p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Kristia Hermawan, Kristia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Koreksi Anemia dengan Terapi Recombinant Human Erythropoietin pada Anak dengan Penyakit Ginjal Kronis Savira, Savira; Hermawan, Kristia; Widjajanto, Pudjo Hagung
Sari Pediatri Vol 25, No 6 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.6.2024.363-70

Abstract

Latar belakang. Anemia merupakan salah satu komplikasi tersering pada penyakit ginjal kronis serta dapat meningkatkan risiko mortalitas hingga 52%. Terapi anemia dengan recombinant human erythropoietin mampu meningkatkan kadar hemoglobin dengan sifat dose dependent.Tujuan. Untuk mengetahui hubungan dosis terapi recombinant human erythropoietin dengan kadar hemoglobin dan kebutuhan transfusi darah pasien anak dengan anemia pada penyakit ginjal kronis.Metode. Dilakukan studi kohort retrospektif dengan subjek pasien anak usia 2-18 tahun dengan anemia dan penyakit ginjal kronis di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito periode Januari 2019 - Januari 2023. Sampel diambil secara consecutive sampling. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak program pengolah data yang terkomputerisasi. Kurva receiver operating character digunakan untuk menghitung cut-off, kemudian dilakukan analisis bivariat dan analisis multivariat. Hubungan antar variabel dinyatakan dengan risk ratio dan interval kepercayaan 95% dengan tingkat kemaknaan statistik p<0,05.Hasil. Empat belas (23%) dari 61 total sampel yang mendapat dosis optimal sesuai rekomendasi KDIGO. Berdasarkan kurva ROC, didapatkan ambang batas dosis 76 IU/kgBB/minggu untuk mencapai target Hb >10 g/dL. Dosis ?76 IU/kgBB/minggu dapat meningkatkan pencapaian target Hb >10 g/dL dibandingkan dengan dosis yang lebih rendah (RR 2,02; IK95%: 1,19-3,42; p=0,007). Dosis ?76 IU/kgBB/minggu tidak signifikan dalam menurunkan kebutuhan transfusi darah dibandingkan dosis yang lebih rendah (RR 0,3; IK95% 0,08-1,46; p>0,05). Kesimpulan. Dosis recombinant human erythropoietin ?76 IU/kgBB/minggu dapat meningkatkan pencapaian target hemoglobin, tetapi tidak signifikan dalam menurunkan kebutuhan transfusi darah pasien anak anemia dengan penyakit ginjal kronis.
Faktor Risiko Peningkatan Tekanan Darah pada Anak Sekolah Dasar: Peran Indeks Massa Tubuh dan Riwayat Hipertensi Orang Tua Riadani, Dwiarsi Sajariana; Indraswari, Braghmandita Widya; Hermawan, Kristia; Baroto, Retno Palupi
Sari Pediatri Vol 27, No 6 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.6.2026.383-92

Abstract

Latar belakang. Prevalensi hipertensi pada anak dan remaja mencapai 3,5%, sedangkan pada dewasa 34,7%. Anak yang memiliki riwayat hipertensi pada orang tuanya menunjukkan peningkatan risiko mengalami hipertensi primer sebelum usia 18 tahun. Skrining dini sangat penting karena prevalensi hipertensi pada anak meningkat seiring bertambahnya usia. Saat ini, belum ada upaya skrining rutin hipertensi pada anak, padahal skrining berperan penting untuk deteksi dini dan mencegah morbiditas.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hipertensi pada orang tua dan faktor risiko lainnya dengan peningkatan tekanan darah siswa Sekolah Dasar.Metode. Penelitian menggunakan desain observasional analitik potong lintang. Data dianalisis menggunakan Uji Chi-square, Uji Mann- Whitney dan regresi logistik.Hasil. Tidak terdapat hubungan signifikan antara hipertensi ibu (p=0,119) dan bapak (p=0,534) dengan peningkatan tekanan darah anak. Anak dengan ibu hipertensi memiliki tekanan darah sistolik lebih tinggi, yaitu 65 (55-78,3) mmHg dibandingkan anak yang ibunya tidak hipertensi, yaitu 63,5 (47-82) mmHg (p=0,039). Jumlah orang tua hipertensi (p=0,050) dan indeks massa tubuh (p=0,022) memiliki hubungan bermakna dengan peningkatan tekanan darah anak. Analisis regresi logistik menunjukkan indeks massa tubuh merupakan faktor risiko yang paling bermakna (OR=4,06; IK95%=1,29-12,77; p=0,017)Kesimpulan. Prevalensi hipertensi pada orang tua sebesar 34,6% dan prevalensi anak dengan tekanan darah tinggi sebesar 22%. Analisis multivariat menunjukkan IMT dan jumlah orang tua hipertensi memiliki hubungan bermakna.