Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DOSIS KAPUR DAN PAC (POLY ALUMINIUM CLORIDE) DALAM PENJERNIHAN AIR SUMUR GALI DI KELURAHAN LALOLARA KECAMATAN KAMBU KOTA KENDARI Indra Purnama Iqbah; Ririn Teguh Ardiansyah; Feni
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 8: April 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air dikatakan keruh, apabila air tersebut mengandung banyak partikel bahan yang tersuspensi sehingga memberikan warna/ rupa. Berdasarkan hasil pemeriksaan uji laboratorium didapatkan angka kekeruhan air sumur gali di Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu sebesar 56 NTU hal ini tidak sesuai dengan PERMENKES No 32 tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektifitas penambahan dosis kapur dan PAC dalam menjernihkan air sumur gali di Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu Kota Kendari dengan metode jar test. Variasi dosis sebesar 5-20 gr/L. Uji statistik menggunakan Uji-T dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan dengan penambahan kapur dan PAC dihasilkan rata-rata penurunan berturut-turut : P1 (5 gr dosis kapur dan PAC) 42,81 NTU, P2 (10 gr dosis kapur dan PAC) 29,16 NTU, P3 (15 gr dosis kapur dan PAC) 25,79 NTU, P4 (20 gr dosis kapur dan PAC) 11,42 NTU sedangkan persentase penurunannya berturut-turut sebesar 25,33 %, 47,39%, 53,94%, 79,60%. ). Efektifitas terbesar dosis koagulan kapur dan PAC adalah 20 gr/L dengan nilai thitung > ttabel (12,835 > 2,920) yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima artinya penggunaan dosis kapur dan PAC (Poly Aluminium Cloride) efektif dalam menjernihkan air sumur gali. Efektifitas terbesar dosis koagulan kapur dan PAC adalah 20 gr/L.
Perbandingan Efektifitas Aktivator Mol Air Nasi Basi Dan Mol Ragi Dalam Pembuatan Kompos Dari Sampah Organik Dengan Metode Takakura La Ode Tasrun; Ririn Teguh Ardiansyah; Bromo Kusuma Achmad
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 4 No 2sp (2023): Special Issue June
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtract Organic waste is an environmental pollution problem that requires the most dominant treatment. Due to the lack of organic waste treatment to change its shape into something beneficial, organic wastes processing becomes compost by adding local microorganisms to the takakura method.The problem with the study is whether the water distribution of stale rice and yeast moles in a dose of 30 ml [10 ml], 40 ml [12 ml] and 50 ml (each of the same doses) is effective in organic garbage treatment to make up the purpose of the study to know the dosage of stale rice and yeat-grown yeast lags in organic waste processing become compos. The design of this research is a preexperimental one by giving two different activators at organic litter with mol actuators of stale rice and yeast mole in the organic garbage treatment into composing. Using univariable data analysis. Research indicates that the yeast mole activation by a dose of 30 ml [12 ml], 40 ml. And 50 ml [5 ml] has a faster and more efficient time for producing organic waste than the actual dose of stale rice mole release. It was determined that the more microorganisms contained in the material of mole activation that was used, the faster it would take to become organic compost. It is recommended to the public to make good use of organic garbage by using the natural ingredients of yeast and rice-based local microorganisms in the pumping process.
ANALISIS KORELASI INDEKS ERITROSIT DAN PROFIL HEMATOLOGI (Hb, Hct) PADA PEKERJA KAWASAN INDUSTRI KONAWE Sapril Kartini; Ririn Teguh Ardiansyah; Isan Maya Kartini
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v10i1.1742

Abstract

Aktivitas pertambangan nikel yang intensif di Kecamatan Morosi, khususnya oleh PT. Virtue Dragon dan PT. OSS, berdampak signifikan terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan pekerja. Paparan senyawa logam berat seperti nikel dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, kerusakan organ, hingga gangguan hematologi seperti anemia. Paparan ini berisiko memengaruhi parameter darah seperti hemoglobin (Hb), hematokrit (Hct), serta indeks eritrosit (MCV, MCH, dan MCHC) yang merupakan indikator penting dalam menilai status kesehatan darah seseorang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara indeks eritrosit dan profil hematologi (Hb, Hct) pada pekerja tambang di Kecamatan Morosi. Populasi penelitian adalah pekerja tambang di daerah morosi yang memeriksakan diri di puskesmas Morosi pada bulan Maret yaitu sebanyak 355 pasien. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 20% sehingga diperoleh 23 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan kriteria inklusi dan esklusi tertentu. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson atau Spearman sesuai hasil uji normalitas Shapiro-Wilk, dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara Hb dengan MCV (r=0,563; p=0,005) serta Hb dengan MCH (r=0,569; p=0,005), dan antara Hct dengan MCV (r=0,538; p=0,008). Sementara itu, Hb dengan MCHC (p=0,473), Hct dengan MCH (p=0,091), dan Hct dengan MCHC (p=0,206) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa paparan polutan tambang, khususnya nikel, berpotensi memengaruhi profil hematologi pekerja, terutama pada parameter Hb dan Hct yang berhubungan dengan indeks eritrosit MCV dan MCH. Hal ini menegaskan adanya risiko anemia pada pekerja tambang sehingga diperlukan pemantauan kesehatan hematologi secara berkala serta upaya pencegahan paparan polutan untuk melindungi kesehatan pekerja dan mendukung keberlanjutan produktivitas.