This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan
Riada Mareny
Universiats Efarina

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU YANG MEMILIKI BAYI 12-24 BULAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARTINI TAHUN 2017 Riada Mareny
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2020): April : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55912/jks.v8i1.83

Abstract

Program imunisasi merupakan satu upaya untuk melindungi penduduk terhadap penyakit tertentu, terutama yang dianggap rentan terjangkit penyakit menular, seperti bayi dan anak usia sekolah. Ibu adalah orang yang berperan besar dalam pengambilan keputusan untuk memenuhi kelengkapan imunisasi anak. Cakupan tinggi rendahnya kelengkapan imunisasi di suatu daerah diduga dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap ibunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Pengetahuan dan Sikap ibu yang memiliki bayi 12-24 bulan dengan pemberian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di wilayah kerja Puskesmas Kartini Tahun 2017. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Waktu penelitian dilaksanakan Bulan Agustus 2017 Wilayah Kerja Puskesmas Kartini, yaitu Kelurahan Simarito dan Kelurahan Sipinggol-Pinggol Kota Pematangsiantar. Populasi adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi berusia 12-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kartini sebanyak 123 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner dan dianalisis menggunakan uji Chi Sguare. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi dasar lengkap (nilai p - 0,610). Begitu juga tidak ada hubungan antara sikap ibu dengan pemberian imunisasi dasar lengkap (nilai p0,540). Hal ini menunjukan pengetahuan dan sikap ibu bukan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kelengkapan imunisasi. Ibu yang memiliki pengetahuan tinggi dan sikap positif tidak melengkapi imunisasi pada anaknya karena pengalaman yang kurang memuaskan, sikap dan perilaku petugas yang kurang memotivasi pemberian imunisasi, penyuluhan yang rendah dan kesulitan untuk membawa anaknya untuk diimunisasi.
PROFIL PEMBUATAN OBAT TRADISIONAL (KUNING) KARO DI DAERAH BERASTAGI Riada Mareny
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2020): Oktober : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55912/jks.v8i2.86

Abstract

Kesehatan merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi kehidupan manusia. Apabila terserang penyakit dan tidak langsung diatasi maka akan dapat mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari. Dalam proses penyembuhan penyakit dan perawatan kesehatan,selain obat-obatan yang berasal dari industri farmasi, banyak ditemukan obat yang bersifat lebih alami. Masyarakat Indonesia sampai saat ini masih menjunjung tinggi warisan budaya bangsa .salah satu diantaranya adalah dengan melestarikan penggunaan tanaman obat untuk menyembuhkan penyakit dan merawat kesehatan tubuh Adapun alasan pemilihan obat alami antara lain : memiliki efek samping negatif yang lebih sedikit dibandingkan dengan obat modern dan lebih ekonomis. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki cara penyembuhan penyakit dan perawatan kesehatan tersendiri sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan yang dimiliki. Dalam penelitian ini membahas warisan budaya dari salah satu suku bangsa di Indonesia yaitu obat tradisional Karo. Adapun obat tradisional Karo yang di maksud adalah kuning (param). Kuning adalah salah satu obat tradisional Karo yang digunakan dalam penyembuhan penyakit dan perawatan kesehatan. Ada 2 jenis kuning (param) yang dibahas yaitu : kuning melas (param panas) dan kuning mbergeh (param dingin). Di dalam kuning mengandung unsure pengetahuan dan keyakinan masyarakat Karo yang diwariskan secara turun-temurun.