Selena Dian
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELAYANAN SAYANG WARGA DI BALAI RW SEBAGAI BENTUK PENDEKATAN KELURAHAN DARMO KEPADA MASYARAKAT Selena Dian
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 3 No. 02 (2023): MANAJEMEN PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Pemberian pelayanan yang baik merupakan salah satu upaya penyedia pelayanan untuk menciptakan kepuasan bagi para penerima pelayanan. Administrasi kependudukan merupakan rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil kegiatan yang di lakukan yaitu Masyarakat dapat mengurus Dokumen Kependudukan tanpa perlu datang ke kantor Kelurahan dan Dokumen yang telah jadi bisa diambil kembali di balai RW . Kegiatan ini bertujuan mendekatkan Pelayanan Adminduk kepada masyarakat. Salah satunya, membantu warga agar tidak mengeluarkan biaya transportasi. Masyarakat bisa lebih mudah dalam memanfaatkan berbagai layanan publik sehingga apapun permasalahan bisa langsung tersampaikan.
PERANAN KADER POSYANDU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM KEGIATAN POSYANDU: (Studi Kasus Posyandu Melati 2 Kelurahan Gunungsari Kecamatan Dukuh Pakis Kota Surabaya Jawa Timur) Selena Dian
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 3 No. 06 (2023): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat tidak bisa lepas dari berbagai dukungan serta peran aktif seluruh masyarakat. Dalam hal ini peran yang besar adalah Peran Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang secara langsung berhadapan dengan berbagai permasalahan kemasyarakatan termasuk masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat.peran kader posyandu menjadi peran vital dalam menjaga kesehatan ibu dan anak sebagai upaya peningkatan kualitas kesejahteraan dibidang kesehatan. Serta dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Kader Posyandu Melati 2 sehingga dapat Meningkatkan Partipasi Masyarakat dalam Kegiatan Posyandu Melati 2. Tingkat partisipasi masyarakat memeriksakan kesehatan balitanya ke Pos Pelayanan Kesehatan Terpadu (Posyandu) belum maksimal. Kondisi ini salah satunya dipengaruhi oleh cara pandang orang tua yang merasa anaknya tidak perlu lagi dibawa ke posyandu seiring dengan pertambahan umur, selain itu, minimnya kepercayaan para orang tua terhadap kinerja kader Posyandu juga berkorelasi positif terhadap jumlah kunjungan Balita Ke Posyandu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. pentingnya peran kader dalam menumbuhkan persepsi positif masyarakat untuk memahami, mengerti dan mengenal fungsi posyandu. Sehingga harapan organisasi ini untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dapat tercapai. Diadakanya kegiatan posyandu dan penyuluhan-penyuluhan merupakan salah satu bentuk perilaku kader dalam upaya mensosialisasikan peran posyandu kepada masyarakat. Dari penyuluhan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk dapat mengerti dan memahami keberadaan posyandu, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan persepsi positif terhadap posyandu. Dengan adanya persepsi positif tujuan pemerintah adalah bagaimana menjaga kelangsungan peran posyandu dengan sebaik baiknya. Karena perubahan lingkungan yang begitu cepat, serta masalah-masalah yang terjadi di internal posyandu secara tidak langsung menyebabkan aktivis posyandu melemah. Faktor penghambat peran kader juga perlu di pecahkan, karena dapat mempengaruhi aktivitas.