Julia Herdiman
Bagian Obstetri Dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Tingkat Stres dengan Sindrom Pramenstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Angkatan 2021 Universitas Tarumanagara Windy Hazmi Fadhilah; Julia Herdiman
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v11i3.2086

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) is physical and non-physical symptoms experienced by women of the reproductive age two to fourteen days before menstruation. One of the factors can cause PMS is stress. Objective: To determined the correlation between stress and premenstrual syndrome among year 2021 Faculty of Medicine students at University of Tarumanagara. Methods: This research was an observational analytic study with a cross-sectional research design. The stress variable was measured using the Depression Anxiety Stress Scales-21 (DASS-21) questionnaire and the premenstrual syndrome variable was measured based on prospective questionnaire by the American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). The number of respondents obtained was 138 and the chi-square test was analyzed as a hypothesis test. Results: There were 56 (62,2%) respondents classified as having stress and experienced PMS, while 15 (31,3%) respondents not having stress experienced PMS. The 34 (37,8%) respondents were classified as being stressed but not experiencing PMS, and 33 (68,8%) respondents were not stressed and not experiencing PMS. The affective and somatic symptoms most often experienced irritability (77,54%) and joint or muscle pain (49,28%). There was a significant relationship between stress and premenstrual syndrome with p-value = 0,001 (p-value <0,05). Conclusion: There is a statistically significant relationship between stress and PMS (p<0,05). Affective symptoms were felt more than the somatic ones.Keywords: DASS-21, diagnostic criteria of PMS, premenstrual syndrome, stress
Kejadian Perdarahan Postpartum pada Ibu dengan Anemia dalam Kehamilan Lina Azzahrotin Fairuza; Julia Herdiman
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i4.1343

Abstract

Perdarahan postpartum merupakan salah satu penyebab terbesar kematian maternal. Kondisi ini dapat memburuk apabila seseorang menderita anemia. Data menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup, dimana sekitar 35% – 75% ibu hamil mengalami anemia dan hal ini semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Untuk mengetahui prevalensi perdarahan postpartum pada ibu dengan riwayat anemia saat kehamilan di Puskesmas Tayu I Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Studi ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Penelitian ini menggunakan teknik non-random sampling, yaitu mengumpulkan data rekam medis pasien ibu hamil dengan riwayat anemia pada tahun 2018 hingga 2022 di Puskesmas Tayu I Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Setelah data rekam medis terkumpulkan, analisis data studi deskriptif akan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 101 (2,9%) ibu hamil dengan riwayat anemia dari 3.425 ibu hamil pada tahun 2018 hingga 2022. Didapatkan 49 sampel (48,5%) mengalami anemia derajat ringan, 50 sampel (49,5%) mengalami anemia derajat sedang, dan 2 sampel (2%) mengalami anemia derajat berat. 6 sampel ibu hamil dengan riwayat anemia yang mengalami perdarahan postpartum memiliki rentang usia 20 hingga 35 tahun, 66,7% memiliki jarak kehamilan kurang dari 2 tahun, dan 66,6% adalah primipara. Prevalensi ibu hamil dengan riwayat anemia tertinggi terjadi pada tahun 2021, sedangkan prevalensi terendah terjadi pada tahun 2019. Prevalensi anemia di Puskesmas Tayu I Kabupaten Pati, Jawa Tengah cenderung lebih rendah dari prevalensi nasional. Kejadian perdarahan postpartum pada ibu dengan riwayat anemia pada masa kehamilan di Puskesmas Tayu I Kabupaten Pati, Jawa Tengah juga memiliki prevalensi yang rendah, yaitu 5,9% dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Penelitian ini juga memberi gambaran bahwa usia pada rentang 20-35 tahun, jarak kehamilan kurang dari 2 tahun, serta mayoritas primipara merupakan faktor risiko terjadinya perdarahan postpartum pada ibu hamil anemia.
The Relationship Between Maternal Age And The Incidence Of Low Birth Weight Babies Sroja Ade Putri; Julia Herdiman
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 03 (2023): Jurnal EduHealt, Edition September 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jurnaleduhealth.v14i3.2592

Abstract

The Riau Province health profile (2020) shows that the biggest cause of neonatal death is low birth weight babies (LBW). This is supported by national data (RISKESDAS 2019). One of the factors considered to be contributing to the high prevalence of low birth weight babies in Indonesia is the age of the mother. The purpose of the study : To determine the relationship between maternal age and the incidence of low birth weight in pregnant women at Selasih Pangkalan Kerinci Regional Hospital, Pelalawan District, Riau. Method: This an analytic research with a cross-sectional design. Samples were taken using a non-probability consecutive sampling from medical record in 2020-2021 . The number of respondents obtained was 93 and a chi square test was carried out. Results : Respondents who were <21 years of age experienced the most low birth weight events, namely 19 people  (20.4%). Respondents aged 21-34 years showed that as many as 17 respondents (18.2%) experienced low birth weight. Respondents who were >35 years old showed that 22 people or 23.6% experienced low birth weight. Based on Chi-Square Tests, a relationship was found between maternal age and low birth weight babies with a p-value of 0.003 (p value <0.05). The results of the study from 93 research samples found that 58 mothers (62.4%) gave birth to babies with low birth weight and 35 mothers (37.6%) did not. Conclusion:   A significant relationship was found between age of pregnant women and the incidence of low birth weight babies at Selasih Pangkalan Kerinci Regional Hospital.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN USIA MENARCHE PADA SISWI SMP MANADO INDEPENDENT SCHOOL Cantika Monica; Julia Herdiman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22963

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama pada remaja perempuan. Seiring dengan pergantian jaman, trend usia menarche pun mengalami perubahan. Status gizi merupakan salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya menarche dini. Mengetahui hubungan antara status gizi dengan usia menarche pada siswi SMP Manado Independent School. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Data dikumpulkan menggunakan metode random sampling melalui pembagian kuesioner untuk mengetahui usia menarche. IMT diukur dengan kurva CDC 2000 BMI-for-Age untuk mengetahui status gizi responden. Total responden yang didapatkan berjumlah 139 siswi dan dianalisa dengan menggunakan uji chi square. Rata-rata usia menarche responden adalah 11,079. Sebanyak 97(69,8%) siswi mengalami usia menarche <12 tahun dan 42 (30,2%) siswi dengan usia menarche 12-14 tahun. Terdapat 8 siswi underweight, 99 siswi normal, 24 siswi overweight, dan 8 siswi obesitas. Setelah dianalisa, didapatkan nilai signifikansi 0,202 pada normal vs underweight, 0,064 pada normal vs overweight, dan 0,413 pada normal vs obesitas. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan usia menarche pada siswi SMP Manado Independent School.