Qurrotu Inayatil Maula
Universitas Trunojoyo Madura

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

VOICETHREAD UTILIZATION AS SPEAKING SKILL ENHANCEMENT FOR STUDENTS IN EFL CONTEXT Qurrotu Inayatil Maula
Widyagogik Vol 9, No 2 (2022): Widyagogik
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/widyagogik.v9i2.19662

Abstract

This study is aimed at enhancing students’ speaking skills utilizing VoiceThread (VT) in EFL context since most of the students perceived that they got difficulties in speaking skills. Despite the difficulties in speaking, they perceived that mastering English speaking skills was essential to support their academic and career in the future. Due to the limitation in learning English in class causing limited time to develop speaking skills, VT is proposed as an additional instructional learning platform to support students’ learning outside the class. Using Classroom Action Research (CAR), this study was carried out following the steps of CAR proposed by Kemmis and McTaggart, i.e. planning, acting, observing, and reflecting. The research subjects were 34 students of Elementary School Teacher Education Study Program who were taking English course as one of the compulsory courses in the university. In utilizing VT, some procedures were carried out: 1) introducing VT, 2) introducing vocabulary and grammar used in the materials, 3) listening to an example how to do the task, 4) giving comments, and 5) getting feedback. At the end, after utilizing VT, it is found that VT can help students enhance their ability in speaking English.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK, TALK, WRITE (TTW) TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI KELAS IV UPTD SDN BANYUAJUH 2 tsany sahara perwitasari; Qurrotu Inayatil Maula
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan menulis teks narasi dengan model pembelajaran Think, Talk, Write. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Experimental Design dan menggunakan desain penelitian Nonequivalent Control Group yang artinya sampel kontrol tidak dipilih secara acak. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 33 siswa kelas IV E1 salah satu sekolah di Kamal, Bangkalan, Madura. Sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa kelas IV E2 salah satu sekolah di Kamal, Bangkalan, Madura. Sebagai kelas kontrol. Kedua sekolah tersebut merupakan SDN di Kamal Bangkalan Madura. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes menulis narasi. Berdasarkan hasil analisis data Independent Sample Test t-test pada posttest diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000. Berdasarkan kriteria bahwa nilai signifikansi 2-tailed < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penerapan model pembelajaran TTW terhadap peningkatan keterampilan menulis teks narasi.
Speaking English Is Cool, But I Can’t: Non-English Major Students’ Perceptions on Speaking Skill Difficulties and How to Overcome Them Qurrotu Inayatil Maula; Luthfi Awwalia
Journal of Social, Culture, and Language Vol 1, No 2 (2023): Journal of Social, Culture, and Language
Publisher : Journal of Social, Culture, and Language

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jscl.v1i2.22591

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan kemampuan berbahasa Inggris yang kompleks, terutama untuk mahasiswa jurusan non-Bahasa Inggris yang memiliki waktu terbatas untuk belajar bahasa Inggris. Dalam penelitian ini, 101 mahasiswa Sistem Informasi tahun pertama di salah satu universitas negeri di Jawa Timur terlibat. Dengan menggunakan kuesioner open-ended, mahasiswa ditanya tentang persepsi mereka tentang kesulitan berbicara dan cara untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dari data yang diperoleh, ditemukan bahwa masalah tersebut dapat diklasifikasikan menjadi: 1) masalah yang berhubungan dengan diri mahasiswa (seperti merasa gugup, tidak percaya diri, dan takut salah); 2) masalah bahasa (seperti kosa kata, tata bahasa, kelancaran berbicara, dan pelafalan); 3) masalah yang berkaitan dengan lingkungan atau sosial (seperti kurangnya kesempatan untuk berlatih berbicara bahasa Inggris karena keterbatasan kesempatan dan input bahasa di luar kelas). Untuk mengatasi hal tersebut, para mahasiswa berpersepsi bahwa mereka dapat mengatasinya dengan cara berlatih berbicara lebih sering, mengontrol diri sebelum mulai berbicara, melakukan persiapan sebelum berbicara, menggunakan bantuan media untuk berlatih berbicara, menggunakan alih bahasa dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia, menggunakan bantuan gerak tubuh, dan berhenti berbicara ketika merasa sulit untuk berbicara.      Kata kunci: Kesulitan, berbicara, Bahasa Inggris, strategi, persepsi siswa