Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar melalui In House Training (IHT) di MTs Negeri 1 Sidoarjo Achmad Saifullah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.354

Abstract

Kurikulum merupakan the evoluting document atau dokumen yang terus berubah untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum Merdeka Belajar menjadi jawaban atas berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang. Hal ini perlu dimbangi dengan peningkatan kompetensi guru. In House Training (IHT) hadir sebagai pelatihan bagi guru untuk mengembangkan ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Penelitian Tindakan Madrasah (PTM) dilaksanakan di MTs Negeri 1 Sidoarjo selama dua siklus yang terdiri tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil PTM ditemukan adanya peningkatan kompetensi sebesar 12,08%. Pada siklus I kompetensi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar hanya 76,92% dan mengalami peningkatan menjadi 89% pada siklus ke II.
Kurikulum Merdeka dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara Achmad Saifullah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i5.6188

Abstract

Kajian ini berfokus pada kebijakan penerapan kurikulum merdeka dalam prespektif pemikiran filosofis pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Penelitian ini dilakukan melalui tahap pengumpulan data, analisis data, refleksi kritis, dan tahap penyusunan laporan penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian studi pustaka (library research). Sedangkan pada tahap analisis data menggunakan empat unsur metodologi yaitu deskripsi, interpretasi, idealisasi, dan refleksi kritis. Kajian ini mengambil kesimpulan, yaitu: Pertama, kurikulum merdeka dilandasi oleh filsafat pendidikan yang diwarnai aliran filsafat pendidikan progresivisme dan eksistensialisme. Kedua, konsep kurikulum merdeka dengan pemikiran pendidikan Ki Hadjar Dewantara mempunyai puncak yang sama, yaitu upaya memberikan kemerdekaan kepada peserta didik dalam mengembangkan seluruh potensinya. Ketiga, Perspektif pendidikan Ki Hajar Dewantara dan kurikulum merdeka memiliki kesamaan dalam menciptakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student center) dan pembelajaran tanggap budaya (culturally responsive teaching).