Yan Christianto Setiawan
Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Kewirausahaan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELATIONSHIP OF OWNERSHIP STRUCTURE AND ACCOUNTING CONSERVATISM IN THE MANUFACTURING INDUSTRIAL SECTOR COMPANIES LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE PERIOD 2011 - 2013 Yan Christianto Setiawan
Jurnal Akuntansi Vol 14 No 1 (2020): Jurnal Akuntansi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/jak.v14i1.936

Abstract

In 2002, McKinsey & Co. conducted a survey whose results stating that investors tend to avoid companies with a bad predicate in corporate governance. Financial statements is one of the important instruments in achieving good corporate governance. The quality of the financial statements can be viewed through the characteristics adopted by the financial statements. One of these characteristics is accounting conservatism. Conservatism as a facility that can improve the efficiency of the contract between the principal agent, certainly strongly influenced by whom and how many the owner (principal) of the company. This study aims to examine the relationship of ownership structure and accounting conservatism. In this study, the population used is the entire business entity engaged in the manufacturing sector and listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in the period 2011 - 2013. The sampling technique in this study using purposive / judgment. This test uses regression techniques fixed effect panel data structure. The results of this study show that (1) there is a positive relationship between the largest shareholder or controlling shareholder and accounting conservatism (2) there is a positive relationship between the family as the largest shareholder as well as the controlling shareholder and accounting conservatism (3) there was no correlation between non-family as the largest shareholder and accounting conservatism, but there is a negative relationship when nonfamily become the controlling shareholder and accounting conservatism (4) the presence of unrelated blockholder significantly to reduce the preferences of the largest shareholder and accounting conservatism on the whole sample or sub-sample of nonfamily , but there is a negative correlation in the sub samples when the family became the largest shareholder. Keywords : conservatism, corporate governance, ownership structure.
Pelatihan Wirausaha Generasi Z Terutama Siswa/I SMA St. Agnes Untuk Mengembangkan Potensi Entrepreneur Muda Melalui Zoom Santho Vlennery Mettan; Yan Christianto Setiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JPMI - April 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.778

Abstract

Program yang diciptakan atau di buat oleh tingkatan Pendidikan di sekolah-sekolah SMA, khususnya SMA St. Agnes untuk menciptakan para entrepreneur muda yang paham akan kewirausahaan dan memiliki karakter dan mental seorang entrepreneur. Selanjutnya permasalahan yang muncul dari terciptanya program ini yaitu kurangnya staff pengajar yang terlatih atau yang paham dan mampu untuk melaksanakan Pendidikan kewirausahaan, khususnya di Sekolah SMA St. Agnes. Permasalahan inilah yang bisa memberikan peluang bagi perguruan tinggi untuk membantu memberikan aksi nyata untuk membantu mengembangkan para generasi muda dalam membangun dan menciptakan karakter dan mental seorang entrepreneur, serta membantu untuk memberikan pemahaman yang lebih detail dan nyata mengenai kewirausahaan melalui pengabdian kepada masyarakat. Sebagai bentuk kerjasama tersebut maka Dosen Fakultas Kewirausahaan Unika Widya Mandala Surabaya akan mengadakan pendampingan dan pemberian pelatihan bagi para siswa-siswi SMA St. Agnes Surabaya, juga sekaligus bagi tenaga pengajar yang akan mendampingi para siswa-siswi SMA St. Agnes Surabaya. Pelatihan dan pendampingan ini akan dilakukan sebanyak 14 kali pertemuan selama 7 bulan pembelajaran. Setiap bulannya akan diadakan 2 kali pelatihan yang diadakan pada setiap akhir minggu dari bulan tersebut. Hasil dari Pengabdian ini dimana para siswa-siswi ini akan memiliki tambahan wawasan baru dalam mencari ide untuk menciptakan sebuah bisnis yang dapat diliat dari berbagai macam aspek, seperti aspek local wisdom, aspek pemasaranan, dan aspek konsumen. Selain itu juga, siswa-siswi SMAK St. Agnes juga sudah dibekali dengan pengetahuan untuk melakukan kuesioner yang akan digunakan untuk analisis pasar dalam memahami konsumen dari ide bisnis yang akan dijalankan oleh siswa-siswi SMAK St. Agnes.