Dian Purnama Sari
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Safety Training terhadap Ketrampilan Orang Tua dalam Penanganan Cedera Balita di PMB Bidan I Kabupaten Bandung Dian Purnama Sari; Retna Hermawati
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 1 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i1.277

Abstract

Salah satu masalah yang sering terjadi pada masa anak-anak adalah kecelakaan atau cedera. Cedera termasuk salah satu dari beberapa penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak di dunia. Tindakan pencegahan cedera berupa pengawasan yang dapat dilakukan oleh orang tua, karena dalam beraktivitas anak tidak memperhatikan bahaya. Safety training sebagai kegiatan yang menjamin terciptanya kondisi yang aman, terhindar dari gangguan fisik dan mental melalui pembinaan dan pelatihan, pengarahan, dan kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan yang dapat di lakukan oleh orang tua. Penelitian ini menggunakan quasy experimental study with control group design. Sample didapatkan dengan menggunakan simple random sampling yaitu orang tua. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2021. Cara pengumpulan data penelitian dengan menggunakan ceklist. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan Paired T-Test dan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh safety training terhadap keterampilan orang tua dalam penanganan cedera balita di rumah tangga dengan uji PairedT-Test hasil pre-test dan post-test pada kelompok intervensi p=0,001 (p<0,05), sedangkan hasil pre-test dan post-test pada kelompok kontrol p=0,568. Uji Independent T-Test pada kelompok intervensi dan kontrol mendapat hasil pre-test p=0,337 (p>0,05) dan hasil post-test p=0,001 (p<0,05). Pengasuhan anak dilakukan sepenuhnya oleh orang tua, karena pada masa ini seorang anak lebih banyak dilewatkan dalam lingkungan keluarga.
PENGARUH EDUKASI MEDIA GAMIFIKASI TENTANG MENARCHE TERHADAP KESIAPAN REMAJA PUTRI PRAPUBERTAS DI SDN PASIRLUHUR KABUPATEN BANDUNG Dara Ayunda; Dian Purnama Sari; Melati Yuliandari; Haidir Syafrullah
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 2 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescent girls experience menarche as a sign of early puberty, but many are not yet physically, psychologically, socially, and cognitively prepared. SDKI data shows the average age of menarche is 13–14 years. A study at Pasirluhur Elementary School shows that 87% of female students are unprepared. Unpreparedness can lead to anxiety, dysmenorrhea, and unhealthy behaviors. Early education is important so that adolescents are emotionally ready and can maintain reproductive health. Gamification media serves as an interesting, interactive, and easily understood educational alternative for children of prepubertal age. This study aims to determine the influence of gamification media education about menarche on the readiness of prepubertal girls in Pasirluhur Elementary School, Bandung Regency. The method used in this study was a quantitative approach with a pre-experimental design, namely a pretest-posttest one group. A sample of 79 people was taken using total sampling, with 79 respondents. The results showed that before the intervention, 8.9% of students were prepared, while after the intervention, this percentage increased to 97.5%. Data analysis used the Wilcoxon Signed Rank test, showing a p value of 0.000 with a significance level of 0.05. The results of this study indicate a p value of 0.000 with a significance level of 0.05. Based on the research findings, it can be concluded that there is an impact on students' preparedness after being provided education through gamification media about menarche.
Pengaruh Pemberian Jus Tomat (Solanum Lycopersicum) Terhadap Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil : The Effect Of Giving Tomato Juice Ssolanum Lycopersicum) on Haemoglobin Level of Pregnant Women Arini Rahmatika Permana; Oktarina Sri Iriani; Dian Purnama Sari; Sri Hennyati A; Lina Herlina
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 9 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v9i2.4372

Abstract

Anemia in pregnant women is one of the global health problems that affects both mothers and fetuses, leading to complications such as bleeding, premature birth, and low birth weight. Pregnancy-related anemia is generally caused by iron deficiency and inadequate nutritional intake. One non-pharmacological effort to overcome anemia is the consumption of tomato juice (Solanum lycopersicum), which contains vitamin C and iron. This study aimed to determine the effect of tomato juice administration on hemoglobin levels in pregnant women in Cianjur Regency. The study used a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. The sample consisted of 24 pregnant women selected based on inclusion and exclusion criteria. The study was conducted in May 2025 and analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and the Paired Sample T-Test. The results showed that the mean hemoglobin level before the intervention was 11.5 g/dL and increased to 12.1 g/dL after the intervention. The Paired T-Test result showed a p-value of <0.001 (p < 0.05), indicating a significant effect of tomato juice on the increase in hemoglobin levels. This study concludes that tomato juice is effective in increasing hemoglobin levels and can be considered a non-pharmacological alternative to prevent anemia in pregnant women.   Abstrak Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berdampak terhadap ibu dan janin, seperti risiko perdarahan, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah. Anemia pada kehamilan umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi dan asupan gizi yang tidak memadai. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi anemia secara non-farmakologis adalah dengan konsumsi jus tomat (Solanum Lycopersycum) yang mengandung vitamin C dan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus tomat terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di Kabupaten Cianjur. Desain penelitian ini menggunakan pra-eksperimen dengan rancangan one group pre-test and post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III sebanyak 24 responden. Jumlah sampel sebanyak 24 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diikut sertakan dalam penelitian ini. Kriteria inklusi meliputi ibu hamil trimester III dengan kondisi umum yang stabil, tidak memiliki penyakit kronis seperti diabetes melitus, mengonsumsi tablet Fe secara rutin, serta bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Adapun kriteria eksklusi mencankup ibu hamil yang mengonsumsi suplemen tambahan diluar intervensi penelitian , memiliki alergi terhadap tomat, menderita penyakit tertentu seperti leukemia, autoimun, atau penyakit darah lainnya, serta mimiliki riwayat gastritis.  Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2025 dan dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk serta uji Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan kadar hemoglobin sebelum intervensi memiliki rerata 11,5 g/dL dan meningkat menjadi 12,1 g/dL setelah intervensi. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan nilai p = <0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian jus tomat terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian jus tomat efektif meningkatkan kadar hemoglobin dan dapat menjadi alternatif intervensi non-obat dalam pencegahan anemia pada ibu hamil.