Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (Review) Amirudin Amirudin; Norsuhaily Abu Bakar
Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.201 KB) | DOI: 10.59584/jundikma.v2i1.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan unntuk melihat gaya kepemimpinan kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian yang berupa studi kepustakaan (library research) atau studi literatur. Kepemimpinan mencakup metode memerintah dalam memastikan niat organisasi, memotivasi sikap partisipan untuk mencapai maksud, memerintah untuk meningkatkan kelompok dan budayanya. perguruan tinggi merupakan civitas akademika yang membutuhkan garda terdepan untuk memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekolah. Sikap demokratis dilihat dengan pola sikap kewajiban yang tinggi dan aturan sikap toleransi yang tinggi. Pemimpin menerapkan sifat sangat memperhatikan, baik dalam cara mendongkrak kesejahteraan guru maupun karyawannya. Dalam kepemimpinan demokratis, kepala sekolah memainkan peran yang kuat dalam memastikan kewajiban dan tanggung jawab setiap tanaga pendidik dan karyawan, dan terus melakukan pengamatan dalam proporsi yang memadai. Kepala sekolah sebagai pemimpin tertinggi yang sangat berpengaruh dan menentukan kemajuan sekolah, harus memiliki kemampuan administratif yang memiliki komitmen dan keluwesan yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya. Kepemimpinan kepala sekolah yang baik harus berusaha untuk meningkatkan kinerja guru melalui program pelatihan kemampuan staf instruksional. Oleh karena itu kepala sekolah harus memiliki kepribadian atau sifat dan kapasitas serta keterampilan untuk memimpin suatu lembaga pendidikan.
Transformasi Kelembagaan Desa melalui Model Kolaborasi Internasional dan Digital Governance di Terengganu, Malaysia Rahyunir Rauf; Sri Maulidiah; Norsuhaily Abu Bakar; Nina Yuslaini; Muhammad Hafizh Rahyunir
AKM Vol 7 No 1 (2026): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v7i1.1768

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan untuk menjawab tantangan yang dihadapi kelembagaan desa (LKD) antaran lain keterbatasan kapasitas sumber daya manusia LKD, rendahnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan, keterbatasan infrastruktur, lemahnya sinergi antar lembaga, dan minimnya dukungan pembiayaan. Metode menggunakan Rapid Rural Appraisal (RRA), Capacity Building, Collaborative Governance, Asset Based Community Development (ABCD) dengan tahapan kegiatan yaitu survey awal, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, monitoring evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas anggota LKD sebesar 76% berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test, terutama dalam aspek manajemen organisasi dan perencanaan pembangunan desa. Selain itu, tingkat partisipasi masyarakat dalam forum musyawarah pembangunan meningkat dari 58% menjadi 87% setelah pelaksanaan program. Kegiatan ini juga berhasil membangun kolaborasi multipihak antara pemerintah desa, LKD, masyarakat, perguruan tinggi, serta pihak eksternal seperti CSR dan organisasi non-pemerintah (NGO). Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu pendampingan, rendahnya kemampuan adaptasi sebagian anggota LKD terhadap konsep pembangunan berkelanjutan, serta terbatasnya dukungan anggaran program desa. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan berkelanjutan dan penguatan forum komunikasi desa sebagai ruang koordinasi lintas aktor dalam mendukung tata kelola desa yang partisipatif dan berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan collaborative governance berbasis penguatan kapasitas kelembagaan dapat menjadi model strategis dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan.