Samuel Lengkong
Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Eskatologis 1 Tesalonika 4:17 Mengungkap Fakta Pengangkatan Samuel Lengkong
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 15 No. 1 (2023): Pemikiran dan Pandangan Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.685 KB) | DOI: 10.47154/sjtpk.v15i1.161

Abstract

Talking about the end times is a matter of hope for believers in Jesus Christ who are experiencing trouble and suffering so that later there will come a time of happiness, peace, and encouraging believers to always be ready to welcome the coming of Jesus Christ. In the midst of being a hope for Christians, there are many interpretations and phenomena about the end times that predict the coming of Jesus Christ and the rapture of God's people. This study uses qualitative research, in which the researcher collects as much theory and information from the literature as opinions, ideas, concepts and ideas that are appropriate to the research topic. This study aims to find and reveal the facts of the rapture of believers contained in 1 Thessalonians 4:17. In this study, by analyzing and exegesis a number of data, the researchers found and found that the appointment took place in a double reference and double interpretation manner, that is, both during the period after the writing of 1 Thessalonians (symbolic) and before the thousand year period there were some people believe or the church experiences the great tribulation (Revelation 6-19), the rapture takes place literally.
Relasi Logos Allah Dengan Manusia: Refleksi Mazmur 8:5-6 Samuel Lengkong
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 6, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53827/lz.v6i2.123

Abstract

Suatu hal yang sebenarnya tidak bisa dipisahkan dan harus tetap ada, yakni relasi antara manusia dengan Allah. Namun, fenomena-fenomena yang terjadi, seperti bencana, wabah, kejahatan, dan sebagainya, mengakibatkan bagi sebagian orang atau kelompok tertentu yang tidak mengalami relasi dengan Allah, bahkan seolah-olah menunjukkan Allah dan manusia terpisahkan (trancenden) dan non-relasi. Penelitian ini sangatlah relevan dan sangat urgensi untuk mendapatkan pemahaman yang aktual dan bermanfaat di dalam kehidupan iman Kristen di tengah menghadapi tantangan dan penderitaan. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menemukan bahwa Logos Allah adalah penyataan “Diri Allah” supaya dapat berelasi dengan manusia. Ketertarikan dan keterfokusan Allah terhadap manusia dikarenakan adanya suatu prinsip kesesuaian substansi, yakni Logos Allah di dalam diri manusia. Relasi Logos Allah dengan manusia adalah relasi yang mengikatkan diri manusia dengan Allah, agar manusia mendapatkan kembali kemuliaan dan kuasa Allah yang semula telah diberikan kepada manusia untuk mengekspresikan Allah bagi dunia.