Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Kompensasi Finansial Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Abbro Bros Steel Farida Agustin; Basuki Rahmat; Vivin Novalia
Primanomics : Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol. 21 No. 2 (2023): Jurnal Primanomics : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/pe.v21i2.2022

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Kompensasi Finansial Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Abbro Bros Steel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey serta jenis penelitiannya yaitu asosiatif kausal dengan teknik kuantitatif menggunakan analisis regresi berganda. Target dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Abbro Bros Steel dengan jumlah sampel sebanyak 51 orang atau seluruh populasi (sampel jenuh). Berdasarkan hasil pengumpulan data variabel Kinerja Karyawan berada pada kategori baik dengan presentase 70,23%. Kemudian hasil dari analisis Uji t, variabel Kompensasi Finansial (X1) secara parsial mempengaruhi variabel Kinerja Karyawan (Y) dengan thitung > ttabel atau 4,151 > 2,010.  Untuk variabel Motivasi Kerja (X2) secara parsial mempengaruhi variabel Kinerja Karyawan (Y) dengan thitung > ttabel atau 2,147 > 2,010. Hasi analisis Uji f, terdapat pengaruh simultan Kompensasi Finansial (X1) dan Motivasi Kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y) dengan hasil  fhitung > ftabel  atau  18,017 > 3,19. Hasil uji korelasi berganda menunjukan nilai r 0,655 dan r2 sebesar 0,429. Hal tersebut menunjukan bahwa varian yang terjadi pada variabel Kompensasi Finansial (X1) dan Motivasi Kerja (X2) dapat mempengaruhi variabel Kinerja Karyawan (Y) sebesar 42,90%. Sedangkan sisanya 57,10% dipengaruhi oleh variabel-variabel atau faktor-faktor yang tidak diteliti.
Pengaruh Pengawasan Dan Control Pegawai Terhadap Disiplin Kerja Di Kantor Kecamatan Cilegon Kota Cilegon Basuki Rahmat; Farida Agustin; Novia Qothrun Nada
Primanomics : Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol. 21 No. 3 (2023): Jurnal Primanomics : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/pe.v21i3.2263

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengawasan dan control pegawai terhadap disiplin kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan korelasional. Populasi penelitian ini adalah pegawai Kecamatan Cilegon sebanyak 37 orang. Proportional random sampling digunakan sebagai teknik pengambilan sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei dengan menggunakan instrumen penelitian yang dikembangkan oleh peneliti dengan mengikuti dimensi dan indikator para ahli. Kuesioner menggunakan skala Likert dengan lima kategori jawaban alternatif mulai dari Sangat setuju,Setuju ,Ragu-ragu,Tidak setuju, dan Sangat tidak setuju. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS Versi 20. Temuan penelitian ini mengungkapkan 1) Hasil uji t parsial menunjukan bahwa nilai T hitung untuk variabel pengawasan bertanda positif sebesar 3,292 dengan T tabel 2,032. Dari data tersebut menunjukkan bahwa T hitung > T tabel (3,292 > 2,032) dengan taraf signifikan 0,002 – 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengawasan berpengaruh signifikan terhadap Disiplin Kerja.2) Sementara berdasarkan hasil pengujian diatas untuk variabel Control Pegawai T hitung bertanda positif sebesar 2,059 dengan T tabel 2,032. Dari data tersebut menunjukkan bahwa T hitung > T tabel (2,059 > 2,032) dengan taraf signifikan 0,047 > 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Control pegawai berpengaruh signifikan terhadap Disiplin kerja. 3) Hasil uji F hipotesis secara simultan dari penelitian ini menunjukkan hasil perhitungan secara simultan F hitung > F tabel (10,285 > 3,28). Dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya media pengawasan dan Control Pegawai mempunyai pengaruh positif dan signifikan simultan terhadap Disiplin Kejra. Kesimpulan untuk Pengawasanam saat ini sudah baik, dan Control Pegawai cukup baik, dan Disiplin kerja cukup baik.
Peran Mediasi Burnout dalam Pengaruh Work-Life Balance dan Job Stress Terhadap Kinerja Karyawan dan Niat Pindah Kerja pada Industri Manufaktur di Kabupaten Tangerang, Banten Inayatuddiniyah; Basuki Rahmat; Nafiz Annas; Feby Arma Putra
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 4 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i4.6598

Abstract

Productivity pressures, target-based work systems, shift arrangements, and high psychological demands make the manufacturing industry vulnerable to work-life balance issues and employee job stress. These conditions have the potential to reduce performance and increase turnover intentions, especially when they trigger burnout. This study aims to analyze the effect of work-life balance and job stress on employee performance and turnover intentions, with burnout as a mediating variable, among manufacturing industry employees in Tangerang Regency, Banten. The study used a quantitative explanatory approach with a survey method of 200 employees. Data analysis was conducted using multiple regression, path analysis, and bootstrapping mediation tests. The results showed that work-life balance reduces burnout and improves performance, while simultaneously suppressing turnover intentions. Conversely, job stress increases burnout and has an indirect impact on decreased performance and increased turnover intentions through burnout. Burnout has been shown to play a key mediator explaining the relationship between work-life balance, job stress, and work outcomes. These findings strengthen the relevance of Job Demands–Resources Theory in the context of the manufacturing industry. Practically, companies need to manage workloads, strengthen superior support, and implement burnout prevention strategies to maintain performance and reduce employee turnover.