Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Problem Based Learning Model dalam Pembelajaran Geografi untuk Mengembangkan Keterampilan Belajar Abad 21 pada Siswa di SMA Negeri 1 Taliwang Uswatun Hasanah; Ida Bagus Made Astawa; I Putu Ananda Citra
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v11i1.52424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Problem Based Learning Model dalam pembelajaran geografi untuk mengembangkan keterampilan belajar abad 21, menganalisis keterampilan belajar abad 21 pada siswa, sebelum dan sesudah diimplementasikan Problem Based Learning Model dalam pembelajaran geografi, dan menganalisis perbedaan keterampilan belajar abad 21 siswa sebelum dan sesudah diterapkannya Problem Based Learning Model dalam pembelajaran geografi. Rancangan penelitian menggunakan Quasi Experiment  dengan Non-Equivalent Control Group Design. Kelas eksperimen dan kontrol ditentukan menggunakan simple random sampling setelah dilakukan uji kesetaraan. Pengumpulan data menggunakan angket, lembar observasi, dan lembar pencatatan dokumen yang selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan inferensial dengan independent student t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Problem Based Learning Model untuk mengembangkan keterampilan belajar abad 21 dapat diimplementasikan dalam pembelajaran Geografi dengan kategori ‘sangat baik’. Nilai rata-rata keterampilan belajar abad 21 pada siswa, sebelum diimplementasikan Problem Based Learning Model dalam pembelajaran geografi adalah 63,23 dan menjadi 83,87 sesudah Problem Based Learning Model diimplementasikan dalam pembelajaran geografi, dan terdapat perbedaan keterampilan belajar abad 21 siswa secara signifikan antara sebelum dan sesudah diterapkannya Problem Based Learning Model dalam pembelajaran geografi (0,00 < 0,05). Sehingga, pembelajaran geografi dapat terlaksana, sehingga bersamaan dengan itu keterampilan belajar abad-21 dengan 4C juga dapat diwujudkan dalam pembelajaran geografi.
Tantangan dan Peluang Implementasi Kebijakan Pendidikan: Studi Kasus di Berbagai Negara Uswatun Hasanah; Depi Nopia; Ahmad Junaidi; Ja’ranah; Basilius Redan Werang
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): JULI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i2.1799

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan dan peluang implementasi kebijakan pendidikan melalui studi kasus di berbagai negara dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode library research. Data penelitian berupa literatur yang terdiri atas artikel jurnal internasional dan nasional, buku ilmiah, dokumen kebijakan, serta laporan organisasi internasional yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis), sintesis tematik (thematic synthesis), dan analisis komparatif (comparative analysis) untuk mengidentifikasi pola, persamaan, dan perbedaan implementasi kebijakan pendidikan pada berbagai konteks. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan pendidikan dipengaruhi oleh kapasitas kelembagaan, efektivitas tata kelola, kompetensi pelaksana kebijakan, keterlibatan pemangku kepentingan, serta kemampuan sistem pendidikan dalam mengadaptasi perubahan global sesuai dengan kebutuhan lokal. Selain itu, praktik baik di berbagai negara menunjukkan bahwa reformasi pendidikan yang efektif dibangun melalui kepemimpinan yang adaptif, kolaborasi multipihak, pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan, dan sistem monitoring serta evaluasi yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan pendidikan perlu diarahkan pada pendekatan yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis bukti agar setiap kebijakan tidak hanya efektif pada tahap perumusan, tetapi juga mampu menghasilkan peningkatan mutu, pemerataan, dan keberlanjutan sistem pendidikan.