Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Penyuluhan Manajemen Waktu Terhadap Kedisiplinan Bagi Pegawai Desa Karang Gading Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang T. M. Adriansyah; Daniel Yusuf; T. Elfira Rahmayati; Siti Asyraini
Jurnal Pengabdian Harapan Bangsa Vol. 1 No. 1: Januari 2023
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.45 KB) | DOI: 10.56854/jphb.v1i1.48

Abstract

Kenyataan yang dialami sehari-hari oleh pegawai dihadapkan dengan berbagai masalah, baik dalam kehidupan keluarga maupun sebagai anggota masyarakat. Manajemen waktu yang tidak baik misalnya waktu pegawai banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena gaji yang rendah memaksa guru harus bekerja rangkap atau berwiraswasta sambilan. Akibatnya pegawai kehabisan waktu dan tenaga untuk mempersiapkan diri, meningkatkan motivasi dalam bekerja dan tidak sempat mengembangkan diri, bahkan perhatiannya terhadap pendidikan pun menjadi semakin menurun. Dengan kata lain pegawai belum mampu untuk mengelola waktu atau manajemen waktu dengan baik untuk meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan pekerjaan. Perhatian terhadap pegawai dalam upaya meningkatkan kedisiplinan sangatlah penting demi menunjang kemajuan dan peningkatan mutu pekerjaan serta meningkatkan hasil pekerjaan dan sekaligus dapat meningkatkan mutu pekerjaannya. Berbagai masalah yang berkaitan dengan kondisi pegawai, antara lain: (1) adanya keberagaman kemampuan pegawai dalam proses pekerjaan penguasaan pengetahuan, (2) belum adanya alat ukur yang akurat untuk mengetahui kemampuan pegawai, (3) pembinaan yang dilakukan belum mencerminkan kebutuhan, dan (4) kesejahteraan pegawai yang belum memadai. Jika hal tersebut tidak segera diatasi, maka akan berdampak pada rendahnya kualitas dalam bekerja. Rendahnya kualitas pekerjaan dimaksud antara lain: (1) kemampuan pegawai dalam menyerap dan melaksanakan tugas yang diperintahkan oleh atasan tidak maksimal, (2) kurang sempurnanya pembentukan karakter yang tercermin dalam sikap dan kecakapan hidup yang dimiliki oleh setiap pegawai tersebut.
Analisis Pengaruh Faktor Modal Kerja, Pemasaran, Lokasi Dan Kualitas Produk Terhadap Perkembangan Usaha Dodol di Jl. Pangkalan Berandan, Desa Paya Perupuk Kab. Langkat T.M. Adriansyah; T. Elfira Rahmayati
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 7 (2023): Agustus
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8267582

Abstract

Analisis Pengaruh Faktor Modal Kerja, Pemasaran, Lokasi dan Kualitas Produk Terhadap Perkembangan Usaha Dodol Di Jl. Pangkalan Berandan, Desa Paya Perupuk Kab. Langkat. merupakan sebuah tulisan yang diangkat merupakan sebuah tulisan yang diangkat dari penelitian yang khusus mengangkat tentang perkembangan usaha. Namun penelitian yang dilakukan kali ini lebih memfokuskan kepada pengaruh apa saya yang akan meningkatkan perkembangan usaha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Modal Kerja, Pemasaran, Lokasi dan Kualitas Produk Terhadap Perkembangan Usaha Dodol. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha dodol dan para pedagang dodol yang berada di Jl. Pangkalan Berandan, Desa Paya Perupuk yang berjumlah sebayak 45 orang responden. Dalam penelitian ini metode yang dilakukan untuk memahami dan menganalisis hal ini adalah menggunakan metode kuantitatif dan metode pengumpulan data yang dilakukandalam penelitian ini adalah metode kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis regresi linear berganda, pengujian hipotesis uji t, uji F dan koefisien determinasi yang sebelumnya data telah diuji menggunakan uji validitas, uji reliabilitas dan uji asumsi klasik. Pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan SPSS 20.0.Berdasarkan hasil penelian terhadap 45 pengusaha dodol yang menjadi responden dalam penelitian ini, hasil penelitian membuktikan bahwa Modal Kerja, Pemasaran, Lokasi dan Kualitas Produk Terhadap Perkembangan Usaha. Berdasarkan hasil pengolahan data yang enggunakan uji statistik diproleh model regresi penelitian yaitu Y = -6,835 + 0,433 X1 + 0,277 X2 + 0,247 X3 + 0,302 X4 + e. Berdasarkan analisis regresi linear berganda dengan nilai koefisien regresi Modal Kerja (X1) dengan nilai sebesar 0,433, Pemasaran (X2) dengan nilai sebesar 0,277, Lokasi dengan nilai sebesar (X3) 0,247 dan Kualitas Produk (X4) dengan nilai sebesar 0,302 berpengaruh signifikan terhadap perkebangan usaha dodol dengan thitung > ttabel (sig < 0,05). Hasil analisis R Square sebesar 0,805 yang artinya perkembangan usaha sebesar 80,5% dipengaruhi oleh Modal Kerja, Pemasaran, Lokasi dan kualitas produk dan sisanya 19,5% variabel perkembangan usaha dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian.Dari hasil analisis ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Modal Kerja, Pemasaran, Lokasi dan Kualitas Produk Terhadap perkembangan usaha
Pelatihan Peningkatan SDM Dalam Peningkatan Kualitas SDM Pegawai di Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang T. M. Adriansyah; T. Elfira Rahmayati; Azizah Hanum
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 5 (2023): Agustus (In progress)
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8248079

Abstract

Kualitas SDM sangatlah penting untuk sebuah perusahaan agar dapat eksis dalam iklim persaingan dan ekonomi yang sedang lesu saat ini karena SDM juga merupakan modal dasar suatu perusahaan untuk  mencapai  tujuan  perusahaansehingga  untuk  menghasilkan  SDM  yang  berkualitas,  maka pendidikan  dan  pelatihan  merupakan  suatu  hal  yang  penting  dan  untuk  itu  peningkatan  kualitas SDM  mutlak  harus  dilakukan,  karena  dengan  kualitas  SDM  yang  berkualitas  dapat  memberikan efek  positif  terhadap  produktivitas  kerja  karyawan  maupun  perusahaan.Permasalahan  yang  ada pada  karyawan  adalah  keterampilan  yang  dimiliki  masih  perlu  ditingkatkan  untuk  menciptakan kesadaran  mengenai  pentingnya  perencanaan  dan  manajemen  sumber  daya  manusia.  Masih rendahnya   pengetahuan   dan   praktek   tengatang   MSDM   dalam   meningkatkan   kinerja   yang dilakukan.Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan tentang   Manajemen   Sumber   Daya   Manusia   secara   sederhana   kepada   karyawan   agar   bisa menjalankan  tugas  dan  tanggungjawab  yang  diberikan  supaya  terhindar  dari  penyalahgunaan weenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Manfaat dari kegiatan ini bagi karyawan adalah memberikan  pengetahuan  tentang  cara  merencanakan  pengendalian,  pelaksanaan,  manajemen SDM, fungsi MSDM, dan cara melakukan pengendalian untuk meningkatkan kinerja.Metode yang digunakan  dalam  melaksanakan  kegiatan  ini  adalah  membuat  rencana  kegiatan  pengabdian  pada masyarakat  yang  meliputi  tahap  persiapan,  perencanaan  dan  evaluasi.Diharapkan  dengan  adanya kegiatan   pengabdian   pada   masyarakat   ini   bisa   membatu karyawan dalam meningkatkan pemahaman  dan  motivasi  tentang  MSDM  untuk  membuat  perencanaan  agar kinerja  bisa  menjadi lebih baik dan optimal.
Pelatihan Peningkatan SDM Dalam Peningkatan Kualitas SDM Pegawai di Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang T. M. Adriansyah; T. Elfira Rahmayati; Azizah Hanum
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 5 (2023): Agustus (In progress)
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8248079

Abstract

Kualitas SDM sangatlah penting untuk sebuah perusahaan agar dapat eksis dalam iklim persaingan dan ekonomi yang sedang lesu saat ini karena SDM juga merupakan modal dasar suatu perusahaan untuk  mencapai  tujuan  perusahaansehingga  untuk  menghasilkan  SDM  yang  berkualitas,  maka pendidikan  dan  pelatihan  merupakan  suatu  hal  yang  penting  dan  untuk  itu  peningkatan  kualitas SDM  mutlak  harus  dilakukan,  karena  dengan  kualitas  SDM  yang  berkualitas  dapat  memberikan efek  positif  terhadap  produktivitas  kerja  karyawan  maupun  perusahaan.Permasalahan  yang  ada pada  karyawan  adalah  keterampilan  yang  dimiliki  masih  perlu  ditingkatkan  untuk  menciptakan kesadaran  mengenai  pentingnya  perencanaan  dan  manajemen  sumber  daya  manusia.  Masih rendahnya   pengetahuan   dan   praktek   tengatang   MSDM   dalam   meningkatkan   kinerja   yang dilakukan.Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan tentang   Manajemen   Sumber   Daya   Manusia   secara   sederhana   kepada   karyawan   agar   bisa menjalankan  tugas  dan  tanggungjawab  yang  diberikan  supaya  terhindar  dari  penyalahgunaan weenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Manfaat dari kegiatan ini bagi karyawan adalah memberikan  pengetahuan  tentang  cara  merencanakan  pengendalian,  pelaksanaan,  manajemen SDM, fungsi MSDM, dan cara melakukan pengendalian untuk meningkatkan kinerja.Metode yang digunakan  dalam  melaksanakan  kegiatan  ini  adalah  membuat  rencana  kegiatan  pengabdian  pada masyarakat  yang  meliputi  tahap  persiapan,  perencanaan  dan  evaluasi.Diharapkan  dengan  adanya kegiatan   pengabdian   pada   masyarakat   ini   bisa   membatu karyawan dalam meningkatkan pemahaman  dan  motivasi  tentang  MSDM  untuk  membuat  perencanaan  agar kinerja  bisa  menjadi lebih baik dan optimal.
Creating Resilient and Creative Human Resources for MSME Actors in Perk. Bukit Lawang Village T. Muhammad Adriansyah; Daniel Yusuf; T. Elfira Rahmayati; Siti Asyraini; Fahriani Astuti Sitepu
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 10 (2026): January
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18491187

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are one of the business units that play an important role in driving economic growth. This is because MSMEs contribute to employment absorption, play a role in income distribution, and serve as a socio-economic platform for the community. The strategic role of MSMEs as a pillar of the people’s economy lies in their great potential to stimulate community economic activities and simultaneously become a primary source of income for most people in improving their welfare. This study aims to examine how MSME capital and business management are carried out, as well as human resource development strategies for MSME actors in Perk. Bukit Lawang Village. The results of this study indicate that MSME actors in Perk. Bukit Lawang manage business capital by implementing capital planning strategies and recording transactions manually. In managing their businesses, MSME actors in Perk. Bukit Lawang apply several strategies, namely product quality, pricing, location, and promotion strategies. Furthermore, the strategies of the local government in developing human resources for MSME actors include mentoring programs, training, business capital assistance, and the provision of work equipment.
Pemberdayaan Pelaku UMKM dalam Menghasilkan Pendapatan Keluarga T. Muhammad Adriansyah; Daniel Yusuf; T. Elfira Rahmayati; Siti Asyraini; Fahriani Astuti Sitepu
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 5, No 5 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21637839

Abstract

Pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan suatu cara untuk membangun kemampuan masyarakat dalam perekonomian khususnya dengan mendorong, memacu, memotivasi, dan menggali potensi yang dimiliki sehingga kondisi mereka akan berubah dari yang tidak berdaya menjadi berdaya dengan perwujudan tindakan yang nyata untuk meningkatkan harkat dan martabat dari sisi ekonomi, melepaskan diri dari kemiskinan dan keterbelakangan. Sama dengan halnya pemberdayaan yang dilakukan di desa Pekan Tanjung Beringin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemberdayaan ekonomi keluarga dan dampakanya terhadap peningkatan ekonomi di desa Pekan Tanjung Beringin. Dalam hal ini pemberdayaan yang diberikan oleh pihak masyarakat yaitu dengan adanya pendampingan yang berkelanjutan dilakukan untuk pelaku UMKM yang ada di desa Pekan Tanjung Beringin. Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah penelitian lapangan atau field research, dimana penelitian lapangan adalah suatu penelitian yang dilakukan di lokasi pengabdiaan masyarakat dengan bersifat pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data peneliti yang diperoleh dengan menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Informan penelitian adalah pelaku UMKM dan masyarakat sekitar desa Pekan Tanjung Beringin. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan, pemberdayaan ekonomi keluarga yang diberikan sudah sesuai dengan tahap-tahap sebagai proses pemberdayaan. Pemberdayaan ini dikatakan berhasil karena dilihat dari indikator keberhasilan yang memberikan dampak bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Dengan demikian disarankan agar sebaiknya pelaku UMKM lebih meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan  sehingga kedepannya diharapkan dapat lebih maju dan berkembang.
Pemberdayaan Pelaku UMKM dalam Menghasilkan Pendapatan Keluarga T. Muhammad Adriansyah; Daniel Yusuf; T. Elfira Rahmayati; Siti Asyraini; Fahriani Astuti Sitepu
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 5, No 5 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21637839

Abstract

Pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan suatu cara untuk membangun kemampuan masyarakat dalam perekonomian khususnya dengan mendorong, memacu, memotivasi, dan menggali potensi yang dimiliki sehingga kondisi mereka akan berubah dari yang tidak berdaya menjadi berdaya dengan perwujudan tindakan yang nyata untuk meningkatkan harkat dan martabat dari sisi ekonomi, melepaskan diri dari kemiskinan dan keterbelakangan. Sama dengan halnya pemberdayaan yang dilakukan di desa Pekan Tanjung Beringin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemberdayaan ekonomi keluarga dan dampakanya terhadap peningkatan ekonomi di desa Pekan Tanjung Beringin. Dalam hal ini pemberdayaan yang diberikan oleh pihak masyarakat yaitu dengan adanya pendampingan yang berkelanjutan dilakukan untuk pelaku UMKM yang ada di desa Pekan Tanjung Beringin. Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah penelitian lapangan atau field research, dimana penelitian lapangan adalah suatu penelitian yang dilakukan di lokasi pengabdiaan masyarakat dengan bersifat pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data peneliti yang diperoleh dengan menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Informan penelitian adalah pelaku UMKM dan masyarakat sekitar desa Pekan Tanjung Beringin. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan, pemberdayaan ekonomi keluarga yang diberikan sudah sesuai dengan tahap-tahap sebagai proses pemberdayaan. Pemberdayaan ini dikatakan berhasil karena dilihat dari indikator keberhasilan yang memberikan dampak bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Dengan demikian disarankan agar sebaiknya pelaku UMKM lebih meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan  sehingga kedepannya diharapkan dapat lebih maju dan berkembang.
Creating Resilient and Creative Human Resources for MSME Actors in Perk. Bukit Lawang Village T. Muhammad Adriansyah; Daniel Yusuf; T. Elfira Rahmayati; Siti Asyraini; Fahriani Astuti Sitepu
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 10 (2026): January
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18491187

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are one of the business units that play an important role in driving economic growth. This is because MSMEs contribute to employment absorption, play a role in income distribution, and serve as a socio-economic platform for the community. The strategic role of MSMEs as a pillar of the people’s economy lies in their great potential to stimulate community economic activities and simultaneously become a primary source of income for most people in improving their welfare. This study aims to examine how MSME capital and business management are carried out, as well as human resource development strategies for MSME actors in Perk. Bukit Lawang Village. The results of this study indicate that MSME actors in Perk. Bukit Lawang manage business capital by implementing capital planning strategies and recording transactions manually. In managing their businesses, MSME actors in Perk. Bukit Lawang apply several strategies, namely product quality, pricing, location, and promotion strategies. Furthermore, the strategies of the local government in developing human resources for MSME actors include mentoring programs, training, business capital assistance, and the provision of work equipment.
Efektivitas Rancangan 90 Hari Gratitude Journaling Terhadap Psychological Well-being dan Workplace Well-being Pada Dosen T. M. Adriansyah; T. Elfira Rahmayati; Siti Annisa Rizki; Enika Diana Batubara; Yenni Ramadhani Harahap
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 8, No 3 (2026): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), Februari
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v8i3.2955

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of a 90-day gratitute journaling on psychological well-being and workplace well-being among lecturers in Medan. The study used a pre-experimental One-group pretest-posttest design with a gratitude journaling treatment for 90 days. Psychological well-being was measured using the PERMA Profiler instrument and workplace well-being through a workplace well-being questionnaire developed by Hyett & Parker. The study population was private lecturers in Medan. Sampling was conducted using nonprobability with criteria of being 33–56 years old, having worked for more than 2 years, having moderate stress levels, and being willing to participate in a 90-day gratitude writing training. The study sample consisted of 30 people. The study was analyzed quantitatively using paired tests and effectiveness tests (NGain scores). The results obtained a sig value of 0.003 for psychological well-being and 0.000 for workplace well-being, which means it is smaller than 0.05, indicating a difference in the values of psychological well-being and workplace well-being before and after the 90-day Gratitute journaling. Based on the average value of the pre-test and post-test, it shows that the research hypothesis is accepted, namely that there is a difference in the value of psychological well-being and well-being in the workplace before and after the 90-day gratitude journaling method was given to lecturers, but the results of measuring the effectiveness of the treatment showed a g value <0.3, which means it has low effectiveness.