Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH VARIASI LATIHAN ONE TOUCH PASSING TERHADAP HASIL SHORT PASSING PADA PEMAIN SEPAKBOLA USIA 15-16 TAHUN MARELAN TAHUN 2022 Haris Kurniawan; Elfan Hasibuan; Zulfan Heri
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 22, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v22i1.45190

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi latihan one touch passing pada pemain sepakbola SSB Tunas Muda Usia15-16 tahun 2022. Latihan memiliki 5 jenis bentuk variasi latihan yang digunakan diapangan yaitu variasi latihan passing berpasangan, varasi latihan passing berpasangan dengan gerakan ke ruang yang kosong, variasi latihan passing segitiga bergerak ke ruang yang kosong, variasi latihan passing dengan pemain ditengah dengan gerakan cek in/out, variasi latihan passing dengan 4 target tujuan. Metode peneilitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah experiment. Populasi adalah pemain sepakbola usia15-16 tahun berjumlah 22 orang dan jumlah sampel ada 18 orang yang diperoleh dengan teknik random sampling dimana pengambilan sampel dari anggota populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Instrumen penelitian ini untuk pengumpulan data dengan test dan pengukuran menggunakan stop watch untuk mengukur hasil passing ke dinding. Waktu penelitian ini dilaksanakan selama 6 (enam) minggu dimana latihan 3 (tiga) kali dilapangan seminggu. Untuk melihat pengaruh variabel bebas maupun terikat digunakan perhitungan ujiu-t. Dengan penelitian ini dapat memberi hasil yang akurat tentang Pengaruh Variasi Latihan One Touch Passing Terhadap Hasil Short Passing Pada Pemain SepakBola SSB Tunas Muda Usia15-16 Tahun Marelan Tahun 2022. Dari hasil analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan melalui variasi latihan one touch passing dapat meningkatkan hasil short passing dalam permainan sepakbola pada SSB Tunas Muda Usia15-16 Tahun Marelan Tahun 2022. Berdasarkan tabel daftar distribusi t dengan dk = n-1 (18-1 =17) pada taraf α = 0.05 = 0,206 yang berarti tHitung > tTabel (7,870 > 0,206) dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima.
Penerapan Protokol RAMP dan Teknologi Analisis Kinerja untuk Peningkatan Performa Pemain Sepakbola Gumarang FC Medan Asep Prima; Ardi Nusri; Reisy Tane; Yan Indra Siregar; Haris Kurniawan
Jurnal Pengabdian dan Peningkatan Mutu Masyarakat (Janayu) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian dan Peningkatan Mutu Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/janayu.v7i1.43198

Abstract

Purpose – The purpose of this community service is to improve physical readiness, minimize injuries, and enhance player evaluation quality at Gumarang FC Medan by applying the RAMP warm-up protocol, implementing structured trial management, and using ONCE Sport performance analysis technology. Design/methodology/approach – The activities included socialization, theoretical and practical training, and direct implementation of the RAMP protocol and ONCE Sport technology during training and trial matches. Data were collected using a Likert scale questionnaire and analyzed descriptively to assess coaches' perceptions of the program's effectiveness. Findings – The results show that coaches perceive the RAMP protocol as highly effective (mean 4.56), easy to implement (mean 4.38), and effective in improving physical readiness (mean 4.63) and reducing the risk of injury (mean 4.75). ONCE Sport technology was considered useful (mean 4.44), fairly easy to use (mean 4.13), and very helpful in evaluating players (mean 4.50). RAMP improved agility, speed, and endurance, and ONCE Sport provided objective, data-based evaluations. Originality/value – This community service integrated evidence-based warm-up protocols and performance analysis technology into local soccer clubs. It provides a model that can be replicated by clubs with limited resources to improve training quality and player evaluation.