Rahmawati Rahmawati
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Muslim Taxpayer's Preference: Paying Tax or Zakat? Rahmawati Rahmawati; Nurul Rifani
Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Economic and Business Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjie.v12i1.31555

Abstract

This research investigates the preferences of Muslim taxpayers between paying zakat or taxes. 119 Muslim taxpayers were recruited for online and offline survey studies. Factor analysis determines factors influencing Muslim taxpayer preferences between paying zakat or taxes. This study shows that Muslim taxpayers preferred to pay zakat rather than taxes. The faith factor has influenced Muslim taxpayers' preferences to pay zakat compared to paying taxes. Other factors include the level of compliance with obligations, the service quality factor for zakat management, the zakat knowledge level factor, the tax knowledge level factor, the religious practice factor, the Tax Services office service quality factor, and the tax benefit factor. From these results, it is expected that the government should evaluate tax policy that previously treated zakat only as deductible income to become a tax credit.JEL Classification: F6, Q49, R2How to Cite:Rahmawati, R., & Rifani, N. (2023). Muslim Taxpayer’s Preference: Paying Tax or Zakat. Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi, 12(1), 207-220. https://doi.org/10.15408/sjie.12ii1.31555.
Implementasi Nilai Ekoteologi Islam dalam Pengelolaan Tambak Garam di Kabupaten Sampang: Kajian Hukum Ekonomi Syariah Harisa Harisa; Nur Hidayah; Erika Amelia; Rahmawati Rahmawati
Al-Huquq: Journal of Indonesian Islamic Economic Law Vol. 7 No. 2 (2025): on Progress
Publisher : Fakultas Syariah IAIN madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/alhuquq.v7i2.22180

Abstract

Perubahan iklim dan degradasi lingkungan pesisir di Kabupaten Sampang, Madura, telah berdampak nyata terhadap menurunnya kualitas ekosistem pesisir serta keberlanjutan mata pencaharian masyarakat lokal. Salah satu fakta sosial yang menonjol adalah meningkatnya kerentanan sektor tambak garam, yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama masyarakat pesisir, akibat intrusi air laut, perubahan pola cuaca, dan degradasi lahan tambak. Dalam praktiknya, pengelolaan tambak garam masih didominasi oleh orientasi produksi ekonomi jangka pendek, sementara aspek keberlanjutan lingkungan dan ketahanan sosial belum terintegrasi secara memadai. Artikel ini menghadirkan analisis hubungan antara praktik pengelolaan tambak garam, dinamika sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan tantangan ekologis akibat perubahan iklim di Madura. Wilayah ini masih minim diteliti dalam literatur keberlanjutan pesisir. Berbeda dengan studi sebelumnya yang lebih fokus pada aspek teknis produksi garam, artikel ini melihat tambak garam sebagai ruang interaksi antara kepentingan ekonomi, ekologi, dan keberlanjutan sosial.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai ekoteologi Islam dalam pengelolaan tambak garam di Kabupaten Sampang. Selain itu, penelitian ini juga menelaah relevansinya dengan prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah. Pendekatan yang digunakan adalah metode hukum empiris. Ini meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, dan analisis kebijakan serta peraturan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai ekoteologi Islam mulai diinternalisasi dalam praktik sosial masyarakat pesisir. Namun, penerapannya masih parsial. Simpulan penelitian menegaskan perlunya rekonstruksi paradigma hukum ekonomi syariah yang berwawasan ekologis. Tujuannya adalah menuju pengelolaan tambak garam yang adil, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.