Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna dan Fungsi Tradisi Upacara Nyadran di Dusun Ngadiboyo Desa Ngadiboyo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk jefri dadang triyoso; yohan susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.725 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n2.p675-698

Abstract

Tradisi Upacara Nyadran (TUN) merupakan salah satu tradisi yang masih dilaksanakan oleh warga Dusun Ngadiboyo, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. TUN dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan karena telah memberikan warga panen yang melimpah serta kehidupan yang damai. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah mengenai (1) Bagaimana prosesi pelaksanaan TUN?, (2) bagaimana makna filosofis dalam TUN?, dan (3) bagaimana fungsi dari TUN?. Penelitian ini menitikberatkan pada data yang akan dianalisis dengan menggunakan folklor Djames Danandjaja. Rancangan penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti, daftar pertanyaan, serta alat bantu. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data digunakan open coding, axial coding, lan selective coding. Hasil penelitian ini pada prosesi TUN yaitu pembentukan panitia, menentukan hari, nyekar, menyiapkan ubarampe, melekan, slametan, upacara nyadran, arak-arakan kirab, dan hiburan. Terdapat makna dalam setiap prosesi yang dilakukan dan pada ubarampe yang digunakan dalam TUN yang mencerminkan harapan warga. Fungsi yang terkandung dalam TUN adalah 1. Sebagai sarana pembenaran atau pendidikan, 2. Untuk mempertebal perasaan solidaritas kelompok, 3. Sebagai sarana menyindir atau pengarahan untuk dapat mencela, 4.Sebagai sarana hiburan, 5. Sebagai sarana kritik atau protes keadilan. Kata Kunci : Tradisi, Nyadran, Folklor.