Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membentuk Pendidikan Agama Islam Yang Berwawasan Plural Sukman S
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i03.4387

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya berbagai konflik yang dilandasi oleh motif-motif keagamaan. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana membentuk pendidikan agama Islam yang berwawasan pluralisme agama. Studi ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik content analysis. Sumber data penelitian berupa literatur yang berkaitan dengan permasalahan penelitian, kemudian di analsis dengan tiga langkah analisis; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 4 faktor penyebab kegagalan pendidikan agama dalam menumbuhkan pluralisme yaitu: 1) penekanannya pada proses transfer ilmu agama ketimbang pada proses transformasi nilai-nilai keagamaan dan moral kepada anak didik; 2) sikap bahwa pendidikan agama tidak lebih dari sekedar sebagai “hiasan kurikulum” belakang yang dipandang sebelah mata; 3) kurangnya penekanan pada penanaman nilai-nilai moral yang mendukung kerukunan antaragama, dan 4) kurangnya perhatian untuk mempelajari agama-agama lain. Pendidikan agama Islam, di samping bertujuan untuk memperteguh keyakinan pada agama peserta didik, juga harus diorientasikan untuk menanamkan empati, simpati dan solidaritas terhadap sesama. Maka, dalam hal ini, semua materi buku-buku yang diajarkannya tentunya harus menyentuh tentang isu pluralitas. Dari sinilah kemudian kita akan mengerti urgensinya untuk menyusun bentuk kurikulum pendidikan agama berbasis pluralisme agama.
URGENSI BELAJAR MATA KULIAH BIMBINGAN KONSELING PADA MAHASISWA Sukman S; Arzyla Ashari A; Jamalia Pampanua; Nur Safira; Tiara Pajri Riantika; Tri Siti Soleha Nurjannah; Yunita Trimala Ester; Sarnia Abdullah
AL-MUTSLA Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Al Mutsla Juni 2023
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v5i1.614

Abstract

Keywords :AbstractThis research is aiming at identifying the urgency or importance of counseling guidance for prospective educators. The method applied in this research is mix-method by using two approaches based on instrument and technique of data collection, namely, interview and spreading questionnaire in the form of google form which filled by lecturers and students of Tarbiyah Faculty IAIN Sorong about the urgency of learning counseling guidance course at Tarbiyah Faculty IAIN Sorong. All study programs learn counseling guidance. The result of the research depicted that in implementing this point, the learning of counseling guidance becomes one of the much needed courses to the students of Tarbiyah Faculty IAIN Sorong with positive responses based on interview and it is supported by the result of questionnaire data processing were at 78,6 %. The implication is that there must be a strong synergy between the lecturers and students in the form of guidance services, in this case, the competent lecturer of counseling guidance should provide guidance and direction to students who need.
Membentuk Pendidikan Agama Islam Yang Berwawasan Plural Sukman S
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i03.4387

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya berbagai konflik yang dilandasi oleh motif-motif keagamaan. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana membentuk pendidikan agama Islam yang berwawasan pluralisme agama. Studi ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik content analysis. Sumber data penelitian berupa literatur yang berkaitan dengan permasalahan penelitian, kemudian di analsis dengan tiga langkah analisis; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 4 faktor penyebab kegagalan pendidikan agama dalam menumbuhkan pluralisme yaitu: 1) penekanannya pada proses transfer ilmu agama ketimbang pada proses transformasi nilai-nilai keagamaan dan moral kepada anak didik; 2) sikap bahwa pendidikan agama tidak lebih dari sekedar sebagai “hiasan kurikulum” belakang yang dipandang sebelah mata; 3) kurangnya penekanan pada penanaman nilai-nilai moral yang mendukung kerukunan antaragama, dan 4) kurangnya perhatian untuk mempelajari agama-agama lain. Pendidikan agama Islam, di samping bertujuan untuk memperteguh keyakinan pada agama peserta didik, juga harus diorientasikan untuk menanamkan empati, simpati dan solidaritas terhadap sesama. Maka, dalam hal ini, semua materi buku-buku yang diajarkannya tentunya harus menyentuh tentang isu pluralitas. Dari sinilah kemudian kita akan mengerti urgensinya untuk menyusun bentuk kurikulum pendidikan agama berbasis pluralisme agama.