Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan Tentang Abortus dan Risiko Perdarahan Qori Armiza Septia; Iznirrahma Hayati; Rummy Islami Zalni
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/xc03kp08

Abstract

Abortus merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama perdarahan yang berisiko mengakibatkan kegawatdaruratan hingga kematian ibu apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai abortus dan tanda bahaya perdarahan masih menjadi salah satu faktor yang menyebabkan keterlambatan penanganan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai abortus dan risiko perdarahan melalui penyuluhan kesehatan. Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta pemberian media edukasi berupa leaflet. Sasaran kegiatan adalah wanita usia subur, remaja putri, dan masyarakat umum. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan penyuluhan kesehatan. Peserta mampu memahami pengertian abortus, faktor penyebab, tanda bahaya perdarahan, serta pentingnya mencari pertolongan medis secara cepat apabila terjadi perdarahan pada kehamilan atau setelah keguguran. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang baik selama kegiatan berlangsung melalui keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab. Kegiatan penyuluhan kesehatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai abortus dan risiko perdarahan sehingga diharapkan mampu mendorong deteksi dini serta mencegah keterlambatan penanganan kegawatdaruratan obstetri di masyarakat.
HUBUNGAN PENGGUNAAN SUNTIK KB 3 BULAN DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN YASMITA NORA PEKANBARU Qori Armiza Septia; Tharra Widadari Aldinda; Iznirrahma Hayati
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 1 (2025): Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i1.3456

Abstract

Injectable contraception, especially 3-month injectable birth control, is very popular, but often causes side effects. Common side effects of DMPA injection contraceptives include menstrual disorders such as irregular bleeding or amenorrhea (no menstruation). In addition, users can experience headaches, give symptoms of depression in patients with a history of mood disorders, severe premenstrual syndrome (PMS), and a decrease in estradiol which can cause vaginal dryness, although this is rare (Qomariah Sartika, 2019). This research aims to determine the relationship between the use of 3-month injectable contraceptives and menstrual disorders in the Independent Practice of Midwife Yasmita Nora in 2023. This research uses an analytical survey method with a cross-sectional approach to understand this phenomenon. The study population consisted of 106 family planning acceptors who injected 3 months into the practice. Sampling used Total Sampling, resulting in 106 respondents according to the inclusion criteria. The independent variable is the use of 3-month injection contraceptives, while the dependent variable is menstrual disorders. Data was collected through questionnaires and analyzed using univariate analysis and chi-square test (α0.05). The results of the chi-square test show that there is a relationship between the use of 3-month contraceptive injections and menstrual disorders (0.009). It is expected for midwives to provide knowledge and counseling to prospective acceptors or new acceptors regarding side effects and risks that can occur after prolonged use.Keywords: Injectable contraception, use of injectable birth control, menstrual pattern disorders
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Mengunakan Media Video Animasi terhadap Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Risiko Tinggi Emi Yulita; Rummy Islami Zalni; Iznirrahma Hayati; Erika Erika
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.15700

Abstract

ABSTRACT Pregnancy is a process that begins with the release of a mature egg cell in the oviduct which then meets sperm so that the two unite to form a cell that will grow. High risk pregnancy is a pregnancy that will cause greater harm and complications to both the mother and the fetus in the womb and can cause death, pain, disability, discomfort and dissatisfaction. Complications during pregnancy can be categorized as a risk of pregnancy, as much as 90%. Maternal death according to the World Health Organization (WHO) is death that occurs during pregnancy, childbirth, or within 42 days after delivery from causes that are directly or indirectly related to the pregnancy. The aim of this research is to determine the influence of health education using animated video media on pregnant women's knowledge about high-risk pregnancies. The method used was Quasy Experiment. The results obtained were respondents' knowledge before being given health education about High Risk Pregnancy with a median of 1.23. Meanwhile, respondents' knowledge after being given health education was a median of 1.55. So a p value of 0.000 can be obtained. Thus, Ha 0.05 means that it is accepted or there is an influence of Health Education Using Animation Video Media on Pregnant Women's Knowledge about High Risk Pregnancy, with the significance value (p) in the Kolmogorov-Smirnov test being 0.300 (p 0.05), so it is based on the normality test Kolomogorov-Smirnov data is normally distributed. Meanwhile, the significance value (p) in the Shapiro-Wilk test is 0.650 (p 0.05), so that based on the Shapiro-Wilk normality test the data is normally distributed. The hope is that through the results of this research, respondents are asked to continue to increase their knowledge regarding pregnancy examinations, not only through health workers. but can be done through the media and other information places Keywords: Health Education, Animation Video, Knowledge of Pregnant Women, High Risk Pregnancy  ABSTRAK Kehamilan adalah suatu proses yang diawali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma sehingga keduanya menyatu membentuk sel yang akan tumbuh. Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan yang akan menyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi yang lebih besar baik pada ibu maupun pada janin dalam kandungan dan dapat menyebabkan kematian, kesakitan, kecacatan, ketidaknyamanan dan ketidakpuasan. Komplikasi pada saat kehamilan dapat dikategorikan dalam risiko kehamilan, sebanyak 90%. Kematian ibu menurut World Health Organization (WHO) adalah kematian yang terjadi saat hamil, bersalin, atau dalam 42 hari pasca persalinan dengan penyebab yang berhubungan langsung atau tidak langsung terhadap kehamilan. Tujuan Pneleitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Video Animasi Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kehamilan Risiko Tinggi. Adapun metode yang digunakan adalah Quasy Eksperimen, Hasil diperoleh Pengetahuan responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang Kehamilan Risiko Tinggi dengan median 1,23. Sedangkan Pengetahuan responden sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan median 1,55. Sehingga dapat diperoleh nilai p value 0,000. Dengan demikian Ha 0,05 artinya diterima atau terdapat pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Video Animasi Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kehamilan Risiko Tinggi, dengan Nilai signifikansi (p) pada uji Kolmogorov-Smirnov adalah 0.300 ( p 0.05), sehingga berdasarkan uji normalitas Kolomogorov-Smirnov data berdistribusi normal. Sedangkan nilai signifikansi (p) pada uji Shapiro-Wilk adalah 0.650 ( p 0.05), sehingga berdasarkan uji normalitas Shapiro-Wilk data berdistribusi normal.. Harapannya Melalui hasil penelitian ini responden diminta untuk terus meningkatkan pengetahuan terkait Pemeriksaan Kehamilan tidak saja melalui tenaga kesehatan namun bisa melalui media dan temapt informasi lainnya Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Vidio Animasi, Pengetahuan Ibu Hamil, Kehamilan Resiko Tinggi