Pencahayaan alami merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan kenyamanan visual dan efisiensi energi pada bangunan hunian. Namun, masih banyak rumah tinggal yang belum memenuhi standar pencahayaan alami sesuai SNI 6197:2011. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja pencahayaan alami pada rumah tinggal dua lantai di Kecamatan Sukamahi, Cikarang Pusat, serta menilai kesesuaiannya terhadap standar pencahayaan ruang hunian. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pengukuran langsung intensitas cahaya menggunakan lux meter pada beberapa titik pengamatan yang disusun dalam pola grid pada setiap ruang. Pengukuran dilakukan pada pukul 08.00–15.00 WIB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang santai lantai 2 memiliki pencahayaan terbaik dengan rentang iluminasi 142–305 lux dan memenuhi standar SNI, sedangkan ruang tamu hanya memenuhi standar pada area tertentu. Kamar tidur lantai 1 dan ruang kamar mandi menunjukkan nilai iluminasi rendah, yaitu 18–85 lux, sehingga belum memenuhi standar pencahayaan minimum. Distribusi pencahayaan dipengaruhi oleh konfigurasi ruang, posisi bukaan, serta hambatan struktural bangunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi orientasi bangunan, dimensi bukaan, dan tata letak ruang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pencahayaan alami, kenyamanan visual, serta efisiensi energi pada rumah tinggal dua lantai.
Copyrights © 2026