Fatma Siti Fatimah
Universitas Alma Ata Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The relationship between self-esteem and depression among middle adolescents Cindy Amalia Sari; Despita Pramesti; Fatma Siti Fatimah; Mulyanti Mulyanti
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2026): May Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v5i2.3319

Abstract

Background: Mental health problems can occur in adolescents due to deviant behavior and curiosity that can negatively affect actions and emotions, even causing depression. Depression causes serious repercussions such as symptoms of hopelessness, high stress, lack of confidence, and even suicidal ideation or attempts. Suicidal ideation and attempts can be exacerbated by self-esteem. Self-esteem in adolescents will affect the feelings that arise, but adolescents often manage in an ineffective way, which can exacerbate depression. Purpose: To determine the relationship between self-esteem and the incidence of depression in middle adolescents. Method: This study used a cross sectional design. Respondents of this study were middle adolescents aged 15-18 years and the sample size was 311 respondents with proportionate stratified random sampling technique. The research instrument used the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) and Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) questionnaires. The analysis test used the Spearman Rank test. Results: The results of the Spearman Rank test in the study obtained a p-value = 0.001 (p <0.05) and a Correation Coefficient (r) of -0.287. Conclusion: There is a relationship between self-esteem and the incidence of depression in middle adolescence with a relationship in the low category. Keywords: Adolescents; Depression; Self-esteem.
IMPLEMENTASI STANDAR BANGUNAN INSTALASI RAWAT JALAN DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI Faizqinthar Bima Nugraha; Alifia Firda Purnomo; Apriliya Tiyas Ningrum; Desi Fitriana; Eka Septi Seliani Mutia; Adika Thoriq Firdaus; Isnaini Yufia Rohman; Jihaan Farah Nadila; Oktaviani Riga Setyaningrum; Puji Lestari; Rosmita Murfi; Tata Sri Lestari; Fatma Siti Fatimah; R. Jaka Sarwadhamana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i3.1024

Abstract

Bangunan fisik rumah sakit yang sesuai dengan standar yang ada dapat mendukung peningkatan kinerja sumber daya manusia rumah sakit. Hal ini karena kondisi fisik lingkungan kerja berpengaruh terhadap kesehatan penggunanya serta berpengaruh pula terhadap waktu penyelesaian pekerjaan. Pada dasarnya, fisik Rumah Sakit juga berhubungan langsung dengan kualitas layanan medik. Bangunan yang baik akan memberikan kenyamanan pada para pemakainya dan akan mempengaruhi tingkat pemanfaatannya yang juga akan memberikan sumbangan pada proses penyembuhan pasien dan kinerja karyawan. Salah satu bangunan yang perlu dikelola dengan baik adalah bangunan ruang rawat jalan. Rawat jalan merupakan unit yang menjadi rujukan faskes tingkat pertama sehingga struktur bangunannya perlu menjadi perhatian khusus dimana persyaratan teknis bangunan rumah sakit harus memenuhi standar pelayanan, keamanan, serta keselamatan dan kesehatan kerja. Standar Bangunan Rawat Jalan menurut Permenkes Nomor 24 Tahun 2016 di Rumah Sakit harus memiliki luas ruangan yang sesuai, adanya ventilasi yang baik, intensitas cahaya sesuai ketentuan, ruang tunggu terpisah untuk masing-masing poli klinik, tersedianya wastafel dan desinfektan, tersedinya stop kontak, serta bahan bangunan yang tidak memiliki tangka porositas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi standar bangunan instalasi rawat jalan di RSUD Panembahan Senopati. Penelitian ini bersifat deskripsi dengan metode kuantitatif. Informan penelitian berjumlah satu orang yang merupakan pegawai IPSRS. Instrument yang digunakan berupa kuesioner dengan pengambilan data melalui wawancara tertutup dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan keseluruhan standar bangunan diperoleh nilai rata – rata 91%, membuktikan bahwa standar bangunan di RSUD Panembahan Senopati belum memenuhi standar Permenkes Nomor 24 Tahun 2016 tentang tentang persyaratan teknis bangunan dan prasarana rumah sakit. Terdapat 6 ruangan yang sudah sesuai standar dan 5 ruangan yang memerlukan perhatian dari pihak Rumah Sakit yaitu ruang tunggu, klinik gigi, klinik jiwa, ruang laktasi dan toilet karena belum memenuhi standar. Diharapkan pihak manajemen rumah sakit perlu me-review kembali kondisi lapangan dengan standar yang ada untuk persiapan dalam melakukan pemeliharaan gedung rawat jalan kedepannya.