a p value = 0.002 (α < 0.05). Conclusion: Students should be wiser and be able to control themselves and the time in using gadgets so that they do not experience dependence or nomophobia, therefore use
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN GAWAI DENGAN NOMOPHOBIA PADA SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 4 SINGARAJA Komang Mia; Komang Yogi Triana; Ni Made Ari Sukmandari
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 8 No 1 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i1.284

Abstract

Pendahuluan: Gawai atau gadget merupakan sebuah perangkat elektronik dan alat komunikasi yang paling popular di era sekarang ini. Penggunaan gawai sudah menjadi kebiasaan terlebih lagi tingginya penggunaan gawai yang tidak dibatasi dalam batas waktu kemungkinan besar menimbulkan ketergantungan dan gejala nomophobia, nomophobia yaitu kecemasan, ketakutan bahkan ketidaknyamanan seseorang apabila jauh dari gawainya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gawai dengan nomophobia pada siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 4 Singaraja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain descriptive analitik dengan pendekatan cross sectional dengan variable yang diukur adalah penggunaan gawai dan nomophobia. Teknik pengambilan sampel yaitu cara purposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan berjumlah 82 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner penggunaan gawai dan NMP-Q. Analisis univariat ditampilkan dalam bentuk tabel frekuensi dan analisis bivariat dilakukan dengan uji spearman rank. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan gawai kategori tinggi sebanyak 69 orang (84,1%) dan kategori rendah sebanyak 13 orang (15,9%). Untuk tingkat nomophobia menunjukkan 5 orang (6,1%) mengalami nomophobia rendah, 34 orang (41,5%) mengalami nomophobia sedang dan 43 orang (52,4%) mengalami nomophobia tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan gawai dengan nomophobia pada siswa kelas XI IPS Di SMA Negeri 4 Singaraja dengan nilai p value = 0,002 (α <0,05). Simpulan: Para siswa hendaknya harus lebih bijak dan bisa mengontrol diri serta waktu dalam menggunakan gawai sehingga tidak mengalami ketergantungan atau nomophobia, maka dari itu gunakanlah gawai sesuai dengan standar pemakaian.