Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYULUHAN PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI PANTI ASUHAN PEDULI HARAPAN BANGSA Wayan Aryawati; Fiqri Ardiansyah Romadon; Bernadeta Ramah Antika
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.864-868

Abstract

 Kalangan umum berpendapat bahwa determinan utama dari derajat kesehatan masyarakat tersebut selain lingkungan adalah perilaku masyarakat. PHBS merupakan salah satu pilar utama dalam Indonesia Sehat dan merupakan salah satu cara untuk dapat mengurangi beban negara dan masyarakat terhadap pembiayaan kesehatan. Panti asuhan adalah lembaga kesejahteraan sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial untuk anak-anak terlantar dengan melakukan penyantunan dan pengentasan anak terlantar, memberikan pelayanan pengganti orang tua atau wali untuk mereka. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berupa pemberian edukasi berupa penyuluhan/ceramah dan Tanya jawab berkaitan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Peserta sebanyak 15 orang yang terdiri dari warga panti asuhan peduli harapan bangsa. Hasil survei yang dilakukan melalui kegiatan observasi dan wawancara dengan pengurus panti asuhan masih banyak anggota panti asuhan yang belum menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat karena masih kurangnya pengetahuan juga kesadaran tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Terdapat peningkatan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan terkait PHBS di Panti Asuhan Peduli Harapan Bangsa. 
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN OLEH LANSIA DI PUSKESMAS IRINGMULYO KOTA METRO TAHUN 2023 Alek Iskandar; Achmad Farich; Christin Angelina; Wayan Aryawati; Dhiny Easter Yanti
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 3 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i3.2447

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia terjadi dalam waktu 50 tahun terakhir. Pada tahun 2021, proporsi lansia mencapai 10,82% atau sekitar 29,3 juta orang. Persentase lansia yang berobat jalan ketika mengalami keluhan sebesar 44,93 %, persentase lansia yang berobat jalan ketika mengalami keluhan kesehatan ke fasilitas kesehatan pada Puskesmas/Pustu 17,25%. Masih banyak lansia di Provinsi Lampung yang belum memanfaatkan pelayanan kesehatan di puskesmas. Pemanfaatan pelayanan kesehatan bagi lansia sangat penting karena selain dapat memantau status kesehatan lansia juga dapat meningkatan derajat kesehatan lansia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh lansia. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, jumlah populasi 1011 orang dan sampel 288 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dalam penelitian menggunakan univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistic berganda). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga (p value 0,000 dan OR 139,653), keyakinan (p value 0,000 dan OR 12,017), persepsi sakit (p value 0,000 dan OR 35,875), dan tidak ada hubungan pengetahuan (p value 0,182) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh lansia. Faktor dominan yang paling berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh lansia adalah variabel dukungan keluarga dengan OR 139,653. Saran bagi lansia adalah agar memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas secara rutin untuk mendeteksi dan mengontrol kesehatannya. Puskesmas melakukan pemberdayaan keluarga dalam rangka memandirikan keluarga dalam bidang kesehatan.
Internal Factors Associated with the Tendency of Lesbians in Women's Correctional Institutions in Bandar Lampung in 2024 Nadya Salsabilla; Wayan Aryawati; Nurul Aryastuti; Anita Bustami; Octa Reni Setiawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43060

Abstract

Lesbianism refers to women who are physically, emotionally, spiritually, and sexually attracted to other women. Indonesia ranks as the fifth-largest country in the world contributing to the spread of LGBT (lesbian, gay, bisexual, and transgender) populations, following China, India, Europe, and America. Independent survey institutions, both domestic and international, estimate that 3% of Indonesia's total population identifies as LGBT. This equates to approximately 7.5 million individuals, meaning that in a gathering of 100 people, around three may be LGBT. This phenomenon is also observed in confined environments such as women's correctional institutions, where internal factors may influence the tendency toward lesbianism. This study aims to analyze internal factors associated with the tendency toward lesbianism in the Class IIA Way Hui Women's Correctional Institution in Bandar Lampung. This research employs a descriptive-analytical approach with a cross-sectional study design. The population consists of 182 female inmates, selected using a total sampling technique. Data were collected through a questionnaire and analyzed using univariate (frequency distribution), bivariate (chi-square test), and multivariate (multiple logistic regression) analyses. Results The study found that 36 respondents (19.8%) exhibited a tendency toward lesbianism. Psychological problems were reported by 37 respondents (20.3%), while 145 (79.7%) did not experience such issues. Additionally, 74 respondents (40.7%) had biological factors contributing to their behavior, whereas 108 (59.3%) did not. Educational background also played a role, with 102 respondents (56.0%) having lower education levels and 80 (45.5%) having higher education. Furthermore, 77 respondents (42.3%) had experienced traumatic or negative past events, while 105 (57.7%) had not. Age was also analyzed, with 117 respondents (64.3%) considered at-risk and 65 (35.7%) not at-risk. Statistical analysis revealed significant associations between lesbian tendencies and physical factors (p-value = 0.000), psychological factors (p-value = 0.026), past experiences (p-value = 0.000), and education (p-value = 0.000). However, no significant relationship was found between age and lesbian tendencies (p-value = 0.091). The most dominant influencing factor was physical factors (p-value = 0.003, OR = 4.010). Conclusion Internal factors, particularly physical and psychological aspects, play a dominant role in the tendency toward lesbianism in correctional institutions. Therefore, it is recommended that the Bandar Lampung Women's Correctional Institution enhance educational, counseling, religious, and therapy programs focusing on prevention and psychological well-being.