Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Dongeng Untuk Pembelajaran Menyimak Cerita Di Kelas Iii Sdn Sukabumi Vi Probolinggo Latif Nur Hasan; Kartika Ardi Chumairoh
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.569 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n1.p367-385

Abstract

Pembelajaran yang ada di kelas III SDN Sukabumi VI termasuk pembelajaran biasa. Khususnya dalam pembelajaran menyimak cerita. Padahal siswa di SDN Sukabumi VI khususnya kelas III terkadang tidak mengerti arti dari setiap kata yang ada di dalam cerita. Hal ini dikarenakan setiap harinya terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia bercampur Bahasa Jawa, terkadang ada yang bercampur Madura. Anak kelas III lebih bisa konsentrasi saat audio dan visual mempunyai peran dalam pembelajaran. Seperti contohnya anak – anak mudah menghafalkan lagu juga gerakan yang ada di youtube dan tiktok yang jaman sekarang sering diakses anak – anak. Usia ini juga masih senang – senangnya menonton kartun. Dalam penelitian ini digunakan model penelitian ADDIE (Analyse, Design, Development, Implementation, Evaluation). Model penelitian ini mewujudkan salah satu model desain pembelajaran yang sistematis. Penelitian ini hanya terbatas pada tahap pengembangan yaitu validhasi media dan penilaian media dari guru kelas. Hasil penilaian ahli media berdasarkan lembar validasi menunjukkan bahwa media video animasi dongeng dinyatakan “valid tanpa revisi” karena skor akhir lebih dari 75%. Hasil penilaian ahli materi menyatakan “valid tanpa revisi” karena skor akhir sampai 100% berdasarkan dari lembar validasi. Dari peniliaian ahli bahasa berdasarkan lembar validasi menunjukkan skor akhir lebih dari 75% sehingga dinyatakan “valid tanpa revisi”. Hasil penilaian guru kelas menunjukkan bahwa video animasi dongeng dinyatakan sudah bagus tetapi bahasa yang digunakan masih kurang bisa dipahami oleh siswa. Berdasarkan kriteria tingkat valid, jumlah nilai tersebut termasuk tingkat valid tanpa revisi. Kata kunci : Pengembangan, Video Animasi, Menyimak Cerita
Ambisi Tokoh Novel Politik Tresna Karya Tulus Setiyadi (Kajian Psikologi Kepribadian Ludwig Klages) Rifdah Awaliyah Zuhroh; Latif Nur Hasan
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.829 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n2.p842-863

Abstract

Ambisi Tokoh Novel Politik Tresna Karya Tulus Setiyadi (Kajian Psikologi Kepribadian Ludwig Klages) Setiap manusia memiliki tujuan dan cita-cita yang ingin dicapai. Usaha dan tekad kuat untuk mencapai tujuan tersebut adalah ambisi. Ambisi membuat manusia bersemangat mewujudkan keinginannya. Tema menonjol dalam novel Politik Tresna karya Tulus Setiyadi adalah ambisi. Hampir semua tokoh memiliki ambisi negatif untuk mencapai keinginannya. Tujuan penelitian adalah mengetahui, 1) wujud ambisi, dan 2) penyebab ambisi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deksriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah wujud ambisi dalam novel ada 4 yaitu egoisme, perfeksionisme, kecanduan kerja dan kepribadian tipe A. Penyebab kemunculan ambisi negatif ada dua, yakni keadaan buruk dan baik. Setiap keadaan memiliki faktor internal dan faktor eksternal. Keadaan buruk dengan faktor internal yakni dibohongi dan ditinggal menikah, sedangkan faktor eksternalnya adalah kurang kasih sayang orang tua. Keadaan baik memiliki 2 faktor internal, yakni cinta dan kesetiaan, sedangkan faktor eksternalnya adalah rasa kasih sayang orang tua kepada anak. Kata Kunci: Psikologi Sastra, Tempramen Sanguinis, Ambisi
Identitas Diri Tokoh Utama Dalam Novel Aku Wong Kafir Karya Tulus Setiyadi (Kajian Psikologi Erik H Erikson) Dwi Mei Saroh; Latif Nur Hasan
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.468 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n2.p820-841

Abstract

Identitas diri merupakan bagian paling penting pada diri individu dan memiliki pengaruh terhadap keberlangsungan hidup. Selaras dengan itu, Penelitian dengan objek novel Aku Wong Kafir karya Tulus Setiyadi ini bertujuan untuk menjelaskan tahapan pembentukan identitas diri tokoh utama dengan menggunakan teori psikologi Erik H Erikson. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik membaca, mengelompokkan dan kemudian dianalisis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari penggambaran tokoh dan dialog antar tokoh pada novel. Pokok bahasan dalam penelitian ini mengenai (1) Proses terbentukanya identitas diri dalam tahapan identity versus identity convusion, (2) Wujud identitas diri, dan (3) Faktor yang memengaruhi terbentuknya identitas diri. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah proses pembentukan identitas diri tokoh utama Sumirah yang terbentuk melalui proses eksplorasi dan komitmen. Dari tahapan pembentukan identitas diri membentuk identitas diri tokoh Sumirah yang bisa digolongkan kedalam beberapa dimensi yaitu identitas personal, identitas keluarga, dan identitas etis-moral. Adapun faktor yang memengaruhi adanya identitas diri yaitu faktor diri dan faktor keluarga. Kata kunci : Identity versus identity convusion, identitas diri, dan faktor yang memengaruhi.
Pemahaman Intelektual Siswa Terhadap Wacan Bocah Si Jlitheng Karya Impian Nopitasari (Kajian Resepsi Sastra) Virnanda Selvyana Saputri; Latif Nur Hasan
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.965 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n3.p1086-1106

Abstract

Daya intelektual adalah suatu kemampuan setiap individu yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaan atau suatu kegiatan. Daya intelektual memiliki keterkaitan dengan proses berfikir seseorang yang akan mendukung kinerja seseorang untuk menjalankan aktifitasnya. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menjelaskan daya intelektual siswa terhadap wacan bocah dengan menggunakan kajian resepsi sastra. Penelitian ini memiliki fokus pada pembahasan daya intelektual anak yang berhubungan dengan nilai-nilai moral terhadap anak. Tujuan penelitian ini menjelaskan mengenai daya intelektual anak terhadap wacan bocah Si Jlitheng, Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, hal itu berdasarkan hasil data berupa kata atau kalimat. Penelitian ini menggunakan kajian teori resepsi sastra yang akan didukung oleh kajian struktural sebagai pendukung. Teknik yang digunakan yaitu cara gabungan karena peneliti mengumpulkan data dengan cara angket, wawancara, dokumentasi dan observasi. Dalam penelitian ini yang menjadi reseptor adalah siswa kelas 6 SDN Balerejo 02 yang berjumlah 14 anak. Data yang digunakan dalam penelitian ini hasil dari kuisioner dan wawancara, analisis isi cerita dan juga pemahaman dari reseptor. Hasil dari penelitian ini siswa bisa menjawab, memahami dan menjelaskan pertanyaan dengan mudah mengenai tema, alur dan penggunaan bahasa yang terdapat dalam wacan bocah Si Jlitheng yang berhubungan dengan nilai-nilai moral. Siswa memiliki pemahaman yang beraneka ragam terhadap tema dalam setiap cerita, alur yang diceritakan secara keseluruhan menggunakan alur maju dan penggunaan bahasa yang mudah dipahami. Hal tersebut dikarenakan reseptor berasal dari kalangan akademisi yang memiliki daya intelektual yang berbeda. Kata Kunci: Resepsi Sastra, Daya Intelektual, Nilai Moral
Pengembangan Media Komik Dalam Pembelajaran Membaca Teks Cerita Rakyat Kelas VII-A SMP Tamansiswa DEA ARYA SAMPURNA; LATIF NUR HASAN
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.474 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n4.p1337-1350

Abstract

Penelitian dengan judul “Pengembangan Media Komik Dalam Pembelajaran Membaca Teks Cerita Rakyat Kelas VII-A SMP Tamansiswa Kota Mojokerto” merupakan penelitian yang akan mengahasilkan produk berupa media pembelajaran komik. Media tersebut dapat dijadikan alternatif dalam kegiatan pembelajaran, seperti pada pembelajaran teks cerita rakyat. Media pembelajaran ini akan membuat suasana baru dalam pembelajaran karena siswa tidak hanya menggunakan buku atau papan tulis seperti yang biasa mereka lakukan melainkan belajar dengan menggunakan media pembelajaran komik. Hal tersebut akan membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan. Dengan menggunakan medhia pembelajaran komik ini, merupakan hal baru bagi siswa kelas VII-A, sehingga dalam kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa semangat siswa dalam belajar. Ketika siswa mempunyai rasa semangat dalam belajar, maka akan mempermudah siswa dalam menerima pembelajaran sehinggamemberi pengaruh nilai yang baik. Dengan demikian media ini juga digunakan sebagai contoh dalam pembelajaran lain. Karena dengan penggunaan media, selain memicu semangat siswa media tersebut juga mempermudah guru dalam memberikan materi kepada peserta didik. Kata kunci : pengembangan media pembelajaran, kualitas media pembelajaran, pembelajaran teks cerita rakyat.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi Untuk Materi Basa Rinengga Di Kelas X Sma Islam Temayang Bojonegoro Adinda Alfiranda Zahroh; Latif Nur Hasan
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.508 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n3.p1177-1196

Abstract

Pembelajaran bahasa Jawa di SMA Islam Temayang masih menggunakan metode tradisional, terutama materi basa Rinengga. Siswa kurang mengerti materi tersebut karena media yang digunakan tidak menarik, maka diperlukan adanya pembaruan. Pembaruan yang dilakukan adalah mengembangkan video animasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan media pembelajaran video animasi dan efektivitas media pembelajaran berbasis video animasi untuk basa Rinengga di kelas X SMA Islam Temayang. Penelitian ini menggunakan model Borg and Gall yang dijabarkan oleh Sugiono. Prosedur penelitian yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, uji coba produk, dan produksi massal. Populasi dan sampel penelitian yaitu siswa kelas X yang terdiri dari 80 siswa. Validasi ahli materi dan media mendapatkan skor 90% dan 92% artinya sangat layak digunakan di kelas. Uji coba produk menghasilkan nilai 38,5% untuk pre test dan 82,3% untuk post test. Hal tersebut menujukkan perubahan siginifikan terhadap pembelajaran basa Rinengga menggunakan video animasi. Kesimpulan penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis video animasi mampu meningkatkan kemampuan siswa dan mejadikan pembelajaran lebih efektif. Kata kunci: pengembangan, video animasi, efektivitas, basa rinengga
Desain E-modul Mata Kuliah Seni Tembang Macapat bagi Mahasiswa MBKM Lintas Program Studi Latif Nur Hasan; Marsudi; Respati Retno Utami; Meirina Lani Anggapuspa; Adinda Alfiranda Zahroh
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 2 (2023): Vol.10 No.2 Bulan September 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v10n2.p241-260

Abstract

Cross-study courses are one of the programs of the Independent Campus Free Learning Curriculum. One of the courses offered across study programs by the Javanese Language and Literature Education Study program is the Macapat Song Arts Course. As a beginner learner in a song course, students will of course experience several problems, namely:1) The tone in the song is different from the tone of modern music (diatonic) which is usually heard and sung. Songs use pentatonic, so adjustments need to be made. 2) There are two types of tunings that students must also master, namely pelog and slendro with a different tone too. 3) Men's and women's voices have different ranges so they require different treatment. 4) the types of cengkok/types of songs in Macapat vary greatly, making it more difficult to memorize. In effort to ensure that students outside the Javanese Language and Literature Education study program need special treatment so that it is easier for them to take courses. Researchers in this case will design an Electronic Module for the Song Arts Course so that it can help students outside the Java study program learn Macapat songs. This research using the R&D Level 1 model, namely researching, producing designs, but not testing and producing them. Validation carried out by Javanese language material experts with a score of 3.7 and validation by design experts received a score of 3.78. Keywords: E Module, Macapat Song Art, MBKM Cross Study Courses