Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Carbon Emissions Assessment Fly ash and Steel Slag As a Substitute for Cement in Concrete Mixing Using the Method Artificial Neural Networks Salma Fauziyyah
Structure Vol 5, No 1 (2023): STRUCTURE (JURNAL SIPIL)
Publisher : University of Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/civil.v5i1.7861

Abstract

Concrete is a construction material made from a mixture of Portland cement, air, coarse aggregate, fine aggregate, and sometimes also uses admixture materials with a certain ratio. Cement, which is the binding agent in the concrete mixture, contributes to 8% of the world's carbon dioxide (CO2) emissions. Fly ash and steel slag are one of the wastes that are currently being researched and developed as cement ingredients in concrete mixtures. This is because the chemical composition of fly ash and slag associated with cement is very suitable when added to concrete mixtures.This study aims to find out of the optimal of fly ash and slag content in the concrete mixture in terms of strength by using the Artificial Neural Network (ANN) method and in accordance with SNI 7656: 2012. Furthermore, this study also aims to measure the ratio of CO2 emissions that are produced from normal concrete, concrete with fly ash, and concrete with steel slag, using references from Idemat2014 and Ecoinvent V3.The results showed that the optimum content of fly ash class F, fly ash class C, and steel slag in the concrete mixture were 30%, 20%, and 55%, respectively. The results also concluded that steel concrete slag as the lowest emitter of CO2 compared to normal concrete, class F fly ash concrete, and class C fly ash concrete. Keywords: concrete, fly ash, steel slag, ANN, comppresive strength, CO2 emission
Evaluasi Kinerja Pencahayaan Alami terhadap Standar Intensitas Pencahayaan Ruang Hunian Menggunakan Lux Meter pada Rumah Tinggal Salma Fauziyyah; Azzam Zaki Nahdi
Jurnal Studi dan Aplikasi Teknik Sipil (JSATS) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/jsats.v2.i1.4

Abstract

Pencahayaan alami merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan kenyamanan visual dan efisiensi energi pada bangunan hunian. Namun, masih banyak rumah tinggal yang belum memenuhi standar pencahayaan alami sesuai SNI 6197:2011. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja pencahayaan alami pada rumah tinggal dua lantai di Kecamatan Sukamahi, Cikarang Pusat, serta menilai kesesuaiannya terhadap standar pencahayaan ruang hunian. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pengukuran langsung intensitas cahaya menggunakan lux meter pada beberapa titik pengamatan yang disusun dalam pola grid pada setiap ruang. Pengukuran dilakukan pada pukul 08.00–15.00 WIB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang santai lantai 2 memiliki pencahayaan terbaik dengan rentang iluminasi 142–305 lux dan memenuhi standar SNI, sedangkan ruang tamu hanya memenuhi standar pada area tertentu. Kamar tidur lantai 1 dan ruang kamar mandi menunjukkan nilai iluminasi rendah, yaitu 18–85 lux, sehingga belum memenuhi standar pencahayaan minimum. Distribusi pencahayaan dipengaruhi oleh konfigurasi ruang, posisi bukaan, serta hambatan struktural bangunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi orientasi bangunan, dimensi bukaan, dan tata letak ruang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pencahayaan alami, kenyamanan visual, serta efisiensi energi pada rumah tinggal dua lantai.