Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kieraha Medical Journal

GAMBARAN METASTASIS ORBITAL PADA CT SCAN ORBITA DENGAN KONTRAS SEBAGAI TANDA DINI METASTASIS KANKER PAYUDARA: LAPORAN KASUS Sidipratomo, Prijo; Fitri, Adinda Rahmatul
Kieraha Medical Journal Vol 7, No 1 (2025): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v7i1.10618

Abstract

Kanker payudara merupakan keganasan yang paling umum pada wanita dan dapat bermetastasis ke berbagai organ, termasuk orbita, meskipun jarang. Manifestasi awal metastasis orbital sering kali tidak dikenali karena gejala yang samar atau asimptomatik. Kami melaporkan kasus seorang perempuan usia 46 tahun yang datang dengan keluhan mata kabur dan menonjol bilateral progresif selama 3 bulan, tanpa riwayat kanker sebelumnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan proptosis non-aksial dan massa multipel di kedua orbita serta benjolan pada payudara kanan. Pencitraan CT scan orbita dengan kontras menunjukkan lesi solid isodens multipel di regio intrakonal dan retrobulbar bilateral, disertai infiltrasi jaringan sekitarnya dan erosi tulang orbita kanan. Diagnosis ditegakkan sebagai karsinoma payudara metastasis ke orbita stadium IV, dan pasien diarahkan ke terapi paliatif. Manifestasi klinis orbital mendahului diagnosis kanker payudara primer pada kasus ini, mengindikasikan pentingnya pencitraan diagnostik dan kewaspadaan terhadap kemungkinan metastasis okular. Literasi menunjukkan periode laten metastasis ke orbita bervariasi antara 2 hingga 8,5 tahun, namun dapat muncul lebih awal seperti pada kasus ini. Diagnosis klinis dan pencitraan radiologis memegang peranan penting dalam mengenali keterlibatan orbital sebagai manifestasi awal penyakit sistemik.
EMBOLISASI TRANSARTERIAL UNTUK MENCEGAH PECAHNYA NODUL HATI: TINJAUAN KOMPREHENSIF Noorshintaningsih, Dheeva; Sidipratomo, Prijo
Kieraha Medical Journal Vol 5, No 2 (2023): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v5i2.6606

Abstract

Nodul hepar merupakan tumor yang berukuran kurang dari 2 cm dan bersifat tunggal maupun multipel. Nodul hepar tersering merupakan metastasis karsinoma, dengan colon, paru-paru, dan payudara sebagai tempat karsinoma. Diantara komplikasi yang terjadi, pecahnya nodul terkadang memerlukan intervensi invasif, termasuk aspirasi, drainase atau bahkan debridemen atau lobektomi. Meskipun sebagian besar ruptur dapat ditangani secara konservatif, beberapa diantaranya memerlukan intervensi lebih lanjut, sehingga menimbulkan beban bagi pasien dan ahli bedah saat ini. Embolisasi transarterial telah banyak digunakan secara klinis untuk pengobatan perdarahan gastrointestinal pasca operasi. Embolisasi merupakan cara yang efektif untuk menangani kondisi hemoragik dan membatasi pasokan pendarahan untuk massa tumor. Ketika nodul hati pecah, menentukan penatalaksanaan terapeutik yang tepat merupakan hal yang penting. TAE (Trans-Arterial Embolization) merupakan pendekatan pengobatan yang optimal.