Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DAMPAK DISKRIMINASI PELAKSANAAN JADWAL PELAJARAN SEJARAH TERHADAP AKTIFITAS BELAJAR SISWA Adela Siahaan
CAHAYA PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2017): JCP (Jurnal Cahaya Pendidikan) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.083 KB) | DOI: 10.33373/chypend.v3i1.864

Abstract

AbstractThe research entitled the discrimination impact of history subject implementation toward students learning activity. This research used qualitative approach with case study method which did in SMA Negeri 14 Batam. Data collection techniques used observation and documentation of history learning; field notes, interviews with headmaster, vice-principal of curriculum, and students. Research results revealed that (1) discrimination that occurred in the implementation of history lesson  because history subject just seen from the intellectual potential that is only the historical material. This causes history lesson is more often carried out during the daytime than science subject and the lessons which will be tested in national exam that dominated the schedule implementation in the morning (2) The implementation of  schedule history in daytime causes students learning activity focused on listening and writing (3) The impact of discrimination implementation history schedule subject during daytime not just happen only for students but also the history teacher, that teacher are fatigue when teaching at daytime due to lack of history teacher at SMA negeri 14 Batam.Keywords : Discrimination, schedule, History Education, Activity. Abstrak       Penelitian ini berjudul dampak diskriminasi dari penerapan subjek sejarah terhadap aktivitas belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SMA Negeri 14 Batam. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi pembelajaran sejarah; Catatan lapangan, wawancara dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) diskriminasi yang terjadi dalam pelaksanaan pelajaran sejarah karena subjek sejarah hanya dilihat dari potensi intelektual yang hanya merupakan bahan sejarah. Hal ini menyebabkan pelajaran sejarah lebih sering dilakukan pada siang hari daripada pelajaran sains dan pelajaran yang akan diuji dalam ujian nasional yang mendominasi pelaksanaan jadwal di pagi hari (2) Penerapan riwayat jadwal di siang hari menyebabkan aktivitas belajar siswa terfokus pada pendengaran. Dan menulis (3) Dampak dari jadwal pelaksanaan riwayat pelaksanaan diskriminasi selama siang hari tidak hanya terjadi hanya untuk siswa tapi juga guru sejarah, bahwa guru kelelahan ketika mengajar di siang hari karena kurangnya guru sejarah di SMA negeri 14 Batam. Kata kunci: Diskriminasi, jadwal, Pendidikan Sejarah, Aktivitas.
SEJARAH PERKEMBANGAN MITOS SEBAGAI KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT Adela Siahaan
JURNAL DIMENSI Vol 7, No 3 (2018): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2018)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/dms.v7i3.5129

Abstract

Masyarakat masih mempercayai mitos dalam kehidupan sosial budayanya. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejarah perkembangan mitos sebagai kehidupan sosial. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana sejarah perkembanganmitosyang telah meresahkan masyarakat Sugi serta telah menelan korban jiwa. Jenis penelitian yaitu kualitatif, penelitian dibagi dalam dua tahap, yaitu penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan berupa mencari buku-buku yang relevan dengan penelitian, kemudian penelitian lapangan berupa survei penetapan lokasi sampling, observasi serta melakukan wawancara mendalam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain, metode deskriptif untuk menetukan teknik sampling. Mitos memberikan makna yang penting bagi pemikiran manusia. Cara menggunakannya dalam kehidupan yang nyata, dengan demikian pemikiran itu sendiri adalah sebagian dari mitos itu sendiri. Mitos selalu menunjukkan peristiwa masa lampau, pola-pola yang khas yang ada pada mitos merupakan hal yang membuat mitos menjadi relevan dan operasional dengan konteks yang sekarang.
PERUBAHAN KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PASCA BENCANA GEMPA Adela Siahaan
JURNAL DIMENSI Vol 8, No 3 (2019): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2019)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/dms.v8i3.5130

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk perubahan kehidupan sosial ekonomi pasca bencana gempa, (2) Menjelaskan dampak perubahan terhadap interaksional masyarakat Nagari Gunung Padang Alai. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data, peneliti melakukan trianggulasi data. Informan penelitian adalah masyarakat korban bencana gempa, tokoh masyarakat, pemerintah Nagari dan Kecamatan. Teknik pemilihan informan dengan cara Snowball sampling Analisis data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Mathew Milles Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan terjadinya perubahan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pasca bencana gempa ditandai dengan semakin heterogennya kehidupan sosial seperti terbentuknya kelompok baru dalam masyarakat, beragamnya matapencaharian masyarakat. Dampak perubahan menyebabkan masyarakat semakin individualisme, hubungan masyarakat semakin renggang dan lebih bersifat egois serta ketergantungan masyarakat dalam memperoleh dana bantuan gempa.
ANALISIS GENDER DALAM SEJARAH DI INDONESIA Adela Siahaan
JURNAL DIMENSI Vol 9, No 3 (2020): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2020)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/dms.v9i3.5131

Abstract

Penulisan sejarah khususnya sejarah Indonesia dibangun dengan dominan dalam kacamata laki-laki semata-mata, meskipun kadang-kadang perempuan ditampilkan dalam sejarah, namun tidak lebih sebagai pelengkap, atau ranah yang dikonstruksikan dalam budaya patriakhis yang selalu memihak dan untuk kepentingan laki-laki. Sangat sulit menemukan tulisan-tulisan dari sekian banyak karya-karya tentang sejarah revolusi yang mengungkapkan perempuan dalam bentuk lainnya. Artinya kacamata yang digunakan adalah bahwa urusan dapur, yang dalam perspektif jender lebih dikenal dengan ranah domestic merupakan tempat bagi perempuan semata-mata. Meskipun terdapat pengungkapan tentang laskar-laskar perempuan itu hanya tetap dalam posisi mengisi bunga-bunga sejarah, dengan kata lain sebagai peran tambahan.  Perspektif patriakhis menilai bahwa peran tersebut bukanlah pekerjaan kaum perempuan.