Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : EKONOMIKA45

PENGARUH KOMITMEN DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS PENDIDIKAN KABUPATENSERDANG BEDAGAI Hadi Panjaitan; Jopinus Saragih; Diana Florenta Butar – Butar; Diny Afrya Pardede; Nurul Syahfitri
EKONOMIKA45 :  Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi Bisnis, Kewirausahaan Vol. 10 No. 1 (2022): Desember : Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi Bisnis, Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/ekonomika45.v10i1.795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah komitmen dan beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai dan seberapa besar pengaruhnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan beberapa uji yakni reliability analysis, uji penyimpangan asumsi klasik dan regression linier. Berdasarkan hasil regresi data primer yang diolah dengan menggunakan SPSS 20, diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 12,596 + 0,180 X1 + 0,496 X2. Secara parsial, variabel komitmen (X1) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai, terbukti dari nilai t hitung < t tabel (1,679 < 1,992). Variabel beban kerja (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai, terbukti dari nilai t hitung > t tabel (4,916 > 1,992). Secara simultan, variabel komitmen (X1) dan beban kerja (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai. Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai F hitung > F tabel (16,098 > 3,12). Variabel komitmen (X1) dan beban kerja (X2) mampu memberikan kontribusi pengaruh terhadap variabel kualitas pelayanan sebesar 30,0% sedangkan sisanya sebesar 70,0% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dari kesimpulan di atas, penulis memberikan saran bahwa Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai hendaknya memberikan penegasan perihal komitmen dalam bekerja. Hal ini dikarenakan komitmen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja. Hendaknya pegawai bekerja dengan senang hati tanpa adanya beban saat bekerja.
Pengaruh Reward Dan Pengembangan Karier Terhadap Semangat Kerja Karyawan Di Pt. Aerofood Indonesia Cabang Kualanamu International Medan Hadi Panjaitan
EKONOMIKA45 :  Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi Bisnis, Kewirausahaan Vol. 9 No. 1 (2021): Desember : Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi Bisnis, Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/ekonomika45.v9i1.798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah reward dan pengembangan karier baik secara parsial maupun simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap semangat kerja karyawan di PT. Aerofood Indonesia Cabang Kualanamu International Medan dan seberapa besar persentasenya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan beberapa uji yakni reliability analysis, uji penyimpangan asumsi klasik dan regression linier. Berdasarkan hasil regresi data primer yang diolah dengan menggunakan SPSS 18, diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 5,040 + 0,332 X1 + 0,526 X2 + e. Secara parsial, variabel reward (X1) memiliki pengaruh yaang signifikan terhadap semangat kerja karyawan, terbukti dari nilai t hitung > t tabel (5,743 > 1,994). Variabel pengembangan karier (X­2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap semangat kerja karyawan, terbukti dari nilai t hitung > t tabel (3,260 > 1,994). Secara simultan, variabel reward (X1) dan pengembangan karier (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap semangat kerja karyawan. Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai F hitung > F tabel (24,702 > 3,13). Variabel reward (X1) dan pengembangan karier (X2) mampu memberikan kontribusi pengaruh terhadap variabel keputusan pembelian sebesar 41,7% sedangkan sisanya sebesar 58,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dari kesimpulan di atas, penulis memberikan saran melihat kurang tingginya persentase pengaruh variabel reward dan pengembangan karier terhadap semangat kerja karyawan maka pihak perusahaan harus lebih menggencarkan program untuk menunjang profesionalitas karyawan agar pengembangan karier karyawan ikut meningkat dan karyawan yang memiliki profesionalitas yang baik layak diberikan reward. Diharapkan ada penelitian yang mendalam di masa yang akan datang yang dilakukan peneliti-peneliti lainnya mengenai variabel reward dan pengembangan karier terhadap semangat kerja.