Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Effect of liquid organic fertilizer on growth and yield of rice varieties in rainfed field Bayu Martedy Adji Saroyo; Iwan Sasli; Tatang Abdurrahman
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 8, No 1 (2023): April 2023
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbio.v8i1.2148

Abstract

Rice is a superior crop that is cultivated and increased in productivity. Increasing rice productivity is done in an efficient way, especially in rainfed land, namely the addition of Liquid Organic Fertilizer (LOF) and variety selection. The purpose of the study was to determine the effect of LOF, the effect of interaction between LOF and varieties on growth. This research is experimental using the RAK split plot method consisting of two factors. The first factor is LOF consisting of fermented banana stump, coconut fiber, bamboo shoots and maja fruit as the main plot with 2 levels of treatment, namely without LOF and with LOF. The second factor is rice varieties as subplots with 5 treatment levels. Combination of 2 levels of LOF and 5 levels of rice varieties. The number of sapling, net assimilation rate, and relative growth rate of rice with LOF were significantly different from those without LOF. The provision of LOF on the Inpari Sidenuk variety has the highest average number of sapling, which is 18 stems and is significantly different from the treatment without LOF which has an average number of tillers of 15.40 stems. So that the provision of LOF provides growth on rainfed land.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING NGATIMIN RAJI; SITI HADIJAH; TATANG ABDURRAHMAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.17952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kotoran kambing serta mendapatkan dosis yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil terung pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2016– Juli 2016 dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 3 sampel. Penelitian yang dimaksud adalah 354 g/polybag, 815 g/polybag, 1.276 g/polybag, 1736 g/polybag dan 2.198 g/polybag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering, jumlah cabang produktif, persentasi bunga menjadi buah, berat buah pertanaman dan jumlah buah pertanaman. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kotoran kambing berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, berat buah dan jumlah buah. Pemberian pupuk kotoran kambing sebanyak 1.276 g/polybag memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman terung.
PENGARUH BOKASI LIMBAH SAGU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELEDRI PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Tri Darmiasih; Rahmidiyani Rahmidiyani; Tatang Abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokasi limbah sagu terhadap pertumbuhan dan hasil seledri pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 30 Agustus 2018 sampai dengan 15 November 2018 di Desa kuala Ambawang Parit Masigi satu Kabupaten Kubu Raya. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah k1 = 15 ton/ha bokasi limbah sagu setara dengan 60 g/tanaman, k2 = 22.5 ton/ha bokasi limbah sagu setara dengan 90 g/tanaman , k3= 30 ton/ha bokasi limbah sagu setara dengan 120 g/tanaman, k4 = 37.5 ton/ha bokasi limbah sagu setara dengan 150 g/tanaman, k5=45 ton/ha boksi limbah sagu setara dengan180 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar, tinggi tanaman, jumlah tangkai daun, berat segar tanaman dan berat kering total tanaman. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian bokasi limbah sagu dengan 45 ton/ha setara dengan dosis180 merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan jumlah tangkai daun seledri pada tanah podsolik merah kuning. Kata kunci:  bokasi limbah sagu, podsolik merah kuning, seledri.
Pengaruh Kompos Daun Matoa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Petsai (Brassica chinensis L.) Pada Tanah Aluvial / The Effect of Matoa Leaf Compost to Growth and Yield of Chinese Cabbage on Alluvial Soil rusima rusima; siti hadijah; tatang abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.835 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24302

Abstract

The Effect of Matoa Leaf Compost to Growth and Yield of Chinese Cabbage on Alluvial Soil Rusima (1), Siti Hadijah (2), Tatang Abdurrahman (2) (1) Students Faculty of Agriculture and (2) Lecturers Faculty of Agriculture University Tanjungpura Pontianak ABSTRACTThis research aimed to determine the effect of matoa leaf compost to growth  and yield of chinese cabbage on alluvial soil. The research at the experimental garden  in Faculty of Agriculture University Tanjungpura Pontianak, which taken 1,5 months, it was conducted on the 28th March 2017 to 11th Mei 2017. The research used a completely randomized design (CRD), which consists of a single factor, with six treatments, four replications and three samples of plant. The treatments in the research are: m1 (matoa leaf compost 92 g/polybag), m2 (matoa leaf compost 315 g/polybag),  m3 (matoa leaf compost 539 g/polybag),  m4 (matoa leaf compost 762 g/polybag), m5 (matoa leaf compost 986 g/polybag), dan m6 (matoa leaf compost 1.210 g/polybag). The variables observed in this research included the total leaf area, leaf chlorophyll, root volume, plant fresh weight, and dry weight of plant. The results showed that the matoa leaf compost treatment gave the same response to variables of root volume, leaf chlorophyll, and dry weight. Matoa leaf compost had a real response to total leaf area and fresh weight,  dose 539 g/polybag is an effective dose to increase the growth and yield of chinese cabbage plant on alluvial soil. Keywords: Alluvial, Chinese Cabbage, Matoa Leaf Compost.
Pemanfaatan Sumber Daya Lokal dalam Peningkatan Produktivitas Padi Secara Berkelanjutan di Kabupaten Kubu Raya: Pengabdian Mahmudi Mahmudi; Radian Radian; Iwan Sasli; Tatang Abdurrahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7543

Abstract

Budidaya padi di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya masih dilakukan secara konvensional dengan penerapan teknologi yang terbatas, pengelolaan hara yang belum optimal, serta pemanfaatan sumber daya lokal yang belum maksimal. Kondisi tersebut menyebabkan efisiensi penggunaan pupuk rendah dan produktivitas tanaman belum optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan budidaya padi berkelanjutan melalui pengelolaan hara terpadu, pemanfaatan sumber daya lokal, serta pembuatan pupuk organik berbasis inokulan Trichoderma sp. Kegiatan dilaksanakan selama bulan April – November 2025 pada Kelompok Tani Parit Keramat 1 dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan survei awal, penyuluhan, pemaparan teknologi, pelatihan praktik pembuatan kompos, serta evaluasi secara deskriptif terhadap tingkat pemahaman dan partisipasi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan hara terpadu, manfaat pupuk organik, serta peran Trichoderma sp. sebagai bioaktivator dan agen hayati. Petani juga mampu menyebarkan teknik pembuatan kompos menggunakan bahan-bahan lokal, seperti rumput pembohong, batang pisang, kotoran sapi, dan dedak. Evaluasi kegiatan menunjukkan lebih dari 90% peserta memahami manfaat penggunaan Trichoderma sp. dan berencana menerapkannya pada musim tanam berikutnya. Kegiatan ini meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan sumber daya lokal, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta mendukung penerapan budidaya padi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.