Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Organisasi Terhadap Fokus Belajar Mahasiswa Pendidikan Sosiologi UNM Nurul Anggraeni; Yulianti Eni; M. Ridwan Said Ahmad; M. Syukur; Ibrahim Arifin
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 12 (2023): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v2i12.711

Abstract

Organizations are one of the most frequently carried out activities by students in developing their interests and talents. Not only that, organizations can also train leadership, increase insight, improve communication skills, and so on. However, this is actually a debate among students because they think that the organization will disrupt their study focus. This should be a concern for students as to how the organization can have a good impact, including on the focus of student learning.
Analisis Jenis Jenis Dan Penyebab Kekerasan Seksual Di Lingkungan Kampus Irfawandi Irfawandi; Irwanda Hirwan; Zahra Mawarda Aziz; M. Syukur; Ibrahim Arifin
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 04 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v4i04.1747

Abstract

Kekerasan seksual di kampus merupakan masalah serius yang terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Jenis-jenis kekerasan seksual di kampus meliputi pelecehan verbal, fisik, dan non-fisik. Pelecehan verbal meliputi kata-kata kasar atau merendahkan, tekanan untuk melakukan hubungan seksual, dan komentar seksual yang tidak diinginkan. Pelecehan fisik meliputi sentuhan, ciuman, atau aksi yang lebih serius seperti pemerkosaan. Penyebab kekerasan seksual di kampus diantaranya seperti kesenjangan kekuasaan antara pelaku dan korban. Selain itu, faktor lingkungan seperti kurangnya pencahayaan atau pengawasan di area kampus tertentu juga dapat meningkatkan risiko kekerasan seksual. pendidikan yang kurang efektif tentang seksualitas, dan norma sosial yang membenarkan kekerasan seksual. Dari pemermasalahan diatas Kampus perlu menerapkan kebijakan dan program yang efektif untuk mengurangi kekerasan seksual di kampus. Program tersebut meliputi pendidikan seksualitas yang terintegrasi, pelatihan untuk mengekspresikan diri dengan tepat dan menerima penolakan, serta tindakan pencegahan lainnya seperti peningkatan keamanan dan pengawasan di area kampus tertentu. Tindakan pencegahan yang efektif dapat membantu mencegah kekerasan seksual di kampus dan menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman dan sehat bagi semua orang.