Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Rummy Islami Zalni; Wan Anita; Qori Armiza Septia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.783-789

Abstract

Ancaman penyakit bagi masyarakat di dunia adalah penyakit kanker. Kanker payudara salah satu nya penyakit kanker yang mengkhawatirkan wanita. Pemerintah Indonesia memprioritaskan penanganan penyakit kanker payudara ini dengan tidak mengabaikan penanganan penyakit kanker jenis lainnya. Upaya pendeteksian dari kanker payudara salah satunya dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pemeriksaan SADARI ini paling tepat dilakukan secara rutin minimal dilakukan setiap bulan sekali tepatnya pada hari ke 7-10 setelah menstruasi karena pada saat ini payudara terasa lunak. Tujuan sadari secara rutin adalah untuk merasakan dan mengenal lekuk-lekuk payudara, sehingga jika terjadi perubahan dapat segera terdeteksi. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini dengan metode: 1) Penyuluhan mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), 2) Demonstrasi pemeriksaan SADARI. Kegiatan Pengabdian yang dilaksanakan dengan acara tatap muka dan penyuluhan mengenai Pendidikan Kesehatan Mengenai Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) di RT 002 wilayah kerja puskesmas Garuda sesuai dengan perencanaan dan terlaksana dengan baik. Kegiatan dilakukan secara tatap muka dengan metode ceramah (penyuluhan). Penyuluhan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Juli 2022 dari pukul 15.00 s/d 18.00 WIB. Peserta kegiatan sebanyak 23 peserta. Lokasi pelaksanaan pengabdian  di RT 002 wilayah kerja puskesmas Garuda. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan hasil nilai pre test sebanyak 70% peserta benar dalam menjawab soal pre test yang disebarkan. Sedangkan hasil post test menunjukkan peningkatan menjadi 90% peserta menjawab benar, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil dilaksanakan.
PENDIDIKAN KESEHATAN PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Rummy Islami Zalni; Wan Anita; Qori Armiza Septia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.783-789

Abstract

Ancaman penyakit bagi masyarakat di dunia adalah penyakit kanker. Kanker payudara salah satu nya penyakit kanker yang mengkhawatirkan wanita. Pemerintah Indonesia memprioritaskan penanganan penyakit kanker payudara ini dengan tidak mengabaikan penanganan penyakit kanker jenis lainnya. Upaya pendeteksian dari kanker payudara salah satunya dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pemeriksaan SADARI ini paling tepat dilakukan secara rutin minimal dilakukan setiap bulan sekali tepatnya pada hari ke 7-10 setelah menstruasi karena pada saat ini payudara terasa lunak. Tujuan sadari secara rutin adalah untuk merasakan dan mengenal lekuk-lekuk payudara, sehingga jika terjadi perubahan dapat segera terdeteksi. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini dengan metode: 1) Penyuluhan mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), 2) Demonstrasi pemeriksaan SADARI. Kegiatan Pengabdian yang dilaksanakan dengan acara tatap muka dan penyuluhan mengenai Pendidikan Kesehatan Mengenai Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) di RT 002 wilayah kerja puskesmas Garuda sesuai dengan perencanaan dan terlaksana dengan baik. Kegiatan dilakukan secara tatap muka dengan metode ceramah (penyuluhan). Penyuluhan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Juli 2022 dari pukul 15.00 s/d 18.00 WIB. Peserta kegiatan sebanyak 23 peserta. Lokasi pelaksanaan pengabdian  di RT 002 wilayah kerja puskesmas Garuda. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan hasil nilai pre test sebanyak 70% peserta benar dalam menjawab soal pre test yang disebarkan. Sedangkan hasil post test menunjukkan peningkatan menjadi 90% peserta menjawab benar, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil dilaksanakan.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN REBUSAN KUNYIT ASAM TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID PRIMER PADA REMAJA PUTRI Melia Aprina; Rummy Islami Zalni; Qori Armiza Septia
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 8 (2026): Vol. 8 No. 8 Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i8.3865

Abstract

Dysmenorrhea is pain or pain in the lower abdomen that occurs when women experience the menstrual cycle, this problem causes 14% of adolescent patients to often not attend school and do not carry out daily activities. Dysmenorrhea can be treated by using a sour turmeric drink. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of giving sour turmeric decoction to reduce primary menstrual pain in adolescent girls. The research method used in this study is a quasi-experimental method. The sampling technique used purposive sampling with a total of 18 respondents. The instrument used is a Numeric Rating Scale questionnaire. Analysis of the data used is the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann Whitney U-Test. The average pain scale before being given turmeric acid drink was moderate pain. while the average pain after being given turmeric acid drink was 68.8% mild pain and 31.2% no pain. Statistical test analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test obtained a p-value of 0.000 0.05, indicating that there is an influence between sour turmeric drink in 8th grade students and primary dysmenorrhea at SMP Negeri 47 Pekanbaru. The conclusion of this study is that there is a significant difference in changes in the pain scale of 8th grade students with primary dysmenorrhea. Based on this research, it is suggested that students drink 100cc of sour turmeric per day during menstruation as an alternative to reduce pain scale.Keywords: Turmeric Tamarind Drink, Dysmenorrhea
Penyuluhan Kesehatan Tentang Abortus dan Risiko Perdarahan Qori Armiza Septia; Iznirrahma Hayati; Rummy Islami Zalni
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/xc03kp08

Abstract

Abortus merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama perdarahan yang berisiko mengakibatkan kegawatdaruratan hingga kematian ibu apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai abortus dan tanda bahaya perdarahan masih menjadi salah satu faktor yang menyebabkan keterlambatan penanganan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai abortus dan risiko perdarahan melalui penyuluhan kesehatan. Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta pemberian media edukasi berupa leaflet. Sasaran kegiatan adalah wanita usia subur, remaja putri, dan masyarakat umum. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan penyuluhan kesehatan. Peserta mampu memahami pengertian abortus, faktor penyebab, tanda bahaya perdarahan, serta pentingnya mencari pertolongan medis secara cepat apabila terjadi perdarahan pada kehamilan atau setelah keguguran. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang baik selama kegiatan berlangsung melalui keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab. Kegiatan penyuluhan kesehatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai abortus dan risiko perdarahan sehingga diharapkan mampu mendorong deteksi dini serta mencegah keterlambatan penanganan kegawatdaruratan obstetri di masyarakat.
HUBUNGAN PENGGUNAAN SUNTIK KB 3 BULAN DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN YASMITA NORA PEKANBARU Qori Armiza Septia; Tharra Widadari Aldinda; Iznirrahma Hayati
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 1 (2025): Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i1.3456

Abstract

Injectable contraception, especially 3-month injectable birth control, is very popular, but often causes side effects. Common side effects of DMPA injection contraceptives include menstrual disorders such as irregular bleeding or amenorrhea (no menstruation). In addition, users can experience headaches, give symptoms of depression in patients with a history of mood disorders, severe premenstrual syndrome (PMS), and a decrease in estradiol which can cause vaginal dryness, although this is rare (Qomariah Sartika, 2019). This research aims to determine the relationship between the use of 3-month injectable contraceptives and menstrual disorders in the Independent Practice of Midwife Yasmita Nora in 2023. This research uses an analytical survey method with a cross-sectional approach to understand this phenomenon. The study population consisted of 106 family planning acceptors who injected 3 months into the practice. Sampling used Total Sampling, resulting in 106 respondents according to the inclusion criteria. The independent variable is the use of 3-month injection contraceptives, while the dependent variable is menstrual disorders. Data was collected through questionnaires and analyzed using univariate analysis and chi-square test (α0.05). The results of the chi-square test show that there is a relationship between the use of 3-month contraceptive injections and menstrual disorders (0.009). It is expected for midwives to provide knowledge and counseling to prospective acceptors or new acceptors regarding side effects and risks that can occur after prolonged use.Keywords: Injectable contraception, use of injectable birth control, menstrual pattern disorders
FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEAKTIFAN IBU BALITA KE POSYANDU DI DESA PENGGALANGAN KECAMATAN SEI BAMBAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Qori Armiza Septia; Siti Halimah; Tharra Widadari Aldinda
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Edisi 3 April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v5i3.1787

Abstract

The high infant and toddler mortality rate in Indonesia is one indicator of the degree of public health that is considered to still need attention from the government. Posyandu is a form of Community Resource Health Effort managed with the community, its function is to strive to reduce the mortality rate of toddlers. The purpose of this study is to analyze the influence of age, education, occupation, and knowledge of mothers on the activity of mothers under five to Posyandu in Penggalangan Village, Sei Bamban District, Serdang Bedagai Regency in 2021. This research design uses an analytical survey with a cross sectional approach. The population was 72 people with sampling using a total sampling technique of 72 people. Data collection techniques use primary, secondary and tertiary data with questionnaire measuring instruments. Data analysis was performed univariately, bivariately using chi-square and multivariate using logistic regression tests. The results of this study showed the influence of age, education, work and knowledge factors on the activeness of mothers under five to posyandu with (p value = 0.0040.05), (p value = 0.0050.05), (p value = 0.0010.05), (p value = 0.0080.05). The logistic regression test, the most dominant factor influencing the activity of mothers of toddlers to posyandu is work with an Exp (B) value of 5,464.  In conclusion, there are influences of age, education, work, and knowledge that affect the activity of mothers of toddlers to posyandu in the raising village of Sei Bamban District, Serdang Bedagai Regency in 2021. It is recommended that health workers should further increase the knowledge of mothers of toddlers through counseling about the importance of active mothers of toddlers to posyandu.