Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA KELAS ALIH TRANSFER PROGRAM SARJANA KEPERAWATAN Syafrullah, Haidir; rokayah, cucu; Nurdini, Resti
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 5, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.472 KB)

Abstract

Kepercayaan diri adalah suatu sikap, perasaan yakin atas kemampuan diri sendiri. Mahasiswa dengan kepercayaan diri positif memiliki kemampuan untuk mencapai tujuan dalam hidup, tidak akan mudah menyerah dan mudah mengalami kecemasan dalam menghadapi kesulitan pada saat menyusun skripsi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan tingkat kecemasan.Metode penelitian bersifat deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 70 sampel dengan  metodetotal sampling. Instrumen penelitian berupa kuisioner kepercayaan diri Lauster  dan kuesioner DASS (Depression Anxiety Stress Scale). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepercayaan diri positif 35 orang (50%) dan tingkat kecemasan berat 9 orang (12,86%) serta terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dengan tingkat kecemasan (p-value = 0,009), mahasiswa kelas alih tranfer tingkat akhir program studi sarjana keperawatan di STIKes Dharma Husada Bandung. Saran untuk  institusi pendidikan melalui pembimbing akademik dapat memberikan lebih banyak motivasi dan sugesti positif terhadap mahasiswa yang tengah menyusun skripsi dan diadakan bimbingan dan konseling kepada mahasiswa. Kata Kunci: Kepercayaan Diri, Tingkat Kecemasan THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-CONFIDENCE AND ANXIETY LEVEL ON THE STUDENT OF LAST GRADE BACHELOR PROGRAMME IN NURSING WHO WERE IN THE TRANSFERRED-CLASS AT DHARMA HUSADA BANDUNG  INSTITUTE OF HEALTH SCIENCE ABSTRACTSelf-confidence is a certain attitude or feeling of self-assurance. Students with positive self-confidence have the ability to achieve goals in their life. They would not give up nor easily experience anxiety, when facing difficulties at the time of preparing their thesis. The study aimed to determine the relationship between self-confidence and the level of anxiety. The research method was descriptive correlation with cross-sectional approach. The research population was 70 samples and total sampling method was used. The research instruments were Lauster self-confidence questionnaire  and anxiety level questionnaire with DASS (Depression Anxiety Stress Scale) measurement scale. The results showed that 35 people (35%) positive self-confidence leveland 12.86% with very heavy anxiety level and  significant correlation between self-confidence and the level of anxiety (p-value = 0.009)  on the students of Dharma Husada Bandung Institute of Health Science who were in the transferred-class at their final semester. The research suggested the educational institutions, through the supervisors, to provide more positive motivations and suggestions for the students who were in their thesis preparation and to held counseling for the students with very heavy anxiety level. Keywords: Anxiety Level,  Self Confidence
HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA KELAS ALIH TRANSFER PROGRAM SARJANA KEPERAWATAN Syafrullah, Haidir; rokayah, cucu; Nurdini, Resti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 5, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.472 KB) | DOI: 10.26714/jkj.5.2.2017.72-76

Abstract

Kepercayaan diri adalah suatu sikap, perasaan yakin atas kemampuan diri sendiri. Mahasiswa dengan kepercayaan diri positif memiliki kemampuan untuk mencapai tujuan dalam hidup, tidak akan mudah menyerah dan mudah mengalami kecemasan dalam menghadapi kesulitan pada saat menyusun skripsi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan tingkat kecemasan.Metode penelitian bersifat deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 70 sampel dengan  metodetotal sampling. Instrumen penelitian berupa kuisioner kepercayaan diri Lauster  dan kuesioner DASS (Depression Anxiety Stress Scale). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepercayaan diri positif 35 orang (50%) dan tingkat kecemasan berat 9 orang (12,86%) serta terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dengan tingkat kecemasan (p-value = 0,009), mahasiswa kelas alih tranfer tingkat akhir program studi sarjana keperawatan di STIKes Dharma Husada Bandung. Saran untuk  institusi pendidikan melalui pembimbing akademik dapat memberikan lebih banyak motivasi dan sugesti positif terhadap mahasiswa yang tengah menyusun skripsi dan diadakan bimbingan dan konseling kepada mahasiswa. Kata Kunci: Kepercayaan Diri, Tingkat Kecemasan THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-CONFIDENCE AND ANXIETY LEVEL ON THE STUDENT OF LAST GRADE BACHELOR PROGRAMME IN NURSING WHO WERE IN THE TRANSFERRED-CLASS AT DHARMA HUSADA BANDUNG  INSTITUTE OF HEALTH SCIENCE ABSTRACTSelf-confidence is a certain attitude or feeling of self-assurance. Students with positive self-confidence have the ability to achieve goals in their life. They would not give up nor easily experience anxiety, when facing difficulties at the time of preparing their thesis. The study aimed to determine the relationship between self-confidence and the level of anxiety. The research method was descriptive correlation with cross-sectional approach. The research population was 70 samples and total sampling method was used. The research instruments were Lauster self-confidence questionnaire  and anxiety level questionnaire with DASS (Depression Anxiety Stress Scale) measurement scale. The results showed that 35 people (35%) positive self-confidence leveland 12.86% with very heavy anxiety level and  significant correlation between self-confidence and the level of anxiety (p-value = 0.009)  on the students of Dharma Husada Bandung Institute of Health Science who were in the transferred-class at their final semester. The research suggested the educational institutions, through the supervisors, to provide more positive motivations and suggestions for the students who were in their thesis preparation and to held counseling for the students with very heavy anxiety level. Keywords: Anxiety Level,  Self Confidence
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester II Dengan Kepatuhan Dalam Mengkonsumsi Tablet Zat Besi Di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung Sri Hennyati A; Haidir Syafrullah; Gita Sri Andriani
Sehat MasadaJurnal Vol 10 No 2 (2016): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v10i2.13

Abstract

Latar Belakang Zat besi adalah suatu mineral penting yang diperlukan selama kehamilan, bukan hanya untuk bayi tetapi juga untuk ibu hamil. Selama hamil ibu harus mengkonsumsi tablet zat besi minimal 90 tablet. Dalam meningkatkan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet zat besi diperlukan juga pengetahuan yang baik. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet zat besi di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung Periode 2016. Jenis penelitiannya ialah deskripsi korelatif. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 42 ibu hamil trimester II. Penelitian dilakukan pada bulan Januari – Juni 2016. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan ibu hamil tentang tablet zat besi dan kuesioner kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet zat besi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat uji chi square. Hasil Data hasil penelitian dengan uji analisis univariat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil trimester II di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung, sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik (71,4%), sedangkan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet zat besi di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung dari responden (54.8%) dinyatakan memiliki tingkan kepatuhan tinggi. Dari hasil analisis bivariat uji chi square dengan p-value (0,000) ≤ a (0,05) yang artinya terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu hamil trimester II dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet zat besi di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung.
Hubungan Antara Ibu Hamil Usia Muda Dengan Anemia Di Bpm “T” Cikutra Kota Bandung Haidir Syafrullah; Yasmin Widad Chabellalia
Sehat MasadaJurnal Vol 13 No 1 (2019): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v13i1.79

Abstract

Pregnancy at too young maternal age is a pregnancy in adolescents under 20 years of age who are not ready enough to get pregnant. Risk factors that may occur are miscarriage, premature delivery, low birth weight, congenital abnormalities, easy to contract the infection, anemia in pregnancy, and death. Adolescence is also a risky time to get pregnant. This study aims to determine the relation between a young age pregnant women with anemia at BPM “T” Cikutra, Bandung 2015. The research methodology used in this study is the correlation obtained from secondary data in the medical record book ANC in 2015 with bivariate techniques. Samples technique used in the study a total of sampling as many as 64 people. The results showed the majority of pregnant women (56.25%) are in the middle of adolescence (15-18 years old). The majority of pregnant women (51.56%) had moderate anemia. There is a relation between middle adolescence with moderate anemia (61.11%) with a p-value (0.003). As a suggestion, health promotion is expected to be held on the age of the mother at risk for pregnant and carry out safe motherhood to reduce 4 overly conditions (overly young, overly aged, overly close, and overly often get pregnant). Hopefully health providers can inform reproductive health to adolescents and the elderly.
Hubungan Konsumsi Asam Folat dengan Preeklamsia di RSUD Subang Tahun 2022 Silvia Sandra Gunawan; Dyah Triwidiyantari; Haidir Syafrullah
Sehat MasadaJurnal Vol 17 No 1 (2023): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i1.408

Abstract

Preeklamsia adalah penyakit kehamilan yang disebabkan yang spesifik pada manusia. Kondisi yang terjadi dan akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan proteinuria pada ibu hamil pada kehamilan 20 minggu. Plasentasi yang baik memerlukan invasi trofoblas ekstravilus sempurna ke dalam arteri spiralis uterus ibu Perubahan arteri spiralis dari pembuluh darah yang berkapasitas rendah dengan resistensi tinggi menjadi berkapasitas tinggi dengan resistensi rendah memungkinkan transportasi sejumlah besar darah ke ruangan intervilus. Pada usia kehamilan 8 – 12 minggu, sumbatan trofoblas yang berakumulasi pada arteri spiralis dilepaskan sehingga merusak sel endotel selanjutnya terjadi apoptosis, invasi dan modifikasi lapisan tunika muskularis media. Perfusi tiba-tiba vilus plasenta saat awal sirkulasi maternal-plasental berhubungan dengan timbulnya stres oksidatif. Asam folat mempunyai aktivitas antioksidan lokal pada sel endotel dan secara langsung mampu menangkap radikal bebas dan meningkatkan bioavailabilitas nitrat oksida. Masalah yang kerap terjadi di RSUD subang yaitu preeklamsia pada ibu hamil. Sekitar 30% ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di poli kandungan RSUD Subang mengalami preeklamsia. 0-2 % kematian terjadi pada ibu hamil yang disebabkan oleh preeklamisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi asam folat dengan ibu hami di RSUD Subang. Jenis penelitian yang digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi sebanyak 40 orang, dan sampel yang didapat 35 sampel dengan menggunakan uji korelasi chi square. Instrumen yang digunakan 35 rekam medis ibu hamil dengan preeklamsia dan menggunakan teks wawancara. Preeklamsia berat cenderung terjadi pada ibu hamil yang kurang mengonsumsi asam folat, hal ini terlihat pada hasil penelitian di peroleh hasil 20 responden (57,1%) Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat melakukan pemberian sumber informasi atau pendidikan pada ibu hamil tentang bahayanya kejadian preeklamsia pada ibu hami dan pentingnya mengonsumsi asam folat.
Faktor genetik dan kebiasaan merokok terhadap kejadian hipertensi Sumarni Sumarni; Lisa Mustika Sari; Haidir Syafrullah; Nurul Jannatul Wahidah; Antonius Rino Vanchapo
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i3.10246

Abstract

Background: Hypertension is still a health problem in Indonesia, especially in Bandung. The increase in hypertension cases can be caused by unhealthy lifestyles.Purpose: To determine the genetic factors and smoking habits on the incidence of hypertension.Method: This study used a cross-sectional design. The population of this study is a productive age community, which is between 15-60 years. The sample technique in this study used accidental sampling techniques and obtained samples of 67 people. The instrument used is a questionnaire. Data analysis using chi-square test.Results: More than half of respondents smoke (53.7 percent), most respondents have no family history of hypertension (55.2 percent), and more than half of respondents suffer from hypertension (52.2 percent). The variables that affect the incidence of hypertension are smoking (p = 0.005 and OR = 4.773 (1.696-13.427) and history of hypertension (p = 0.033 and OR = 2.933 (1.075-8.001).Conclusion: Smoking habits are at risk of suffering from hypertension by 4.7 times greater than people who do not smoke and people who have a genetic  of hypertension are at risk of suffering from hypertension by 2.9 times greater than people who have no family history of hypertension.Suggestion: It is recommended to people who smoke in order to stop smoking. Mainly are those who have a family history of hypertension.Keywords: Hypertension; Smoking; History of Hypertension.Pendahuluan: Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, khususnya di Kota Bandung. Peningkatan kasus hipertensi dapat disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang tidak sehat.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh faktor genetik dan kebiasaan merokok terhadap kejadian hipertensiMetode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan populasinya adalah masyarakat usia produktif yaitu antara 15-60 tahun. Teknik sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik accidental sampling dan didapatkan sampel sebanyak 67 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil: Lebih dari setengah responden merokok (53,7 persen), sebagian besar responden tidak memiliki faktor genetik  hipertensi dalam keluarga (55,2 persen), dan lebih dari setengah responden menderita hipertensi (52,2 persen). Variabel yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi adalah merokok (p=0,005 dan OR=4,773 (1,696-13,427) dan faktor genetik  hipertensi (p=0,033 dan OR=2,933 (1,075-8,001).Simpulan: Orang merokok berisiko menderita hipertensi sebesar 4,7 kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak merokok dan orang yang ada faktor genetik  berisiko menderita hipertensi sebesar 2,9 kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak ada faktor genetik  hipertensi pada keluarga.Saran: Disarankan kepada masyarakat yang merokok agar dapat berhenti merokok. Utamanya adalah mereka yang memiliki faktor genetik  hipertensi pada keluarga.
Pengaruh merokok dengan kejadian hipertensi pada usia produktif Riski Dwi Prameswari; Herlina Lidiyawati; Haidir Syafrullah; Matheus Aba; Dzul Akmal
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 5 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i5.12003

Abstract

Background: The prevalence of hypertension in West Java ranks second nationally, while Bandung City with a prevalence of 36.79%.Purpose: To determine the relationship between smoking behaviour and the incidence of hypertension in productive age.Method: The research design used was cross sectional. The population in this study was all patients recorded in the report register at the Garuda Health Center. The sample in this study was 86 respondents. Samples are taken using a simple random technique. The instruments used are questionnaires and observation sheets. The statistical test used is chi square.Results: A relationship between smoking behaviour and the incidence of hypertension (p= 0.014, = 3.445 (1.370-8.662)).Conclusion: The chances of someone who smokes to develop hypertension are 3 times greater.Suggestion: It is recommended to health workers to educate the public to pay attention to lifestyle, the main thing is to reduce smoking for smokers and efforts to prevent smoking in adolescents.Keywords: Behavior; Hypertension; Smoking Pendahuluan: Prevalensi kejadian hipertensi di Jawa Barat menempati posisi kedua secara nasional, sedangkan Kota Bandung dengan prevalensi sebesar 36,79%.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan kejadian hipertensi pada usia produktif.Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang tercatat dalam register laporan di Puskesmas Garuda. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 86 responden. Sampel diambil menggunakan teknik acak sederhana. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Uji statistik yang digunakan adalah chi square.Hasil: Didapatkan adanya hubungan perilaku merokok dengan kejadian hipertensi (p=0,014, POR=3,445 (1,370-8,662)).Simpulan: Peluang seseorang yang merokok untuk mengalami hipertensi sebesar 3 kali lebih besar.Saran: Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat untuk memperhatikan gaya hidup utamanya adalah mengurangi merokok bagi para perokok dan upaya pencegahan merokok pada remaja.  
Hubungan Konsumsi Asam Folat dengan Preeklamsia di RSUD Subang Tahun 2022 Sandra Gunawan, Silvia; Triwidiyantari, Dyah; Syafrullah, Haidir
Sehat MasadaJurnal Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i1.408

Abstract

Preeklamsia adalah penyakit kehamilan yang disebabkan yang spesifik pada manusia. Kondisi yang terjadi dan akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan proteinuria pada ibu hamil pada kehamilan 20 minggu. Plasentasi yang baik memerlukan invasi trofoblas ekstravilus sempurna ke dalam arteri spiralis uterus ibu Perubahan arteri spiralis dari pembuluh darah yang berkapasitas rendah dengan resistensi tinggi menjadi berkapasitas tinggi dengan resistensi rendah memungkinkan transportasi sejumlah besar darah ke ruangan intervilus. Pada usia kehamilan 8 – 12 minggu, sumbatan trofoblas yang berakumulasi pada arteri spiralis dilepaskan sehingga merusak sel endotel selanjutnya terjadi apoptosis, invasi dan modifikasi lapisan tunika muskularis media. Perfusi tiba-tiba vilus plasenta saat awal sirkulasi maternal-plasental berhubungan dengan timbulnya stres oksidatif. Asam folat mempunyai aktivitas antioksidan lokal pada sel endotel dan secara langsung mampu menangkap radikal bebas dan meningkatkan bioavailabilitas nitrat oksida. Masalah yang kerap terjadi di RSUD subang yaitu preeklamsia pada ibu hamil. Sekitar 30% ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di poli kandungan RSUD Subang mengalami preeklamsia. 0-2 % kematian terjadi pada ibu hamil yang disebabkan oleh preeklamisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi asam folat dengan ibu hami di RSUD Subang. Jenis penelitian yang digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi sebanyak 40 orang, dan sampel yang didapat 35 sampel dengan menggunakan uji korelasi chi square. Instrumen yang digunakan 35 rekam medis ibu hamil dengan preeklamsia dan menggunakan teks wawancara. Preeklamsia berat cenderung terjadi pada ibu hamil yang kurang mengonsumsi asam folat, hal ini terlihat pada hasil penelitian di peroleh hasil 20 responden (57,1%) Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat melakukan pemberian sumber informasi atau pendidikan pada ibu hamil tentang bahayanya kejadian preeklamsia pada ibu hami dan pentingnya mengonsumsi asam folat.
The Role of Muslim Families in Children's Education on Environmental Ethics Alfiyanto, Afif; Ikhwan, M.; Syafrullah, Haidir; Mahdi, Mahdi; Hidayati, Fitri
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 4 No. 1 (2024): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (May)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v4i1.61

Abstract

This study examines the role of Muslim families in children's education regarding environmental ethics. It aims to understand how Muslim parents' integration of Islamic values such as amanah, caliphate, and tawhid can effectively instill awareness and pro-environmental behavior in children. This research explores various parenting methods, including stories from the Qur'an and Hadith, practical activities like gardening and recycling, and discussions and reflections on environmental issues using the literature review method. The findings reveal that children educated with this approach exhibit high ecological awareness and proactive behavior in ecological conservation. However, challenges such as lack of knowledge and resources and differences in cultural and geographical contexts affect the effectiveness of this education. The study concludes that there is a need for support from formal education institutions and communities to strengthen environmental education at home. With the right approach and adequate support, environmental education based on Islamic values has excellent potential to form a generation that cares about the environment. This research provides important insights for developing holistic environmental education programs rooted in religious values.
Sistem Pakar Diagnosa Gejala Malnutrisi pada Balita Menggunakan Metode Certainty Factor Anggraeni, Dwi Puspita; Syafrullah, Haidir
Jurnal Informasi dan Teknologi 2023, Vol. 5, No. 4
Publisher : SEULANGA SYSTEM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60083/jidt.v5i4.419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem pakar menggunakan metode Certainty Factor dalam mendiagnosis gejala malnutrisi pada balita. Pertumbuhan anak yang optimal sangat penting untuk perkembangan otak dan daya ingat, dan asupan makanan yang tidak memadai dapat menyebabkan malnutrisi. Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah memberikan orang tua alat untuk mendiagnosis penyakit pada anak mereka, tetapi ini dapat mengakibatkan tertundanya pengobatan dan meningkatnya risiko kematian. Sistem pakar ini dikembangkan dengan tujuan membantu orang tua dalam mendapatkan informasi tentang tingkat keparahan penyakit anak mereka secara cepat, bahkan ketika tidak ada dokter anak yang tersedia. Metode Certainty Factor digunakan dengan akurasi mencapai 90% untuk mencocokkan gejala dengan penyakit yang mungkin diderita oleh balita. Penelitian ini melanjutkan penelitian sebelumnya tentang sistem pakar gizi buruk, tetapi dengan peningkatan dalam menampilkan lebih dari satu kemungkinan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Certainty Factor dalam sistem pakar ini melibatkan beberapa tahap, termasuk pengumpulan data gejala malnutrisi pada balita dan penggabungan data ini dengan data penyakit. Sistem ini dapat digunakan oleh admin dan pengguna dengan hak akses yang berbeda, dan penentuan nilai data didasarkan pada kepakaran dari instalasi gizi. Sistem ini memberikan solusi melalui proses perhitungan Certainty Factor dalam halaman konsultasi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam upaya mendiagnosis dan mengatasi masalah malnutrisi pada balita secara lebih efisien dan obyektif. Selain itu, penelitian ini juga dapat digunakan sebagai dasar pengembangan sistem serupa dalam mendiagnosis masalah kesehatan anak lainnya, yang dapat membantu mengurangi risiko kematian dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak.